Explore the blog
Kamis, 08 Oktober 2020

Review Drama Jepang Watashitachi wa Douka Shiteiru

Bismillaahirrahmaanirrahiim.... 

Apa yang kamu lakukan jika Teman masa kecil mengajakmu menikah? Bagaimana jika dia juga yang mengacaukan hidupmu? 

Konnichiwa! Setelah sekian lama akhirnya saya nonton dorama lagi. Tidak ada alasan khusus, mungkin sedang bosan nonton drama Korea, hahaha. Ternyata Watashitachi wa Douka Shiteiru atau Cursed in Love ini cukup menarik perhatian saya.

watashitachi-wa-douka-shiteiru

Pada saat kompetisi kembang gula Jepang, Hanaoka Nao kembali bertemu dengan teman masa kecil sekaligus cinta pertamanya Takatsuki Tsubaki. Dulu mereka sama-sama menghabiskan beberapa waktu di Kogetsuan, sebuah toko penganan tradisional Jepang yang sudah lama berdiri.

Siapa sangka Tsubaki memintanya menikah di pertemuan pertama mereka setelah sekian lama. Tsubaki tidak menyadari bahwa Hanaoka Nao adalah Sakura, Teman masa kecilnya. Mereka terpisah setelah Ayah Tsubaki terbunuh dan Ibu Nao jadi tersangka berdasarkan pernyataan Tsubaki.
 

Bagaimana jadinya jika Nao menerima permintaan Tsubaki dan pergi ke Kogetsuan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada 15 tahun lalu untuk membuktikan Ibunya tidak bersalah? Akankah Nao menemukan kebenarannya atau justru Tsubaki lebih dulu mengetahui siapa dirinya?

Native Title: 私たちはどうかしている
Also Known As: There's Something Wrong With Us, We Are Not Ourselves, Cursed in Love, Watashi-tachi wa Doka Shiteiru
Director: Inomata Ryuichi, Akashi Hiroto, Komuro Naoko
Screenwriter: Eto Rin
Genres: Suspense, Mystery, Psychological, Romance, Drama
Tags: Adapted From A Manga, Murder, Food, Arrogant Male Lead, Revenge, Childhood Friends, Marriage, Ando Natsumi, Incident, Reunite
Country: Japan
Type: Drama
Episodes: 8
Aired: Aug 12, 2020 - Sep 30, 2020
Aired On: Wednesday
Original Network: NTV
Duration: 60 min
Cast:
Hamabe Minami - Hanaoka Nao
Yokohama Ryusei - Takatsuki Tsubaki
Takasugi Mahiro - Jojima Yusuke [Apprentice craftsman at Kogetsu An]
Kishii Yukino - Hasegawa Shiori [Tsubaki's fiancee]
Wada Soko - Yamaguchi Koichi [Craftsman at Kogetsu An]
Okabe Takashi - Tomioka Masaru [Craftsman at Kogetsu An]
Maehara Kou - Abe Daigo [Apprentice craftsman at Kogetsu An]
Kusano Taisei - Sugita Ayato [Apprentice craftsman at Kogetsu An]
Yamazaki Ikusaburo - Takigawa Kaoru [Mysterious man]
Sudo Risa - Miyabe Yuko [Owner of a small restaurant]
Nakamura Yuri - Okura Yuriko [Nao's mother]
Suzuki Nobuyuki - Takatsuki Itsuki [Tsubaki's father]
Sano Shiro - Takatsuki Sojyuro [Tsubaki's grandfather]
Mizuki Alisa - Takatsuki Kyoko [Tsubaki's mother]
Miyazaki Ayumu - Hanaoka Nao [Young]
Morishima Ritsuto - Takatsuki Tsubaki [Young]
Kojima Fujiko - Sayama Mayu [Bride]
Matsuura Miyabi - Nishimura Satomi [Mayu's friend]
Yuki Kousei - Endo [Nao's Senpai]
Ito Masayuki - Hasegawa Kenzo [Shiori's father]
Nakanishi Miho - Hasegawa Yukari [Shiori's sister]
Aoshima Kokoro - Hasegawa Saori [Shiori's sister]
Minemura Rie - ["Shirafujiya" store owner]
Morita Kanro - Shibamoto
Kodama Raishin - [Kogetsu An regular customer]
Maruyama Tomomi - Takigawa Hideyuki
Kurosaka Mami - Takigawa Miyuki
Takatsuki Sara - Matsubara Misuzu
Morioka Yutaka - [Yusuke's father]
Haruki Misayo - Kijima Akiko [Yusuke's mother]
Osada Seiya - Kadokura

