Explore the blog
Sabtu, 29 Januari 2022

Orang Korea Enggan Menikah Karena Rumah, Benarkah?

Saat nonton Drama Korea, ada yang memerhatikan tidak jika banyak pasangan yang tak berakhir dengan pernikahan? Apa alasannya?

Bagi sebagian orang, nonton drama komedi romantis itu maunya berakhir dengan pernikahan. Sayangnya tidak untuk saya. Kisah seperti itu terlalu klise meski ya sesekali boleh juga melihatnya karena pasti punya moral story tersendiri. Banyak juga yang bilang, Orang Korea Enggan Menikah Karena Rumah, Benarkah?

properti mahal orang korea tunda nikah

Beberapa waktu yang lalu, Jang Hansol membahas tentang mengapa Orang Korea menikah di usia relatif tua atau bahkan menyerah untuk menikah. Ini dibuatkan video tersendiri karena banyak yang bertanya. Saya sendiri ngeh soal hal ini, baik dari drama atau saat dulu bekerja dengan Orang Korea. Ya, mereka memilih single di usia yang sudah sangat matang.

Orang Korea rata-rata punya pendidikan yang tinggi. Makanya mereka juga ingin punya karir yang sukses. Untuk wanita biasanya saat sudah menikah dan mau punya anak, karirnya akan susah naik. Jadi menunda dulu sampai posisi atas, baru berpikir untuk berkeluarga. Perempuan keren ala Search: WWW ini sih.

Alasan lain karena ingin menikmati dulu hasil kerja keras dan juga ingin berbakti ke orang tua dengan memberi uang saku. Ini hampir mirip dengan Indonesia. Lalu, mereka juga berpikir banyaknya perceraian yang terjadi seperti di drama Once Again di mana satu keluarga punya anak yang bercerai semua. Jadi mikirnya mau nikah sekali tapi untuk selamanya. Tidak masalah jika terlambat apalagi budaya mereka menikah itu lumayan ribet.

Penyebab lainnya soal kenapa Orang Korea enggan atau terlambat menikah, memang karena rumah. FYI, kebanyakan pekerjaan itu berada di Seoul. Gaji rata-rata mereka yang punya pekerjaan stabil adalah 36 juta won pertahun. Tak perlu dirupiahkan karena mereka bayar apa-apa pakai won, bukan rupiah.

Mulai dari tahun 2015, harga properti di Korea naik secara drastis. Sekarang harga rumah yang paling murah kurang lebih 900 juta won. Ini yang tipe apartemen. Rumah susun ada, tapi ya memang tidak senyaman di apartemen. Korea sendiri punya 4 musim di mana jika dingin akan bersuhu di bawah 0° dan jika panas akan sangat panas dan lembab. Makanya mau punya rumah yang nyaman untuk segala musim.

Jika pun tinggal atau punya pekerjaan yang nyaman di luar Seoul kaya Yoon Hye-Jin Mr. Hong, itu terbilang beruntung. Jika tidak, sangat enggak memungkinkan untuk pulang pergi karena waktu akan habis di jalan seperti film Sweet & Sour. Ini belum biaya tol, makan dan lainnya. Mau ngontrak pun, biaya sewa juga tidak murah.

Makanya, enggak kaget jika ada drama yang pura-pura menikah demi bayar apartemen seperti Because this is My First Life. Lha wong kalau miskin banget itu tinggalnya di Basement kaya film Parasite. Mana hujan kebanjiran lagi. Jadi masih berpikir untuk tinggal di Korea biar ketemu idola? Bagaimana dengan di Indonesia?

Menikah Di Indonesia Tak Perlu Ada Rumah


menikah di indonesia tak perlu rumah

Memang dasarnya beda budaya di mana Orang Korea berpikir ke depan banget sampai bikin khawatir dan cemas, maka urusan pernikahan di Indonesia itu lebih santai. Belum ada rumah tetap bisa gas menikah.

Maksud saya, bukannya kita tidak perlu rumah sama sekali, tapi bisa dipikirkan setelah menikah. Rumah itu kebutuhan pokok, jadi harus tetap ada. Semisal belum mampu, bisa tinggal dengan orang tua terlebih dulu atau memilih kontrakan agar mandiri dan tak merepotkan.

