Explore the blog
Sabtu, 05 Februari 2022

Review Marry Me Japanese Drama

Apa yang kamu lakukan jika saat kondisi sulit lalu ada laki-laki asing yang mengaku sebagai suamimu?

Konnichiwa! Walaupun saya suka ngedrama dan akting, tapi saat tiba-tiba ada yang ngaku kaya gitu ya tetap mikir. Oi, siapa kamu? Untungnya belum ada yang seperti itu, hehehe. Well, kali ini saya kembali dengan Review Marry Me Japanese Drama.

review marry me japanese drama

Himari Sawamoto seorang NEET berusia 21 tahun dan hidup sendirian setelah Kakek Nenek yang mengasuhnya meninggal dunia. Karena Program perlindungan NEET, Himari Sawamoto akhirnya menikah dengan PNS bernama Shin Akiyasu yang berusia 28 tahun.

Dua orang yang tidak tahu tentang cinta akhirnya menjadi keluarga. Bagaimana kehidupan mereka selanjutnya? Kenapa sampai ada Program perlindungan NEET?


Drama: Marry Me!
Romaji: Marry Me!
Japanese: マリーミー!
Director: Ryuichi Honda
Writer: Miku Yuki (webcomic), Kumiko Aso
Network: TV Asahi, ABC
Episodes: 10
Release Date: October 3, 2020 - Dec 5, 2020
Runtime: Saturdays 26:30 (TV Asahi) / Sundays 23:25 (ABC)
Language: Japanese
Country: Japan
Cast:
Rinka Kumada - Himari Sawamoto
Toshiki Seto - Shin Akiyasu
Reiya Masaki - Kohei Yamada
Harumi Sato - Waka Yoshiura
Yoichi Nukumizu - Koichi Morikawa
Satoshi Jinbo - Kei Akiyasu
Hitomi Takahashi - Tsubaki Akiyasu
Rintaro Mizusawa - Sho Akiyasu
Rihito Matsuura - Takumi Umemura
Yutaka Kyan - Hiroki Umemura
Cocoro Toyoshima - Momoka Hayashi

Review Marry Me!


marry me webcomic

Masih dalam rangka ngomongin Japanese Drama about Marriage, saya memilih dorama Marry Me yang sebenarnya sudah saya ketahui sejak lama. Karena bisa nonton sekali duduk, jadi hayuk saja sih apalagi pemainnya ganteng dan cantik, hehehe.

Dorama ini diadaptasi dari webcomic "Marry Me!” karya Miku Yuki yang diterbitkan dari tahun 2015 sampai tahun 2019 via LINE (Baca di sini). Saya sempat membaca 1-2 episode setelah Nonton Marry Me Japanese Drama. Menurut komentator, versi webtoon lebih detail dari drama. Hanya saja saya belum tahu pasti itu di bagian mana. Yang jelas, gambarnya bagus.

Marry Me Japanese Drama ini bercerita tentang kehidupan pernikahan antara Himari Sawamoto dan Shin Akiyasu setelah adanya Program perlindungan NEET. Karena mereka sama-sama orang asing yang akhirnya jadi satu keluarga, jelas hubungan ini tidak mudah.


Himari Sawamoto lulusan SMP dan dia mengabdikan hidupnya untuk merawat Kakek Neneknya. Setelah mereka meninggal, dia sendirian dan hanya ditemani Momotaro, kucing tuanya karena tidak punya kerabat lain.

Shin Akiyasu sendiri berusia 28 tahun. Dia adalah pejabat publik elit untuk Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan. Sebut saja PNS. Dia pernah berkencan, tapi sebenarnya tidak ada keinginan untuk menikah. Lha kok akhirnya mau sama Himari?


Alasan sesunguhnya adalah karena Shin menganggap pernikahan itu bagian dari pekerjaan. Jadi sebenarnya Shin lah yang memohon agar Himari mau menikahinya supaya kenaikan karirnya berjalan sukses dan lancar.

Awalnya Himari sendiri menolak untuk menikah karena dia tidak merasa mendaftar untuk jadi subyek Program perlindungan NEET. Ternyata Neneknya yang melakukan itu. Karena Shin menolong kucing Momotaro yang sakit, akhirnya Himari mau. Ya sesimpel itu alasan mereka berkeluarga. Apakah eksperimen Pemerintah tersebut akan berhasil?

Marry Me, Tentang Masalah Sosial Yang Melibatkan NEET



Setelah nonton Marry Me Japanese Drama Sub Indo, saya baru tahu ada istilah bernama NEET. Ini kepanjangan dari Not in Educationducation, Employment, or Training yang artinya remaja yang Tidak dalam Pendidikan, Pekerjaan, atau Pelatihan. Di Indonesia sih Pengangguran ya. Di Jepang, NEET disebut dengan nama Mugyousha, tidak atau belum memiliki pekerjaan, tidak terikat dengan pendidikan dan rumah tangga pada usia sekitar 18-30 tahunan.