 

Review Japanese Drama There's Something Wrong With Us


theres-something-wrong-with-us

Ketika di awal-awal muncul info drama Jepang Watashitachi wa Doka Shiteiru, sebenarnya saya tidak terlalu tertarik. Pertama karena genrenya Suspense, Mystery, Psychological, Romance, dan Drama. Sebagai Pecinta Romansa komedi, ketemu genre kaya gini jelas berat meski saya sudah beberapa kali nonton drama Psychological seperti Soul Mechanic atau yang agak berat It's Okay to Not Be Okay

Setelah mencoba satu episode, ternyata ada hal-hal yang cukup menarik perhatian saya di drama Watashitachi wa Douka Shiteiru dan saya putuskan untuk melanjutkannya. Resmi deh drama ini jadi pilihan saya setelah review dorama Love Lasts Forever dan This Guy is The Biggest Mistake in My Life.


There's Something Wrong With Us diadaptasi dari manga series "Watashitachi wa Douka Shiteiru" karya Natsumi Ando. Diceritakan bahwa ada toko manisan tradisional Jepang bernama Kogetsuan. Di keluarga mereka punya Putra berusia 6 tahun bernama Takatsuki Tsubaki. Okura Yuriko, Ibu Hanaoka Nao datang ke Kogetsuan sebagai pembuat manisan. Mereka juga tinggal di sana. Tsubaki dekat dengan Nao karena seumuran dan selalu memanggilnya dengan nama Sakura.


Pada suatu pagi, Tsubaki menemukan Ayahnya meninggal bersimbah darah. Tsubaki ingat pada malam hari dia memergoki Ayahnya dan Ibu Nao bersama. Jadi ketika ditanya siapa yang melakukannya, Tsubaki menjawab bahwa Yuriko lah pelakunya dan menyebabkan wanita itu jadi tersangka. Nao sendiri juga pergi dari Kogetsuan dengan luka apalagi Ibunya akhirnya meninggal saat di penjara. 

Setelah 15 tahun, Nao juga menjadi pengrajin Manisan Jepang. Pada suatu ketika, Nao ditawari Temannya, Sayama Mayu untuk mengikuti kompetisi pemilihan manisan pernikahan. Awalnya Nao menolak karena lawannya adalah Takatsuki Tsubaki dari Kogetsuan. Dia tidak siap jika bertemu laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya. Tapi karena dia kehilangan pekerjaan, akhirnya Nao mencoba peruntungan dan mengikuti kompetisi.


Semua orang suka manisan buatan Nao. Tapi karena koneksi yang sudah lama terjalin, akhirnya Kogetsuan yang menang. Nao pergi, tapi dihadang oleh Tsubaki. Siapa sangka, laki-laki itu mengajaknya menikah. Menyembunyikan identitasnya, Nao datang ke Kogetsuan untuk mencari tahu kebenaran peristiwa 15 tahun lalu. Dan saat itu, ternyata Tsubaki akan melakukan upacara pernikahan dengan Hasegawa Shiori.


Otomatis semua orang heboh karena kejadian itu. Apalagi Tsubaki memilih Nao untuk jadi istrinya. Takatsuki Kyoko, Okami di Kogetsuan sekaligus Ibu Tsubaki jelas tidak tidak menyukai keputusan Putranya. Jadi dia melakukan banyak cara untuk mengusir Nao dari Kogetsuan juga hati Tsubaki. 

Apakah Tsubaki membiarkan Ibunya melakukan itu?


Oh jelas tidak. Setelah beberapa waktu, Tsubaki merasa jatuh cinta pada Nao yang berani bahkan bisa meluluhkan hati Kakek yang menolak mengakui Tsubaki sebagai pewaris Kogetsuan. Nao sendiri juga jatuh hati pada Tsubaki meski ada sedikit rasa takut mengecewakan Ibunya.


