Explore the blog
Kamis, 27 Januari 2022

Review Omnibus Short Film

Pernah salah naik kendaraan umum? Bagaimana rasanya?

Bonjour! Dalam hidup, pastinya kita pernah mengalami kekeliruan termasuk dalam hal naik kendaraan. Jika saat salah dan segera tersadar, mungkin tidak masalah. Lalu bagaimana jika kendaraan tersebut tak bisa berhenti secara tiba-tiba? Inilah yang dialami oleh Jean-Louis Martichoux dalam Omnibus Short Film.

omnibus short film

Jean-Louis Martichoux biasanya naik kereta api yang sama dan turun di Cateau. Sayangnya hari itu jadwal telah berubah dan kereta akan berhenti di Desvres. Membayangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi, pria itu meminta Kondektur untuk memberhentikan kereta. Dapatkah ia melakukannya?

Judul asli: Omnibus
Sutradara: Sam Karman
Naskah: Christian Roth, Sam Karmann
Sinematografi: Daniel Diot
Musik: Jean Mallet
Penyunting: Robert Rongier
Suara: Laurent Poirier, François Groult
Produksi: Lazennec - Adeline Lecallier, Stephanie Carreras
Pemeran: Daniel Rialet, Jacques Martial, Christian Rauth, Brigitte Auber, Patrick Janain
Bahasa: Prancis

Omnibus Short Film By Sam Karman


omnibus by sam karman

Entah kapan tepatnya, tapi saya mendapatkan informasi soal film pendek Omnibus ini dari salah satu komentar di Twitter. Katanya film ini bagus dan lucu. Langsung saya cari dan ternyata dari Prancis. Sepertinya saya belum pernah nonton film dari negara ini. Kalau yang bersetting di sana sih sudah. Salah satunya drama The Package.

Kebetulan ada My French Film Festival yang ternyata sudah ada sejak 12 tahun yang lalu. Festival film berbahasa Prancis ini ngasih kesempatan kita pengguna internet di seluruh dunia, untuk berbagi antusiasme terhadap sinema Prancis termasuk Omnibus Short Film By Sam Karman. Layanan ini bisa kita dapatkan sejak 14 Januari sampai 14 Februari 2022.

my french film festival

Kembali ke Omnibus Short Film ya. Jadi sebenarnya Jean-Louis Martichoux ini biasa naik kereta di jam yang sama dan turun di Cateau. Di hari naas itu, ternyata jadwal dimajukan sehingga dia naik kereta yang menuju Desvres. Saat Kondektur meminta tiket, dia bingung dong karena merasa benar.

Kondektur meminta pria tersebut untuk membayar denda dan nanti bisa naik bus untuk kembali. Dibayar sih, tapi sambil bisik-bisik minta diturunkan di Cateau. Lha gimana ceritanya kereta tiba-tiba nurunin penumpang? Kan enggak bisa ya.


Dalam keputusasaan, Jean-Louis Martichoux curhat pada Kondektur kalau dia akan terlambat jika kereta itu tidak berhenti. Lalu dia akan dipecat, diceraikan istri. Yang lebih menyedihkan, mungkin dia akan kehilangan hak asuh anaknya. Pokoknya dia membayangkan semua hal buruk yang mungkin terjadi.

Karena rasa iba, akhirnya Kondektur mengizinkan Jean-Louis Martichoux untuk menemui Errol, sang Masinis untuk meminta secara pribadi. Pertanyaannya, apakah mungkin kereta akan berhenti? Tentu saja tidak. Namun Masinis memberikan ide agar laki-laki itu bisa turun di Cateau. Dengan cara apa? Tonton sendiri Omnibus Short Film ini, hehehe.

Omnibus Short Film 1992


omnibus short film 1992

Omnibus 1992 dengan durasi 8 menit 45 detik ini membuat saya ikut terhanyut dengan kisah singkat Jean-Louis Martichoux. Bagaimana lagi? Daniel Rialet memainkan ekspresi dengan sangat baik. Dan berada di akhir, entah mengapa saya tertawa sendiri. Ya ampun! Benar-benar komedi yang aneh, tapi nyata. Cerdas sekali! Pantas saja film ini memenangkan Film Pendek Palme d'Or di Festival Film Cannes 1992 dan Oscar pada tahun 1993 untuk Subjek Pendek Terbaik.

Sebenarnya saya sedikit mengerti tentang kekhawatiran Jean-Louis Martichoux yang salah naik kereta. Pekerjaan untuk banyak orang adalah hal yang penting. Terlambat masuk bisa kena tegur bahkan pemecatan. Lalu efek lain seperti domino mungkin akan terjadi dan bisa saja lebih buruk.

Lalu apakah saya pernah mengalami salah naik kendaraan?

 

lampu merah jalan batangan pati

Pernah, bukan kereta tapi bus. Februari 2020 sebelum pandemi, saya mengikuti Seminar Pariwisata di Rembang. Saat ada acara di daerah tersebut, saya suka mampir dolan ke rumah Mbak di perbatasan Pati dan tanggal 26 Februari saya baru pulang ke Jepara. Biasanya saya naik bus Indonesia Jepara Surabaya yang datang kurang lebih jam 5 sore.

Dari jam 4 sore saya sudah rapi, pamitan dan diantar sama Mas ke jalan raya Batangan. Nunggu lama banget sampai bosan dan ternyata sudah jam 5 lebih. Enggak mungkin kelewatan, tapi bisa jadi busnya terlambat. Pertanyaannya, kapan? Bisa kemalaman saat pulang. Akhirnya bus Indonesia muncul dan saya langsung naik.

