Explore the blog
Kamis, 11 Oktober 2018

Review Drama Jepang Good Doctor

Bismillaahirrahmaanirrahiim.... 

Apa yang kamu lakukan jika kehilangan anak yang kamu sayangi? 

Beberapa waktu lalu sepupu saya kehilangan bayi yang baru 2 hari dilahirkan. Saya tak tahu kenapa dan tak ingin bertanya. Enggak mudah melepas buah hati yang ditunggu-tunggu. Saya pikir akan terlalu kejam jika menanyakan banyak hal. Terbersit dalam pikiran, bagaimana jika ada Dokter seperti Shindo? 


Konnichiwa! Saya mau tarik napas dulu. Jujur, saya jarang nonton drama Jepang. Saya lebih suka animenya seperti Special A atau Kaichou Wa Maid Sama. Dulu pernah lihat Itazura Na Kiss. Dan kali ini Good Doctor Jepang cukup menguras emosi.


Minato Shindo adalah anak dengan sindrom savant. Ingatannya luar biasa, tapi dia sedikit kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Ketika kecil, dia dan Kakaknya mengalami kecelakaan. Dokter Akira Shiga menolongnya dan Shindo selamat. Karena Ayah Shindo berkelakuan kurang baik, akhirnya dia dirawat oleh Dokter Shiga. 

Dokter Shiga melihat kemampuan luar biasa Shindo dan mendukung cita-citanya untuk menjadi dokter bedah anak. Setelah melanjutkan pendidikan, Dokter Shiga menyarankan Shindo bekerja di departemen bedah anak di mana Dokter Shiga menjadi direkturnya. 

Tak mudah bagi Shindo bekerjasama dengan orang lain begitu juga dokter-dokter serta orangtua pasien yang tak percaya dengan kemampuan Shindo. Bisa kah dia membuktikannya? 

Drama: Good Doctor
Romaji: Guddo Dokuta
Japanese: グッド ドクター
Director: Hiro Kanai, Hideyuki Aizawa
Writer: Yuichi Tokunaga, Haruka Okita
Network: Fuji TV
Episodes: 10
Release Date: July 12, 2018 - September 13, 2018
Runtime: Thursdays 22:00
Language: Japanese
Country: Japan
Cast:
Kento Yamazaki
Juri Ueno
Naohito Fujiki
Akira Emoto
Itsuji Itao
Yuri Nakamura
Shigeyuki Totsugi
Kenta Hamano 

Review Japanese Drama Good Doctor 


Drama ini diadaptasi dari drama Korea populer Good Doctor 2013 yang dibintangi Joo Won. Kemudian ini juga diadaptasi negara Barat dan sama populernya. Untuk yang Korea ada 20 episode sementara versi Jepang 10 episode. Saya kira ya 5 minggu kelar. Eh ternyata seminggunya 1 episode, mana yang ngesub lama sekali, hahaha. 

Saya pernah dengar bahwa anak-anak autis itu punya kemampuan berbeda dan luar biasa. Untuk Sindrom savant adalah kondisi seseorang yang mampu memperlihatkan kapasitas yang ajaib dan mendalam jauh melebihi batas normal. Manusia dengan sindrom savant bisa jadi memiliki kelainan dalam perkembangan saraf, terutama gangguan spektrum autisme, atau bahkan cedera pada otak (Wikipedia). Dalam kasus Shindo, dia sangat pandai dalam menghafal.


Permasalahannya, dokter itu bukan hanya tentang hafalan kasus penyakit atau lainnya, tapi juga butuh interaksi antara pasien, perawat dan dokter itu sendiri. Makanya ketika ada Shindo dengan pikiran kekanak-kanakannya, ini sangat jadi PR besar untuk dokter lain seperti Natsumi Seto dan Seiji Takayama. Departement bedah anak ini tempat Shindo mendewasakan diri dan juga pelajaran besar bagi dokter lain. 

Saya baru sadar bahwa dunia anak yang sepertinya hanya ada bahagia ternyata tidak semudah itu. Ketika mereka menjalani pengobatan bahkan operasi, banyak hal yang harus dipikirkan. Seperti kulit anak yang tidak sama dengan orang dewasa, jaringan tubuhnya, dan juga pemikiran pasca operasi yang akan memengaruhi mereka saat dewasa. Dan meski hanya 10 episode, drama ini sukses membuat saya menangis setiap minggunya. 

Apakah semua dokter menyelamatkan hidup pasien?


Tidak. Tapi mereka akan berusaha memberikan yang terbaik. Good Doctor ini juga memberikan gambaran bagaimana sebenarnya kehidupan keluarga juga akan banyak berubah. Penting bagi kita untuk tetap optimis, memberikan keyakinan untuk bertahan hidup. 

Saya tidak tahu apakah menangis artinya drama itu bagus. Tapi jika ingin melihat bagaimana kita harus menghargai hidup apalagi anak-anak yang jalannya masih panjang, kalian harus nonton drama Good Doctor ini. 

Ada yang sudah nonton Good Doctor juga? Kalian suka yang versi yang mana? Share pendapat kalian ya! 

Sayonara. Happy blogging!

Would you like to comment?

sibocahlaliomah mengatakan...

Emmm ada komiknya tuh, kurang lebih ceritanya sama seperti ini, emmm tapi lupa nama komiknya.. Ahihihi... Tapi bagus emnk...

Inda Chakim mengatakan...

Aku baru nonton yg versi korea mbk jiah. Tp maulah nonton yg ini juga, dr review dikau ini mbk, kayaknya film ini nggak kalah cakep sm yg versi korea.