Ketika upacara minum teh untuk menyambut hari pernikahan Nao dan Tsubaki, terjadi kebakaran di Kogetsuan. Saat itu karena tipu muslihat Kyoko, Nao akhirnya mengakui bahwa dia adalah Sakura yang Ibunya jadi tersangka pembunuhan dan Tsubaki mendengar itu. Tsubaki marah dan Nao berusaha membujuk dengan menunggu laki-laki itu menghampirinya. Tapi Tsubaki tak pernah datang. Padahal Nao ingin mengatakan yang sebenarnya. Setelah itu mereka pun terpisah.


Apa yang sebenarnya terjadi pada Tsubaki? Apakah Nao akhirnya mengubur keinginan untuk membersihkan nama Ibunya? 

Terkadang ada sesuatu yang tak kita ketahui dari luar. Yakni, cinta yang dipersembahkan di bagian dalam

 

Drama Cursed in Love


cursed-in-love

Bagi saya, cerita We Are Not Ourselves ini sebenarnya tidak terlalu rumit dan lumayan klise. Cinta masa kecil, berpisah dan ketemu gedhe. Bedanya sih karena ada kasus pembunuhan yang menyebabkan mereka terpisah. Nao jadi anak tersangka dan Tsubaki anak korban. Mau jatuh cinta ya ribet jadinya. Kaya drama Korea Come and Hug Me, iya kan?!

Adakah balas dendam yang terjadi?


Oh tidak. Tsubaki dan Nao saling jauh cinta. Nao sendiri karakternya polos, dia hanya ingin tahu kebenaran bukan yang membuat laki-laki itu jatuh cinta lalu mematahkannya. Kyoko memang menghalangi, tapi dari mereka berdua yang saling menyakiti. Meski begitu, ternyata mereka juga ingin membebaskan orang yang mereka cintai.


Saking klisenya, saya bisa menebak bahwa sebenarnya Sakura itu Putri kandung Ayahnya Tsubaki sementara Tsubaki itu bukan anak kandung. Dia anak Kyoko dari pria lain. Makanya Kakeknya itu marah dan tidak mengakui Tsubaki sebagai Penerus. Kakeknya juga minta Tsubaki untuk mencari Sakura karena tahu dia cucu aslinya.


Tsubaki sangat ingin mewarisi Kogetsuan sesuai apa yang sering Ayahnya bilang. Bagi Tsubaki, Ayahnya adalah panutan. Ketika menemukan Pria yang dikaguminya bersama perempuan lain, Tsubaki kecil merasa hancur apalagi saat menyadari bahwa dia bukan putra kandung Ayahnya.


Nao sendiri awalnya tidak tahu apa-apa. Dia datang ke Kogetsuan untuk mencari kebenaran pembunuhan. Tapi kemudian dia menemukan apa yang Ibunya simpan termasuk hasil tes DNA miliknya dan Tsubaki. Dari situ akhirnya dia pun tahu. Namun, memendamnya sendiri karena tahu Tsubaki sangat menghargai dan ingin menjaga Kogetsuan.


Dari sisi Kakeknya, akhirnya bikin surat wasiat kalau Tsubaki bisa mewarisi Kogetsuan jika cucu aslinya tidak datang. Jika ada pewaris sebenarnya, maka Tsubaki tidak bisa mendapatkan itu. Jelas saja itu membuat Kyoko marah. Dia sudah mendedikasikan hidupnya untuk Kogetsuan. 

Jika ingin melakukan sesuatu, percaya dirilah dan mewujudkannya

 

Okami no Heya, Japanese spinoff Watashi-tachi wa Douka Shiteiru



Dalam side story The landlord's room atau 女将の部屋 ini diceritakan bahwa Kyoko melakukan 'hasutan' pada beberapa orang. Tujuannya jelas untuk Putranya Tsubaki dan menjatuhkan Nao tentunya. Bagi saya, Kyoko ini tidak jahat. Hanya egois dan licik saja. Apa bedanya ya? Hahaha.


The Landlady's Room, Kyoko induk semang Kougetsuan merupakan wanita kelas atas yang dijodohkan dengan Takatsuki Itsuki. Mendedikasikan hidupnya, Kyoko malah mendapatkan pengkhianatan. Itsuki sudah lama jatuh hati pada Okura Yuriko bahkan laki-laki itu menginginkan perceraian. Tak ingin berpisah, Kyoko berpikir asal ada anak, semua akan beres meski bukan anak Itsuki.