Saat duduk manis di dalam bus dan mau tidur, Kernet bus ngomong, Semarang-Semarang. Auto panik dong. Ternyata saya salah naik. Saya benar-benar tidak tahu apakah saya yang salah dengar atau lainnya. Akhirnya saat magrib saya turun di depan Masjid Besar Al-Mukarromah Juwana untuk menunggu bus ke Jepara.

masjid besar al mukarromah juwana

Tahu enggak sih? Sebenarnya saat masa menunggu bus di Batangan, saya teringat drama Korea Crash Landing on You. Di episode terakhir ada adegan salah naik kereta, tapi akhirnya bisa bertemu di tempat yang benar. Sekilas saya mengandai, bagaimana jika saya salah naik? Dan Gusti Allah mengabulkan. Itu bercanda ya, Allah, hwa!

Kalau diingat, ternyata lucu juga. Namun sebaiknya kita berprasangka baik saja. Pas keinginan absurd terkabul, kan jadi kebingungan sendiri kaya saya, hehehe. Alhamdulillah waktu itu saya sampai Jepara dengan selamat sekitar jam 9 malam. Kalau tidak salah, saya naik bus Hartono dan itu yang pertama dari arah Surabaya. Ternyata di daerah timur sedang ada perbaikan jalan. Makanya semua jadi terlambat. Miriplah dengan kisah Omnibus Short Film ini. 

Hikmah dari Omnibus Short Film By Sam Karman dan kisah saya adalah pengingat kita untuk teliti di mana pun dan kapan pun. Cek jadwal, kendaraan dan lainnya agar tidak keliru. Ya walaupun kadang-kadang kesalahan itu ada manfaatnya juga, tapi kan kita tidak sering beruntung seperti itu.

Sekian dulu Review Omnibus Short Film dari saya. Meski sudah 30 tahun, saya sangat merekomendasikan Film pendek komedi dari Sam Karman ini. Ada yang sudah nonton? Atau punya kisah salah naik kendaraan? Coba share di kolom komentar ya!

Sampai jumpa. Happy blogging!

Sumber gambar:
www.myfrenchfilmfestival.com

Whould you like to comment?

  1. Keren sepertinya nih jd pengen nonton deh...8 menit ya filmnya lumayan pendek tp bikin penasaran... Ada di YouTube kah? 😅

    BalasHapus
  2. Bener banget cek jadwal dan harus tau dulu transportasi apa yang harus kita naik. Aku biasanya kalau mau pergi ke luar kota apalagi naik pesawat itu entah kenapa ga bisa tidur dan pasti pasang alarm juga. Pernah waktu ke Gorontalo dapat pesawat ga pagi-pagi amat sih tapi karena takut ketinggalan akhire milih nginep di Bandara 😅

    BalasHapus
  3. kalau salah naik kendaraannya itu naik bus atau angkot mah gampang ya mba, tinggal minta berhenti aja langsung. eee.. tapi kalo naik kereta gitu gimanaaa??? jadi kepo gimana caranya dia turun? apakah loncat?? duh ngeri.. :D

    BalasHapus
  4. Salah naik kendaraan itu pastinya bikin panik, ya, Mbak. Saya juga pernah salah naik jurusan angkutan kota. Tapi berusaha tenang dan gak nujukkin kalau salah naik hihihi..turun di tempat yang dikenali trus ganti angkot lain. :)

    Gak kebayang kalau salah naik kereta api. Gak bis turun sembarangan, paling turun di staiun berikutnya ya...
    Penasaran dengan cerita di filmnya, gimana pemecahan masalahnya ya...

    BalasHapus
  5. haha, aku pernah ini salah bus waktu tinggal di jakarta, karena memang sekolahku dulu dilewatin beberapa bus, jadi kalo ga jeli melihat angka bus dan rute nya ya sudah, wasalam :)) sebel sih kalo salah bus itu, buang2 waktu dan tenaga xD

    BalasHapus
  6. Aku walau sering naik kereta, tetap aja pernah ngalamain salah naik kendaraan umum. Khususnya commuterline. Harunya ke jalur dua misalnya, aku ke jalur 3. Lalu lanjut lagi salah naik juga. Akhinya harus balik lagi ke stasiun awal juga karena selain salah jjalur, ya salah jurusan

    BalasHapus
  7. Kisahnya sederhana yaa...
    Mengenai orang yang salah naik kendaraan (kereta), tapi jadi kisah menarik. Iya juga yaa.. Ketika kita melakukan sebuah human error, yang dirugikan gak hanya diri sendiri, tapi juga orang lain yang terkait.

    Aku pernah..
    Salah naik bis pas di Jakarta. Bukannya turun, karena bisnya nyaman ((AC nya dingin bet)), aku sama masku terus-terusin aja. Toh nanti sampai juga ke tujuanku. Walau menghabiskan waktu perjalanan 4 jam hanya untuk sampai ke tujuan dalam kota.

    Jekarda gituu..
    Gak ada yang dekat kalau naik kendaraan umum. Huhuu...jaman dulu sik..
    Jaman sekarang uda banyak banget pilihan kendaraan massal yang cepet dan terjangkau.

    Menyenangkan!

    BalasHapus
  8. Aku tuh ga suka film Perancis karena bahasanya kaya asing gitu. Tapi kok baca postingan ini malah jadi penasaran ya. Terlebih latarnya tahun 1992. Penasaran deh mba

    BalasHapus
  9. Wow 8 menit saja, waktu yang singkat dan aku jadi penasaran, Ji, semenarik apa berani menyuguhkan sepedek itu waktunya. Apalgi latar 1992, masa aku SMP jadi kangen jaman itu

    BalasHapus
  10. Aku pernah salah naik kendaraan waktu di Malaysia. Salah jalur malah jadi ntah kemana-mana hahaha..

    BalasHapus

Tinggalkan jejakmu di sini, Teman