NEET sendiri ternyata ada beberapa jenis. Secara singkat Mugyousha itu ada:
  • Yankee. Jenis yang hanya suka bersenang-senang, biasanya orang kaya
  • Hikikomori, tipe penyendiri
  • Tachisukumu, tipe ragu-ragu
  • Tsumazuki, tipe gagal


Untuk di Marry Me Japanese Drama 2020 ini, Himari adalah jenis Hikikomori (引きこもり, ひきこもり, atau 引き籠もり) Dalam istilah Jepang, ini untuk fenomena kalangan remaja atau dewasa muda yang menarik diri dan mengurung diri dari kehidupan sosial. Dikhawatirkan, mereka ini tidak ada motivasi hidup. Jadi sudah paham kan apa itu NEET?

FYI, di Jepang dan beberapa negara lain itu banyak masalah sosial kontemporer yang melibatkan NEET, tingkat kelahiran yang rendah karena enggan menikah, populasi yang menua, dan masalah lainnya. Jadilah Pemerintah membuat program eksperimental perlindungan NEET. Program ini memasangkan satu orang PNS dan satu orang NEET untuk dinikahi. Terpilih deh Himari Sawamoto dan Shin Akiyasu.

Pernikahan tanpa cinta, apa enaknya?

 

marry me

Sebenarnya bukan masalah enak atau tidak, tapi bagaimana masing-masing saling beradaptasi. Yang Shin tawarkan pada Himari adalah keluarga, mencari kebahagiaan bersama. Jadi dia tetap punya alasan untuk hidup.

Shin sendiri menganggap keluarganya tidak ideal, makanya enggak mau nikah meski pernah berpacaran. Eh keluarga Shin malah datang ke rumah Himari. Agak aneh, tapi hubungan mereka akhirnya baik-baik saja meski di awal keluarga Shin kurang setuju dengan Program Perlindungan NEET.


Di Program Perlindungan NEET ini, Shin juga dituntut untuk menuliskan laporan perkembangan pernikahan mereka. Lambat laun, Shin merasa tidak nyaman untuk melakukannya bahkan sampai berniat untuk mengundurkan diri. Ada juga majalah yang menyorot kehidupan mereka dan membawa dampak kurang baik. Apa alasan-alasan di balik kejadian itu? Akankah eksperimen ini berhasil? Cari tahu sendiri dengan nonton Marry Me Japanese Drama.

Menikahlah Denganku!


menikah denganku drama jepang

Seperti Japanese Drama about Marriage yang pernah saya ulas sebelumnya yaitu Shanai Marriage Honey dan Kekkon Dekinai ni wa Wake ga Aru, bisa ditebak dong akhirnya bagaimana? Ya dua orang asing yang menikah ini akhirnya saling peduli dan jatuh cinta. Apakah semudah itu?

Tentu saja tidak. Dari pihak Shin ada mantan pacar sekaligus atasannya, Waka Yoshiura yang meminta Himari untuk menceraikan laki-laki itu. Himari sendiri punya teman yang datang dan mengatakan dia menyukainya gadis itu. Namun tak perlu khawatir karena justru mereka ini malah menguatkan perasaan Shin dan Himari. Saya malah suka sama Waka yang bantu pasangan uji coba NEET ini.


Secara kisah cinta, Marry Me Drama Jepang ini memang bukan sesuatu yang baru. Namun saat nonton dorama ini, saya merasa cerita mereka manis, Shy Shy Cat gitu. Mana Pemain Marry Me Japanese Drama 2020 ganteng dan cantik. Himari yang senyum-senyum bikin hati ikut menghangat. Meski belum pernah tahu akting mereka, kata saya sih cukup oke. Kemistri Rinka Kumada dan Toshiki Seto juga bagus.

Dari beberapa artikel yang saya baca, di Jepang diadakan program pelatihan khusus untuk NEET yang bekerja sama dengan perusahaan Pemerintah maupun swasta. Dari program tersebut, NEET diberikan pengarahan, konseling, pengenalan dunia kerja, bahkan ditawari job training yang harapannya bisa menumbuhkan rasa percaya diri untuk terjun ke dunia kerja dan masyarakat.

Di dorama Marry Me sebenarnya saya ingin melihat solusi itu. Seperti Melting Me Softly yang tidak nyaman menjadi subjek percobaan, di Program Perlindungan NEET Shin membuat proposal untuk diajukan demi melindungi keluarganya dan perbaikan undang-undang itu sendiri. Sayangnya semua hanya diperlihatkan hasilnya. Mungkin butuh season 2 untuk membahasnya apalagi Himari bisa diberdayakan. Jadi enggak hanya mengurus rumah saja.