Kyoko hanya istri yang terluka. Dia membesarkan Tsubaki untuk jadi penerus Kogetsuan hingga melakukan banyak cara. Begitu saja sebenarnya. Perkara akhirnya suaminya terbunuh, itu jadi cerita lainnya. Siapakah pembunuh dan alasan di belakangnya? Hohoho, nonton Watashitachi wa Douka Shiteiru sendiri ya! 

Kental Kebudayaan Jepang di Dorama Watashitachi wa Douka Shiteiru


私たちはどうかしている

Salah satu alasan kenapa akhirnya saya nonton Cursed in Love meski bukan genre favorit dan hanya tahu pemeran Yuriko, Nakamura Yuri karena pernah bermain di Good Doctor adalah karena budaya di drama ini tuh lumayan kental. Orang-orang di zaman modern kaya gini masih pakai pakaian tradisional Jepang kaya Kimono, Yukata, atau Haori. Saya tidak terlalu paham bedanya sih. Intinya mereka tidak memakai pakaian umum. Mana bajunya cantik-cantik. Ada saat Yokohama Ryusei alias Tsubaki waktu pakai jas hitam. Lah, ganteng banget! 

Hal lain yang menarik dari Watashitachi wa Douka Shiteiru itu pengetahuan tentang Wagashi (和 菓子) yang adalah kue atau permen tradisional Jepang yang biasanya disajikan dengan secangkir teh hijau. Kalau di Indonesia semacam jajanan pasar kaya Klepon, Cenil, Lapis, Onde-onde dan teman-temannya. Manisan Jepang ini karena belum pernah makan, saya tidak bisa bilang oishii. Kalau dari drama We Are Not Ourselves ini, saya malah selalu bilang kawaii. Asli imut banget dan malah sayang kalau dimakan.


Tiap episode dari There's Something Wrong With Us ini banyak sekali menyajikan Manisan Jepang yang imut-imut. Bukan hanya namanya sih, tapi juga semacam filosofi tentang manisan itu. Cara membuat, iya meski sebagian saja. Kan memang bukan MasterChef ya, hahaha. Beda sih sama drama Korea yang bahas makanan kaya Let's Eat 3 atau Dae Jang Geum is Watching

Manisan Jepang tidak hanya menyampaikan rasanya saja. Namun juga mengingatkanmu saat memakannya, bagaimana perasaanmu saat itu, dan di situ pasti ada kenangan yang berharga

 


Ada manisan yang pertama kali menarik perhatian saya yaitu manisan dari Nao untuk Satomi yang berbentuk Mejiro. Itu merupakan burung dengan suara indah yang disebut golden soprano. Satomi ini ceritanya Penyanyi gitu.


Lalu ketika di kompetisi kembang gula Jepang, Tsubaki membuat Bunga Sakura Tinta Terang. Sakura Pucat itu istimewa. Merah muda saat kuncup, dan saat mekar sepenuhnya akan berwarna merah muda. Cocok untuk pernikahan sekali seumur hidup.


Nao sendiri membuat Daun Bunga Sakura. Yang terkenal dari Sakura adalah warna merah muda yang terpancar saat mekar. Lalu, badai musim semi datang hingga bunga-bunga indah berguguran. Seperti menunggu, daun berubah jadi hijau dan warnanya semakin gelap, dan musim hijau yang segar menyambut. Filosofinya, walau terus mengulang hari-hari seperti itu, harapannya agar bersama selamanya dan dilimpahi kebahagiaan karena kebahagiaan sejati terdapat di keseharian.


Ketika Nao mendatangi Tsubaki, dia membawa Yokan Hitam Bulan Baru. Bulan di malam hari terutama purnama itu indah. Dengan nambah Kastanya dalam Yokan, akan mengagungkan cahaya keemasan yang mengapung dalam warna hitam legam. Malam tiada bulan, yang hanya ada kilauan bintang, jauh lebih indah. Bunga menyatukan aromanya, sampai "malam" menunjukkan esensi sejatinya.


