Explore the blog
Rabu, 08 Juni 2022

Review The Billionaire Thailand Movie

Banyak yang bilang kalau sukses di usia muda hanya milik Rafathar. Benar begitu?

Sawadikha! Secara harfiah, sukses itu mempunyai arti berhasil dalam berbagai aspek. Jadi ya bukan hanya soal uang saja. Namun harta memang menggiurkan sih. Well, kali ini saya akan berbagi Rahasia Top Menjadi Miliuner Termuda lewat The Billionaire Thailand Movie.

review the billionaire thailand movie

Sejak remaja, Top menyadari bahwa dia berbakat dalam berdagang. Lewat game online, ia berhasil menjual berbagai senjata. Orang tua Top memintanya agar fokus belajar. Namun dia terus saja mencoba berjualan bahkan setelah kena tipu. Lalu sampai di manakah ia akan bertahan dengan passionnya?

Native Title: Top Secret วัยรุ่นพันล้าน
Also Known As: The Billionaire, Top Secret Wairoon Pun Lan
Director: Yong Songyos Sugmakanan
Screenwriter: Ter Nawapol Thamrongrattanarit
Genres: Business, Life, Drama, Family
Tags: Uncle-Nephew Relationship, Dropout, Food Business, Hardworking Male Lead, Entrepreneur, Debt, Mother-Son Relationship, Father-Son Relationship, Based On True Story
Production company: Nadao Bangkok
Distributor: GTH
Country: Thailand
Type: Movie
Release Date: Oct 20, 2011
Duration: 2 hr. 11 min
Cast:
Peach Pachara Chirathivat - "Top" Aitthipat Kulapongvanich
Japan Panupan Jantanawong
Somboonsuk Niyomsiri - Uncle Thoeng
Walanlak Kumsuwan - Lin
Thanom Assawarungrueng - Ayah Top
Karnsiree Kulkaweewut - Ibu Top

Review Top Secret Wairoon Pun Lan


review top secret wairoon pun lan

The Billionaire Thai Movie sebenarnya film lama yang tayang tahun 2011. Saya memutuskan untuk nonton ulang karena film ini memang bagus. Top Secret Wairoon Pun Lan bergenre biografi atau biopic berdasarkan kisah nyata seorang pemuda Thailand bernama Aitthipat Kulapongvanich yang berubah dari pecandu video game online menjadi miliarder muda.

The Billionaire Sinopsis bermula dari seorang pemuda sebut saja namanya Top. Dia datang ke bank dan mengajukan pinjaman sebesar 10 juta Baht untuk membuat pabrik. Kalau dirupiahkan sekarang ini, sekitar 4 miliar gitu deh. Seharga uang tebusan buat Ar Ma. Setelah itu, cerita di belakangnya pun mengalir.

Awalnya, Top itu suka main game online. Dari sini, ia menjual item senjata dan menghasilkan banyak uang bahkan sampai bisa membeli mobil. Orang tuanya mengingatkan untuk fokus belajar. Namun dia itu anak 16 tahun yang suka bermain, boros juga dalam keuangan. Ketika ujian masuk kuliah, ternyata Top tidak lolos.


Akun game Top akhirnya dibekukan karena aktivitas ilegal. Ia kemudian berniat menjual pemutar DVD. Sayangnya, dia kena tipu dan uangnya habis. Ayahnya mau membiayai Top kuliah, tapi ditolak. Diam-diam, dia masuk kuliah dengan uang hasil menggadaikan jimat orang tuanya.

Berjualan itu tidak semudah bermain game. Welcome to the real world. Saat kau kalah, kau bisa kehilangan semuanya

 

the billionaire 2011

Jiwa berdagang Top masih membara. Ia tidak serius masuk kelas dan keluar untuk bermain juga pergi ke pameran mesin. Dia pun membeli alat untuk memanggang Kastanya. Akhirnya Top menjual Chestnut "Tao Kae Noi" yang berarti Pengusaha Muda.

Sebelum berdagang, Top mempelajari banyak hal untuk menghasilkan Chestnut yang enak. Dia mencari tahu pada pedagang kaki lima soal bagaimana Kastanya yang berkualitas, campuran untuk memanggang dan lainnya. Akhirnya, Top memutuskan untuk berjualan di Mall agar dapat banyak pelanggan. Apakah berhasil?

the billionaire sinopsis

Ya, Chestnut miliknya enak dan banyak pembeli. Sayangnya asap dagangannya menimbulkan masalah lain. Karena krisis keuangan, orang tua Top mengajaknya pindah ke China. Ia memilih bertahan di Thailand. Malangnya, cobaan datang silih berganti. Semua kiosnya ditutup karena dianggap melanggar.

Saat berencana mengikuti ujian masuk untuk kuliah lagi, Top yang sedang ngobrol dengan pacarnya Lin mendapat inspirasi untuk menjual Rumput Laut Goreng dari Provinsi Rayong. Setelah menjual alat panggangan Chestnut, ia membeli Rumput Laut.

Masalah tentu saja muncul karena Rumput Lautnya mudah basi hanya dalam satu minggu. Saat coba menggoreng sendiri pun rasanya pahit. Ia menghabiskan banyak bahan dan tentunya menghabiskan uang untuk percobaan sampai Paman yang membantunya pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Apakah perjuangan Top telah berakhir?

film pengusaha sukses thailand the billionaire

Oh tentu saja tidak. Dari masalah ini, Top malah menemukan solusi supaya Rumput Laut gorengnya tidak pahit yaitu dengan merendamnya di air sehingga lembab. Mengatasi agar tidak cepat basi, Top meminta bantuan Kepala Departemen bagian Pengolahan dan Pembuatan Makanan Universitas Kasetsart. Caranya dengan membeli mesin vakum karena proses oksidasi membuat makanan cepat basi dan harus diganti dengan nitrogen agar renyah.

