Explore the blog
Kamis, 26 Maret 2020

Sebuah Cita-Cita: Desainer Baju


Bismillaahirrahmaanirrahiim.... 

"Ananda, cita-citanya apa?"
"Jadi Guru!" 

Saya berbisik pada Sinta keponakan saya, "Nanti kalau ditanya, jangan bilang mau jadi Guru, ya!" 

Kesannya saya jahat sekali ya? Apa salahnya jadi guru? Tidak ada. Kita tahu kan bahwa jadi Guru itu mulia. Tapi saya ingin memperkenalkan banyak profesi yang nantinya bisa anak-anak atau keponakan saya pilih. 

Saat kelulusan TPQ, anak-anak biasanya ditanya soal cita-cita. Dari tahun ke tahun, hampir setiap kali saya menghadiri dan masuk sesi ini, anak-anak akan menjawab jadi guru. Bukan hanya satu, tapi anak setelahnya juga. Profesi di dunia ini tuh banyak banget! Tak masalah kalau satu anak di sana jadi guru. Kenapa anak lain mengikuti? 

Duh, Ji! Serius amat bahas cita-cita. Dulu cita-citamu apa, sekarang jadi apa?


Hahaha, malu kalau jawab ini. Dulu saya bercita-cita jadi dokter. Tapi karena kemauan saya kurang besar, jadinya saya kerja seadanya. Beberapa tahun terakhir baru deh sadar soal passion dan sekarang sangat menikmatinya. 

Bersama Sinta, saya sering bertanya apa cita-citanya. Kadang dia menjawab jadi Penari Balet, lalu Guru, Koki, dan terakhir adalah desainer baju. Awalnya saya iya-iyain saja dia mau apa. Saya juga kadang mengajak dia jalan ke mana lalu mengenalkan profesi yang mungkin suatu saat menarik minatnya. Ternyata sih dia lebih suka main masak-masakan dan menggambar.


Soal masak, kadang kalau lagi di dapur saya kasih tahu ini dan itu. Meski agak lupa, dia jauh lebih baik dari saya. Tujuh tahun kenal bumbu masak. Saya saja SMA baru ngerti, ckckck. Kalau goreng-goreng, dia juga pintar. Paling minta bantuan hidupin kompor doang. Selebihnya sering diracik sendiri. Saya hanya menyiapkan bahan. 

Jika perihal masak butuh sedikit bantuan, maka beda lagi soal menggambar. Gambar dia tuh jauh lebih bagus daripada saya. Dulu saya paling menggambar pemandangan gunung, dia sudah bisa menghayal macam-macam panorama alam. Dan karena sekarang kegiatannya di rumah saja, jadilah dia sering menggambar pakaian.


Kalau saya waktu kecil suka asal jahit baju buat boneka, maka Sinta akan mendesain bajunya. Ada dresses, kadang pakai gambar kartun juga. Sesekali dia minta izin pinjam HP buat searching gambar. Lucu pokoknya. 

Saya jadi teringat website kis.net. Gaun di sana modelnya bagus-bagus. Jadi kalau pakai kelihatan fashionable. Jadi ingat Se Ri Crash Landing on You yang tetap kece meski terbatas banget saat di Korea Utara.


Saya sendiri memang enggak terlalu paham fashion. Tapi kalau lihat drama, suka saja dengan gaya baju mereka seperti Fashion Pria Musim Dingin. Yang paling saya ingat itu gaya busana dari drama The Beauty Inside, Search: WWW, Love The Way You Are juga. Sekarang ini malah lagi nonton drama dengan tokoh yang berprofesi sebagai desainer. Makanya waktu Sinta terlihat antusias soal dunia gambar apalagi desain, saya pun mendukung. Kis dia deh! 

Walaupun nanti ketika besar dia punya cita-cita lain dan mungkin bukan desainer baju, saya berharap dia menikmati masa-mas pencarian itu. Dan sebagai orangtua, meski bukan kandung, saya akan memfasilitasi apa yang dia inginkan selama itu baik. 

Kalian sendiri punya anak atau keponakan yang memiliki cita-cita jadi desainer juga? Share cerita kalian ya! Sampai jumpa. Happy blogging!

Whould you like to comment?

  1. Aku dulu pas jaman masih SMP ya cita-citanya jadi penjahit dan fashion design. Tapi mimpi itu lenyap sudah ketika aku nggak diterima di SMK favorit jurusan tata busana. Sedih aku tuh.


    Buat keponakannya Mbak Jiah semoga bisa meraih mimpi menjadi fashion design ya.

    BalasHapus

Tinggalkan jejakmu di sini, Teman