Ada juga Monaka yang memiliki arti pertengahan musim gugur yaitu Tsubuan. Saat memakannya, itu menjadi satu dengan kulit di mulut. Tsubuan (粒 あ ん) itu Pasta kacang merah yang tebal dan pasta kacang merah dengan tekstur halus halus disebut Koshian (こ し あ ん). Tipsnya, ketika Kacang Merah telah dimasak, masukkan salame dan uleni dalam jumlah yang sama. Ketika kilau berkurang, itu adalah waktu menguleni dan jadi ungu kemerahan. Gunakan api kecil saat menguleni.


Lalu saat Upacara Hari Ayah, ada manisan Otoshibumi. Otoshibumi adalah seekor serangga yang bertelur di atas daun. Butiran kecil di atas daun gambarin telur. Saat telur menetas, daunnya melindungi anak dari musuh, dan itu seolah kita merasakan cinta Orangtua.


Manisan untuk Toko Kimono Shirafujiya berbentuk Bunga Wisteria yang memiliki arti kemakmuran keturunan 


Shimaya Warabi Mochi


Oume


Kuzusakura


Yokomochi, panganan musim gugur Jepang berbentuk Uribo


Soramei, Cahaya Langit


Tomorrow, bulan mengambang di langit malam tanpa awan. Bunga Kinmokusei 

Sudah banyak sekali kan saya nyebut nama Wagashi. Lucu-lucu juga kan bentuknya? Itu tidak semua saya sebut. Jika mau tahu lebih banyak, coba saja nonton Cursed in Love ini. Siap-siap buat ngiler!

we-are-not-ourselves

Untuk akting, saya belum bisa membandingkan karena ini kali pertama saya tonton dramanya Hamabe Minami dan Yokohama Ryusei. Tapi mereka cukup manis sih. Pas saja memainkan karakter masing-masing. Paling suka waktu mereka gandengan di tempat umum sampai dilihat orang-orang. 

Well, sekian review dorama Watashitachi wa Douka Shiteiru dari saya. Semoga suatu saat saya bisa nyobain Wagashi juga, hahaha. Sampai jumpa. Happy blogging! 

Sumber info dan gambar:
Mydramalist
https://s.cinemacafe.net/
https://www.ntv.co.jp/watadou/wagashi/

Whould you like to comment?

  1. aku drakor aja ketinggalan trus nih mbak, ini dah review jepang lagi. Hahhaha.. Btw ku jarang nonton sih, tapi suka aja kl baca review film :)

    BalasHapus
  2. Wah ternyata rumit juga ya kisahnya.
    Semoga terkabul ya, suatu saat bisa nyobain wagashi
    Egois dan licik itu ciri-ciri orang jahat juga kakak hehehe....

    BalasHapus
  3. Ya ampuuun, ini wagashi alias, manisannya unyu-unyu semua, ga tega makannya. Jadi ingat kalau makan di resto Jepang atau sush-sushi an gitu ada dijual aneka manisan kek gini...
    Ku jadi penasaran apakah akhirnya Nao dan Tsubaki bersatu ..hmm

    BalasHapus
  4. Saya baru nonton ini sampai episode 1, trus gak lanjut. Gak tau kenapa. Trus, lihat foto panganannya di sini. Waaa harus lanjutin nonton!

    BalasHapus
  5. Eh ini udah tamat kan ya? Kemarin2 udah simpen buat di download dan ditonton nanti kalo udah tamat... karena gamau ongoing kayak drama korea hehehe
    pengen spoiler cerita malah jadi kepengen wagashinyaaa.... kayaknya ga bakala tega deh makannya :"

    BalasHapus
  6. Uwuuuuu sekali bacanya asa aya cerita secanggih ini, melibatkan festival permen pula! Aku mau nonton aaah

    BalasHapus
  7. Serasa berada di Negeri Sakura nih baca tulisan mbak Jiah hehehe :) Jadi keingetan film Oshin zaman dulu deh. Wanita Jepang berkimono, ember berbahan kayu dll. Sekarang udah modern ya jadi ada perubahan. Manisan2nya lucu amat warna dan bentuknya. Jadi sayang kalau mau makan hahaha :D

    BalasHapus
  8. Bagus juga yaa baca ulasannya ini. Saya belum pernah euy mbak nonton satupun drama Jepang. Drama Korea aja barubaru nih mulai nonton.