Rani Yulianty mengatakan...

Baca review-nya kayaknya ada versi Koreanya ya yang diperanin sama Jo Woon, belum nonton dorama ini, salut deh sama Jiah yang koleksi tontonannya yahuud

Eryvia Maronie mengatakan...

Suka banget ya nonton drama kayak gini mbak ��
Saya teteup sukanya nonton film bule-bule kece, hehe..

Mechta mengatakan...

Nah..saya jadi penasaran juga nih..

Echi Mustika mengatakan...

Aku nonton yg versi koreanya, semua rasa jadi satu sebel, terharu dan sedih film gado-gado banget deh kalo versi indonesia ada ngga ya? ?

Helenamantra mengatakan...

berhubung keluarga ada yang menjadi dokter jadi aku ngerti gimana mereka berkorban untuk pasien dan keluarga. Kadang tengah malam keluar rumah karena mendadak ada operasi. So, pekerjaan dokter sangat berjasa.

Ira Hamid mengatakan...

belum nonton dorama ini. Dorama terakhir yang saya nonton itu We Married as Job yang agak mirip-mirip drakor this is my first life :)

Yoanna Fayza mengatakan...

Kalau dokter di Indonesia semua kayak gini, bisa makin banyak orang Indonesia yang penyakitan, biar ada alasan lama lama stay di RS :)))

Leyla Hana mengatakan...

Wah ini ternyata mengadaptasi drakor ya padahal biasanya drakor yang mengadaptasi drama jepang.

Diyanika mengatakan...

Mbak Jiah ki ancen emboh kok. Yang film kemarin saja aku belum nonton, ini malah ada review film kece lagi. Ya Allah, aku teracuni banget. Aku kalau pas selow mesti buka HP, kebetulan providerku ngasih gratis nonton film di suatu aplikasi. Hahaha. Teracuni banget kan diriku.

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

Banyak juga versi adaptasinya. berarti drama ini memang bagus ya...
Yang paling disukai dari drakor atau drama jepang, suka ngebahas profesi tertentu. Jadi kita bisa lebih tau mengenai suatu profesi.

Rach Alida Bahaweres mengatakan...

Aku lagi nyari pilihan drakor. Kemarin baru selesai My Secret Romance. Penasaran ah mau mencoba nonton Good DOctor ini

Hidayah Sulistyowati mengatakan...

Ahhhh kalo Good Doctor ini sih aku ngikutin, eh tapi kadang bolong2 karena pas sedang pergi. Trus ntar aku putar aja di TV on demand, hahahaa

lendyagasshi mengatakan...

Nonton yang versi Korea.
Soalnya Joo Won yang main...sama Moon Chae-won.

Kalau yang versi Korea nya, lumayan menghibur....ada lucunya, tapi gak sampe nangis bombay siih... ((nangis sesenggukan, iya...lhaa?!?!?))

Kalau versi Jepangnya, aku yakin lebih dramatis.
Karena Jepang terkenal totalitas kalau akting.
Pesan yang disampaikan pun jelas.

Indah Nuria Savitri mengatakan...

Dokternya kinclong kabeeeeh ya Jiah hehehe. Aku belum nonton tapi suka dengan alur ceritanya

Rahmah mengatakan...

Saya suka drama ini.
Bahwa skill tidak perlu melihat kesempurnaan fisik.
Sayangnya kok terlalu singkat ya. Pengen ada keajaiban dokternya sembuh, hehe

Lidya Fitrian mengatakan...

yang versi Jepang aku belum nonton Jiah, baru nonton versi Korea sama Amerika aja

Siti hairul mengatakan...

Dokternya bening semua nih hahahaha pasiennya betah

Diah mengatakan...

Pertanyaan terakhir Jiah, saya ditanya gitu jawabannya belum dong, hihihih.
Tapi yg trailler versi barat itu pernah lihat sih, penasaran jg pengen nontonnya.

Rosanna Simanjuntak mengatakan...

Aku sih belum pernah nonton sama sekali, Jiah.

Kalau membaca alur ceritanya, sepertinya bakal menguras air mata ne!
Jadi siap-siap sediakan tissu yang banyak ya.
Beserta camilan juga ^^




Arinta Adiningtyas mengatakan...

Aku belum nonton, Mbak.. Nyari di yutub ada nggak ya? Suka deh ada film-film inspiratif kayak gini..

Dwi Septiani mengatakan...

tiap liat review film, yang kupikirin donlot ah.. xixixiixi.. kelihatannya seru jalan cerita tentang dokter dokter gini.. hihi

Zilqiah Angraini mengatakan...

good doctor film paling keren sepanjang masa
dan adaptasi filmnya juga udah di 3 negara ya , amerika dan jepang
aku belum liat sampai selesai yang versi jepang
tp masih lebih suka versi aslinya, korea hehe

Mugniar mengatakan...

Ide ceritanya saya suka Jiah. Bagus sekali, mengajak orang untuk mengerti dan paham dengan sindroma savant ini. Mereka orang2 yang harus dipahami, jangan dianggap aneh dan dijauhi karena mereka hanya mengekspresikan pikiran dengan cara berbeda.

Dian farida ismyama mengatakan...

Aku udah nonton yang versi Korea, tapi belum kelar karena pas itu eror sub nya entah di episode berapa hiks. Yang versi Jepang kayaknya oke juga ya

Aoihana mengatakan...

nontonnya dimanaa

Komentar saya moderasi. Tinggalkan jejakmu di sini, Teman!