Bersyukur juga karena Indonesia negaranya luas. Harga rumah atau apartemen juga masih yang normal. Mau punya rumah dengan desain modern dan fitur smart home enggak perlu jauh ke Korea karena di Indonesia juga ada. Di mana hayo?

Casa De Ramos Pondok Cabe


Kemarin saat ada kasus di mana Selebgram bertanding mencari rumah untuk Anak Yatim Piatu, saya tidak mau kalah dong. Ya cuma lihat saja sih, belum beli, hahaha. Nah ketemu deh sama Casa de Ramos casaderamos.co yang beralamat di Jl. Oppung Ramos I, Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Casa De Ramos menawarkan rumah mewah berdesain modern klasik dengan fitur smart home yang terintegrasi dan fitur Pembangkit Listrik Tenaga Surya sistem on-grid. Rumah ini punya dua tipe yaitu La Rossa dengan 3 Kamar Tidur dan Jazmin dengan 4 kamar. Harganya sendiri mulai dari Rp 1.800.000.000-Rp 1.990.000.000. Ketersediaan unit ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung promo dan lainnya.

casa de ramos pondok cabe

Cluster Casa De Ramos Pondok Cabe punya infrastruktur dan fasilitas kompleks ramah anak seperti taman bermain dengan lanskap hijau yang nyaman dan aman. Lokasinya juga mudah dicapai dari exit tol dan stasiun MRT. Cuma 8 menit dari Exit Tol Pamulang dan 17 menit saja dari Stasiun MRT Lebak Bulus. Pendidikan baik sekolah, pondok pesantren universitas juga dekat. Rumah sakit, mal, dan lainnya juga bisa dituju dengan mudah. Bisa dibilang, ini lingkungan yang cocok untuk hunian keluarga

Untuk dapatkan hunian mewah Casa De Ramos skema pembayarannya tanpa bank, tanpa bunga, tanpa BI checking, tanpa sita dan denda, serta tanpa akad bermasalah. Jadi pembayaran sesuai akad syar’i. Sebagai Muslim, lebih nyaman pembayaran seperti ini.

Menikah, Cemaslah Sewajarnya


Merasakan kecemasan sebelum memutuskan menikah itu hal yang wajar. Bagaimanapun maunya kita itu berumah tangga sekali untuk selamanya. Namun jangan sampai rasa itu berlebihan dan menyulitkan diri sendiri. Cemaslah sewajarnya.

Menikah bukan hanya soal fisik, tapi kesiapan mental juga finansialnya. Punya rumah sebelum menikah itu bagus, belum ada pun tak apa. Kadang ada untungnya apalagi jika pasangannya beda daerah atau bahkan negara. Jadi, rumah akan disesuaikan di mana kita akan menetap nantinya. Semua bisa dibicarakan dan dicari solusinya.

Kalian sendiri bagaimana? Punya rumah sebelum atau sesudah menikah? Kalau saya sih yang penting sudah ada tanahnya, hehehe. Coba share di kolom komentar ya!

Sampai jumpa. Happy blogging!

Would you like to comment?

Anisa AE mengatakan...

Hemm, kehidupan di Korea memang terbilang mahal tapi salut sama orang di sana sih bertanggung jawab banget baru menikah setelah punya rumah. Terima kasih infonya.

nurul rahma mengatakan...

Aku juga takjub dgn Bae Ta Mi di Search WWW yg konsisten banget ogah nikah, padahal dese punya pacar yg gnteng ga ada obat :D Jang Ki Yong kan yg jadi brondong-nya (Park Morgan ulala).

Tapiii, klo Bae Ta Mi tau di Pamulang ada properti yg cihuy cem gini, siapa tau dese berubah pikiran, ye kan?

Aku mau infoin adek iparku yg mukim di TangSel, ah. Mana tau dia juga mau cari properti lagi.

Jiah Al Jafara mengatakan...

Orang tuanya saklek gak izinin nikah kalau belum mapan. Kebanyakan kaya gitu sih

Jiah Al Jafara mengatakan...

Kesian brondong gantengnya dianggurin, hehehe

Andiyani Achmad mengatakan...

wow lumayan juga ya harganya, sampai bikin orang korea males nikah karena harus ada rumah sebagai bentuk tanggung jawab

diane mengatakan...