    BalasHapus
  9. Wahh aku kok salfok ke manisannya...
    Lucu ya,, klo srlucu itu g tega makannya, hehe

    BalasHapus
  10. cursed in love, aku suka banget deh bagian yang ini, ada gemes tapi deg-degannya juga, baper pun ada

    BalasHapus
  11. Awalnya belum pernah nonton film Jepang atau Korea, tapi liat reviewnya kayanya bikin penasaran, ceritanya bagus. Lagi fokus-fokusnya sama jalan cerita eh malah dipamerin manisan Jepang, aduh mendadak ngiler. Tampilannya menggugah selera, jadi pengen stalking luamayn bisa icip-icip meskipun cuma gambarnya aja. Perpaduan yang pas, jalan cerita bagus & manisan yang keliatannya menggugah sukses bikin penasaran.

    BalasHapus
  12. Klise kalau sekadar cinta yang ketemu gede ya Jiah. Tapi konflik di sekitarnya membuat film ini unik dan bikin penasaran.

    BalasHapus
  13. aku suka mereka pakai pakaian kimono! eh tapi ga terus menerus pakai kimono kan? hanya saat upacara atau event spesial?
    trus manisannya manis banget bentuknya! jadi film ini ga hanya mengangkat misteri pembunuhan tetapi juga ada seni membuat manisan.

    BalasHapus
  14. Saya terhanyut dengan ceritanya. Kayaknya ceritanya mengalir begitu dalam tapi santai. Penasaran juga gimana penderitaan Nao selama 15 tahun itu dalam menjalani hidupnya tanpa ibunya. Menyedihkan hiks..

    BalasHapus
  15. Wah...kok kayaknya sad ending ..aku jadi sedih klo nonton drama endingnya berpisah atau ga jd nikah...

    BalasHapus
  16. Sebenarnya kisahnya menarik meskipun agak klise, tapi agak rumit juga jalan ceritanya. Mungkin karena belum menonton langsung jadi harus sambil membayang-bayangkan. Tapi saya tertarik sama tradisi dan budaya dalam doramanya. Jadi pengin nonton.

    BalasHapus
  17. Manisannya menggoda ya, aku sudah lama nggak nonton dorama, ternyata ini dari manga yaa...seru...

    BalasHapus
  18. Sementara ini belum bisa menikmati drama jepang, mba. Mungkin karena belum terbiasa ya mba. Makasih reviewnya ya

    BalasHapus
  19. well, can you watch it move from Korea to Japan and then back to Indonesia, especially to Bengkulu, hahaha

    BalasHapus
  20. Manisan Jepang aku pernah makan di upacara minum teh dan rasanya emang manis hihihi, sesuai namanya.
    Bentuknya gemesin yaa.
    Drama ini dibahas di bbrp grup tapi aku blm nonton kyknya emang kisah cinta yg berat.

    BalasHapus
  21. Ya ampun...drama Jepang unik juga ya...Manisannya bikin salah fokus..secara cakep-cakep bentuknya...Bakal hits di Indonesia kayak makanan korea gitu gak ya...

    BalasHapus
  22. Bagusnya drama ini mengeksplor budaya dan kebiasaan membuat manisan di Jepang ya. Sampai saat ini manisan seperti ini tetap dibuat dan dilestarikan.

    BalasHapus
  23. Kepo dengan jenis makanannya sangat menarik dan manisan di Jepang emang dilestarikan ya? Keren deh. Kapan nih drama Indonesia lebih banyak mengangkat kuliner ya hehe

    BalasHapus
  24. waaah ceritanya pelik banget iniii, aku pernah nonton series jepang juga tapi nggak sepelik ini ceritanyaaa.. hihihi. nanti cobain nonton juga ah kalo ada waktu luang, makasi infonya yaa

    BalasHapus
  25. Aku langsung trriiik~ pas jalan ceritanya aku baca...mirip Come and Hug Me.
    Penasaran, happy Ending gak...kaya Namu dan Nak-won.

    BalasHapus
  26. Wah aku juga barusan nonton film Jepang nih. Kalau doramanya belum sempet. Lagi milih2 nih

    BalasHapus

Tinggalkan jejakmu di sini, Teman