Mulai sekarang, carilah kebahagiaan untuk dirimu sendiri. Hiduplah untuk dirimu sendiri

marry me japanese drama 2020

Ketika memutuskan menikah artinya kita juga menikahi keluarga pasangan. Jadi bagaimanapun keadaan mereka, kita harus mau menerimanya karena itu sudah satu paket komplit. Sama-sama beradaptasi karena menikah adalah perjalanan yang panjang.

Sekian dulu Review Marry Me Japanese Drama. Kalau mau cerita cinta yang hangat dan tidak banyak konflik, saya merekomendasikan dorama satu ini. Sampai jumpa. Happy blogging!

marry me japanese drama about marriage

Sumber gambar:
https://www.asahi.co.jp/marryme/
https://natalie.mu/

Would you like to comment?

Eni Martini mengatakan...

Waduh, waduh, kayaknya kalau aku bingung nih JI wkwkk, tiba-tiba ada yang ngaku sebagai suami. KAlau kaya raya wkwkwk...

Anisa AE mengatakan...

Film Jepang meroket lagi, hehe dulu aku penggemar film Jepang tapi karena adanya film Korea yang gak kalah seru jadi nikmatin drakor dulu. Hehe, romancenya dalem banget kalau film Jepang.

Dian Restu Agustina mengatakan...

Program NEET begini kalau diadakan di Indonesia mungkin ngantri yang daftar ya..Apalagi memang ada yang sengaja pilih jadi 'pengangguran' karena pengin hidup santai kayak di pantai. eh di Jepang dipasangkan dengan PNS, enak bener kwkwkw.
Meski pastilah perlu adaptasi, apalagi dari sisi si cowok, yang merasa punya harga diri pasti enggak mudah terima ini.
Cerita yang unik dan menarik nih 'Marry Me'

Lidya Fitrian mengatakan...

Aku googling dulu nih apa sih NEET :-D
Jadi kaya terpaksa gitu ya hubungan mereka karena ada di dalam program perlindungan NEET.
Bisikin dong di mana in aku nontonnha Ji?

Jiah Al Jafara mengatakan...

Bukan terpaksa, tapi ada pendaftarannya gitu. Macam seleksi Idol 🤣

gustiyeni mengatakan...

Channel fav di rumahku waku waku japan mak, jadi keluarga kami sukaa all about japan, drama serialnya selalu okee ga lebay haeyaah apa krn emang sukaak yaa kami xixixixi.

Iyess bener banget menikah itu menyatukan keluarga dan untuk jangka panjang.

Helenamantra mengatakan...

Di Indonesia dibuat program KB supaya enggak meledak populasinya. Di Jepang sampai buat NEET supaya mau menikah dan bersosialisasi. Related banget yaa Jepang kan orangnya workaholic. Mau nikah katanya tuh mikir biaya tinggi.

Naqiyyah Syam mengatakan...

lucu kayaknya nih drama ya aku jarang nonton tema Jepang jaid kepo, soalnya tema pernikahan selalu menarik menurutku

Bibi Titi Teliti mengatakan...

Wah, itu beneran ada yah program NEET gitu di Jepang, unik juga sih yah
Jadi penasaran pengen nonton aku paling suka nih sama plot ala-ala kawin kontrak tapi akhirnya saling suka kayak gini hahaha

Indah Nuria Savitri mengatakan...

dari judulnya aja udah bakal kebayang romantisme drama ini yaaa. Dan lewat drama ini kita jadi lebih paham dengan berbagai elemen budaya di Jepang juga ya

tantiamelia.com mengatakan...

Ternyata NEET juta ada "tingkatan" nya sendiri sendiri ya

maunya aku sih kalo sampe ada di level NEET itu karena Yankee aja, nikmatin hidup! Bisa traevling bisa ngelukis bisa berkebun!

Ade UFi mengatakan...

Kayaknya bakalan nonton deh nih, Mba Jiah. Lucu.. Pertanyaannya happy ending ga? Cari ah di tele

Wiwied Widya mengatakan...

Di Jepang sampai ada program yang kayak gitu ya? Wah wah kalau di Indonesia bisa repot itu sih. Btw dorama tuh episodenya pendek ya, cuma 10? aku mau nyari ah, penasaran.

Suciarti Wahyuningtyas (Chichie) mengatakan...

Setuju, ketika kita mulai memutuskan untuk menikah berarti kita juga sudah paham bahwa tidak hanya dengan pasangan tapi juga ada keluarganya. Drama Jepang yang pernah ku tonton itu Tokyo Love Story, sepertinya setelah membaca review Marry Me ini jadi pengen mencoba nonton drama Jepang.

lendyagassi mengatakan...