Daerah pondok cabe tuh cukup strategis..ke Jakarta cuma sebentaran ajah..udaranya juga masih lumayan lah .. Emang beda ya kultur Korea sama Indonesia untuk urusan menikah.. Pertimbangannya juga beda banget..

Dian Restu Agustina mengatakan...

Hm, pantesan orang Korea menunda menikah bahkan enggak nikah di antaranya dengan alasan rumah.
Masih mending di Indonesia memnag, masih bisa sementara ikut ortu, sewa, lalu mikir punya rumah setelahnya.
Aku sih setelah menikah hal pertama yang dipikirkan sama suami pertama kali harus punya rumah. Jadi kebutuhan lain dan yang enggak penting dinomor sekiankan. Dan, Alhamdulillah kesampaian

tantiamelia.com mengatakan...

Hah? Aku baru tahu malahan, kalo banyak pasangan di KOrea yang tak berakhir dengan pernikahan!

Kupikir justru karena tingkat pendidikan yang tinggi - dan mereka cakep semua (hihi alesan apa ituuuh) jadi malah pada doyan nikah! betapa kudetnya saya.. yang menganggap rumah ga ada yaaa tinggal dulu aja di ortu!

Lisdha www.daily-wife.com mengatakan...

Aku pernah males nikah karena merasa "ngapain merid kalau sendiri aja sudah hepi". Tapi akhirnya menikah hahaha
Btw, aku termasuk yang berpikir kalau sudah menikah mending ga tinggal sama ortu. Karena bagaimanapun sudah jadi keluarga sendiri. Dulu sih aku sama suami terbantu kondisi kerjaan yang memang jauh dari rumah.
Tapi paham banget kalau ga semua pasangan bisa kayak gini. Jadi nggak mau judging juga...Toh setiap pilihan dan kondisi ada plus minusnya.

Inna Riana mengatakan...

kesian ya jadi telat nikah gegara mikirin rumah. etapi liatnya mereka kayak santai aja masih single walo dah kepala 4.
kalo aku dulu sebelum nikah udah hunting rumah, walo kebelinya baru bertahun kemudian... itupun menang nyicil dan ngutang :D

Nurul Sufitri mengatakan...

Cluster Casa De Ramos POndok Cabe ini strategis amat lokasinya. Deketan bener sama stasiun MRT Lebak Bulus cuma 17 menit kira2 udah sampe. Ada fasilitas lengkap juga ya, sekolah, tempat belanja dan sebagainya. Pasti banyak diminati nih hunian idaman keluarga :)

Dee_Arif mengatakan...

Cluster Casa De Ramos POndok Cabe ini hunian yg nyaman ya mbak
Lokasinya strategis , mudah akses transportasinya

Nanik nara mengatakan...

Cluster Casa De Ramos Pondok Cabe ini deket kampus pusat UT ya mbak? keren ya, sudah mengusung konsep smart home, dengan harga segitu prosedur memilikinya juga nggak ribet mesti ngurus banyak berkas ke bank.

Saya termasuk yang sudah nikah dan belum punya rumah mbak

Rach Alida Bahaweres mengatakan...

Bagus nih mba jika ada klusternya ramah anak dan juga fasilitasnya lengkap ya mba. Btw tapi memang kondisi sekarang kadang bikin orang tuh jadi mudah cemas, mba :)

lendyagassi mengatakan...

Bermacam-macam memang pandangan mengenai orang menikah. Apalagi kalau melihat dari sisi idol atau aktor. Tapi beberapa idol keshayangan aku malah sejak usia 20 tahun sudah mulai menabung untuk masa depan bersama keluarganya kelak.
Belum ada bayangan juga kalo ia akan bersama siapa.

Mungkin ini kembali lagi seperti doktrin dalam sebuah keluarga yaa..
Ada yang terbentuk dan bisa berubah seiring dengan lingkungan.

Larasatinesa mengatakan...

Aku sih nikah dulu oke, rumah dulu oke. Ya gimana rejekinya aja yang duluan. Btw jadi inget drakor Happiness juga, pura-pura nikah demi dapet rumah tunjangan pegawai negeri. Ealah apartment-nya dikepung zombie. Wkwk.

gustiyeni mengatakan...

Kalau aku ga pengen tinggal di LN maak, sebagus bagusnya foto ketika salju datang tapi tidak sebagus pengalamannya kena air bevek -bevek

Milda Ini mengatakan...

Karena rumah itu penting saat hendak menikah hal itu juga yang didiskusikan dengan pasangan agar segera punya rumah setelah menikah

Siti Hairul Dayah/ catatansiemak mengatakan...

Kawasan Pondok cabe ini terhitung strategis ya untuk kawasan Jakarta. Pilihan bagus untuk para pasangan muda.

Wiwied Widya mengatakan...

Menurutku pertimbangan menunda nikah karena rumah itu realistis sih. Kan puyeng juga kalau udah nikah, udah punya anak masih ribet ama urusan tempat tinggal. Padahal urusan biaya sekolah dan biaya sosial juga nggak sedikit. Setidaknya akalau nikah udah punya rumah yang layak tuh bisa lebih ayem gt

Dian farida ismyama mengatakan...

Wah aku beneran baru tahu lho kalau orang Korea enggan menikah salah satunya karena rumah. Dan harga rumah semahal itu di sana. 11-12 sih sama kondisi Jakarta. Makanya pada punya rumahnya di Bodetabek. Cluster Casa De Ramos Pondok Cabe ini harganya msih masuk akal dengan penampakan sebagus itu. Aku mau cek lebih detail ah spek nya

gustiyeni mengatakan...

Kembali ke pola pikir atau pola asuh dalam keluarga ya maak.
Bikin skala prioritas tak lupa rajin berbagi biar rejeki di cukupkan.

Syarifani mengatakan...

Hidup di Korea itu kompetisi dan pressurenya gede dari sejak sekolah sampai dewasa. Jadi kalau ngga bisa sukses, juga akan dipandang sebelah mata sama orang lain. Mungin kalau hidup disana, aku udah kibarin bendera putih, ngga kuat. Kudu kerja rodi biar bisa hidup di Seoul yang serba mihil itu.

April Hamsa | Parenting Blogger keluargahamsa.com mengatakan...

Hehehe aku juga nonton video Hansol yang itu dan mungkin krn beda budaya atau mungkin engaruh kepercayaan kita sbg org Islam jg ya, jd kyknya yg diceritain Hansol tu susha kita terima, begitu pula sebaliknya yg kita pikirkan jg susah ditermi org Korea wkwk
Soal rumah nih zaman skrng kyknya makin mudah, suku bunga lg turun dan ada free subsidi pembiayaan dr pemerintah.
Wah apalagi rumah syariah, asal pengem,bangnya terpercaya udah enak banget tu beli rumah kyk gtu

Helenamantra mengatakan...

huwaaa jadi begitu ya di Korea, mirip Jepang untuk urusan fokus ke pekerjaan.
harga rumahnya ampun deh bahkan untuk sekelas apartemen, apalagi rumah tapak
kalau Korea yang pinggiran itu gimana ya? apa budaya menikah di usia 20-30 ada?

Mirna Rahayu mengatakan...

Tapi mba nyatanya ada loh yang begitu di Indonesia, aku contohnya wkwkwkw... Ortuku izinin nikah muda kalau bisa beli rumah eh akhirnya beli lah pak su saat masih jadi pacar wakt itu wkwkwk... itu kek tanda keseriusan gitu loh walau rumahnya sekarang ga berpenghuni wkwkwk. Aku setuju dengan cemaslah sewajarnya,, mungkin ini perlu diberikan kepada ortu sih ,, saat menikah menurutku rejekinya beda, itung2annya jadi beda dan lebih matang saat membeli rumah jadinya...

Nia K. Haryanto mengatakan...

Iya ya, di banyak drama korea, banyak yang menyiratkan kalo mau nikah, mereka kudu punya rumah dulu. Di sini juga ada juga yang begitu. Tapi aku sih, menganut ajaran nikah aja deh. Yang penting kedua belah pihak saling terbuka. Dan lalu bekerja keras untuk punya rumah bersama. Toh ada KPR dan apartmen yang bisa sewa dan dicicil ya. :D

Komentar saya moderasi. Tinggalkan jejakmu di sini, Teman!