Aku sedang baca buku non-fiksi Jepang.
Asli terpukau sih..sama culture di sana. Sebenarnya mungkin biasa, tapi untuk orang Asia menjadi luar biasa dan mungkin bisa jadi salah satu alasan mengapa tingkah pernikahan di Jepang dan Korea rendah.

Salah satunya karena terikat.
Terikat segala hal sampai ke kepribadian masing-masing juga.

Jadi beneran complicated.
Lalu aku jadi penasaran sama drama rekomendasi Jiah ini, Marry Me!

Cewe NEET tapi tetap menarik dari segi fisik ini agak ajaib, Jia..
Biasanya kaya ohtaku gitu, agak-agar nerd ajaib gak ketulungan.

Dian farida ismyama mengatakan...

Tema yang fresh menurutku ini mbak. Jadi penasaran kalau diterapkan di Indonesia bisa ga ya? Atau bakal banyak orang yg memanfaatkan demi bisa ikut program tsb dan nikah sama PNS? Wkkka melas. Saya jadi penasaran dengan endingnya lho

Nanik nara mengatakan...

wah Shin Akiyasu menikahi Himari demi karirnya bisa naik. Alasan politis ini ya.

Eh tapi bagus juga ya ada program NEET ini, asalkan kalau orangnya bisa dapat pendamping yang bagus dan bisa memberikan motivasi.

Sri Widiyastuti mengatakan...

Pasti bingung bnget ya kalau ada orang asing tiba tiba datang ngaku suami hahahaha menarik juga ya dorama Jepang yang ini. Pas banget aku suka sama fenomena sosial di Jepang.

Rach Alida Bahaweres mengatakan...

Mba, aku sepakat banget kalau bagaimanapun kalau menikah juga harus terhubung dengan keluarga pasangan kita. Makasih referensinya, mba. Sapa tahu bisa jadi tontonan nih

nitalanaf mengatakan...

Kayaknya seru juga ya, melihat every part bagaimana mereka beradaptasi. Yang udah saling mengenal sebelumnya aja, tentu awal2 harus banyak beradaptasi kan ya, apalagi yg bener2 siapa elu, eh tau2 nikah dan tinggal serumah, sekamar pula, hahah...

Milda Ini mengatakan...

kebayang yah romantisnya film ini, hahaha. aku belum ada lagi nonton film/drama jepang. masih seputar jang ki yong, hahaha

Naqiyyah Syam mengatakan...

Drama Jepang jarang banget aku nonton, tapi kalau tema rumah tangga kayak gini jadi kepo deh. Soalnya banyak hikmah-nya kalau nonton tema keluarga.

Ade UFi mengatakan...

Saya tertarik sama kisah asmara yg terjalin dr pernikahan sama org ga dikenal dan ga punya perasaan apa2. Kek mana lah ini endingnya.

April Hamsa | Parenting Blogger keluargahamsa.com mengatakan...

Aku kyknya belum pernah nonton nih tapi pernah lihat tema serupa, ini mah kisah klasik tresno jalaran ora ono singliyo krn mbulet ketemu mulu kayaknya ya hehe
Di Jepang masih sama kyk di Korea dan Indonesia ya, kalau nikah berarti nikahin seluruh keluarga hehe

Dewi Rieka mengatakan...

Saking langkanya yang menikah dan punya anak di Jepang sampai harus bikin program Neet ini ya tapi ceritanya sepertinya manis banget deh..jadi tahu situasi Jepang ya lewat drama ini..

Damar Aisyah mengatakan...

Program NEET kalau ditawarin orang Indonesia bisa membludak nih peminatnya, hehe. Apalagi dipasangkan dengan PNS, yang nota bene masih pekerjaan impian bagi sebagian besar masyarakat. Seru juga ide ceritanya. Nggak kebayang juga gimana bisa hidup bareng sama orang yg baru kita kenal. tapi kelihatan manis banget mereka berdua nih.

diane mengatakan...

Aku pun tertarik nih sama program NEET.. kebayangnya juga gitu..kalo diterapkan di Indonesia banyak peminatnya yang ikutan wkwkwk

Sapti nurul hidayati mengatakan...

unik ya, kalau di negara maju tu segala sesuatu diurusin. sampai ke pengangguran pun dipikirkn bagaimana penghidupannya melalui program NEET ini. lucu sih...hihi...

echaimutenan mengatakan...

udah nonton akuuuuu
seru juga filmnya ini berdasarkan komik kan dinikahin program pemerintah
yang aku inget lakinya kayaknya sering main drama ke nikah muda ya wkwkkw

Ima Satrianto | www.tamasyaku.com mengatakan...

Wah sinopsisnya bikin kepo untuk tahu endingnya, seneng ya kalau hidup di negara maju, apa2 jadi teratur karena diatur.

Komentar saya moderasi. Tinggalkan jejakmu di sini, Teman!