Akhirnya, Top bisa menjual Rumput Laut Goreng yang enak dan tidak mudah basi. Dia pun terpikir bagaimana cara agar produknya bisa dipasarkan secara luas. Dia pun mengajukan makanannya ke 7-Eleven, jaringan toko kelontong yang tersebar di berbagai negara. Apakah akhirnya Top akan berhasil dan mencapai kesuksesannya? Cari tahu sendiri dengan nonton film The Billionaire Top Secret.

Film Kisah Nyata Tao Kae Noi


Jangan pernah kehilangan semangat apa pun yang terjadi. Jika kita menyerah, maka selesai sudah

Karena dari awal saya bilang ini adalah film biografi dari kisah nyata, tentu sudah paham dong ending The Billionaire 2011 seperti apa. Namun Kalian jangan lihat akhirnya saja karena yang terpenting adalah proses jatuh bangun Top menjadi miliuner termuda. Jika tidak, kita tidak akan tahu rasa dari Tao Kae Noi, produk snack rumput laut renyah Thailand ini.

snack tao kae noi
Tao Kae Noi snack

Saat mengajukan produk ke 7-Eleven, Top juga tidak langsung diterima. Mulai dari kemasan yang tidak menjual sampai harga yang terlalu mahal. Saat sudah diterima, mengajukan pinjaman ke bank untuk membuat pabrik juga ditolak. Dia baru 19 tahun, orang tuanya di China dengan utang 40 juta Baht dan rumah juga disita bank. Bankir pun bakal mikir seribu kali. Namun Top adalah orang yang gigih. Dia tidak mudah menyerah.

The Billionaire Movie ini mengajarkan kita banyak hal. Top menekuni gairahnya dalam berdagang. Dia lebih banyak action daripada berpikir. Makanya lebih memilih belajar langsung saat jalan-jalan di pasar daripada mendengarkan pelajaran di kelas. Pahitnya pengalaman, dia juga belajar untuk jujur. Yang tak kalah penting adalah kolaborasi.

Saya percaya, kesuksesan bukan hanya berasal dari diri sendiri, tapi juga ada pihak lain. Dengan kerja sama, Top bisa mencapai kesuksesannya. Mulai dari Pamannya yang selalu ada. Para pedagang, profesor universitas, sampai bagian distributor produknya. Top mendapatkan banyak hal, tapi ia juga harus mengorbankan hal lain seperti sekolah, cinta, juga keluarganya. Saya pikir, ini setimpal dengan hasilnya.

film kisah nyata tao kae noi

Jadi buat Pengusaha, jangan menyerah. Memang tidak mudah menjadi Top The Billionaire, tapi minimal kita bisa belajar dari kisahnya, semangat dan kegigihannya termasuk dalam hal memilih distributor. Bagian jasa pengiriman dan pendistribusian ini penting karena berhubungan dengan kepuasan konsumen. Salah satu jasa pengiriman yang oke ya JNE.

Sebelumnya saya pernah cerita soal program keanggotaan JNE Loyalty Card (JLC) buat pelanggan setia JNE. Tiap transaksi di sales counter JNE akan langsung dikonversi jadi point JLC yang bisa ditukar sama beragam hadiah seperti produk gadget, peralatan rumah tangga, voucher dan lainnya.

Nah sekarang pelanggan bisa semakin mudah akses JNE Loyalty Card (JLC) lewat Aplikasi MY JNE. Selain untuk cek poin, penukaran poin, cek transaksi, kita bisa melakukan hal lain seperti cek tarif kiriman, JNE Nearby (JNE terdekat di sekitar kita), pembelian pulsa atau paket data, token listrik sampai dompet digital dan pembayaran lainnya. Jadi lebih mudah untuk diakses di mana saja dan kapan saja.

aplikasi my jne

Aplikasi My JNE ini memang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi agar Pelanggan dapat pengalaman terbaik serta mudah dalam menggunakan layanan JNE. Pantas sih kalau dapat predikat CEO Terbaik. Programnya oke-oke bukan hanya buat Pelanggan, tapi juga UMKM dan lainnya.

Oh iya untuk pemain The Billionaire, sebenarnya film ini fokus sama sosok Top. Saya pikir, Peach Pachara Chirathivat sudah memainkan perannya dengan sangat baik. Selain Top Secret Wairoon Pun Lan, saya sudah melihat aktingnya di film SuckSeed. Lalu karakter favorit, saya paling suka sosok Uncle Thoeng. Tanpa Paman, kayanya Top tidak akan sepercaya diri itu untuk memulai usaha.

rahasia top menjadi miliuner

Jika Kalian mau nonton The Billionaire, bisa cek di Netflix, Vidio atau VIU. Kalau saya kemarin nonton Top Secret Wairoon Pun Lan gratis di TrueID. Ini tempat legal yang sama di mana saya nonton series Hari Ini Kenapa, Naira?

Sekian ulasan The Billionaire, film pengusaha sukses Thailand. Ada yang sudah nonton? Atau punya cerita tentang jatuh bangun saat usaha sampai berhasil? Coba share di kolom komentar ya. Sampai jumpa. Happy blogging!

Would you like to comment?

lianny mengatakan...

Kegigihannya patut ditiru ya, jatuh bangun pantang menyerah. Setelah proses yang panjang, akhirnya sukseees.
Ponakanku suka banget loh Tao Kae Noi, dicemilin sama dia, jadi mamanya sering beli buat stok di rumah :)

Dennise Sihombing mengatakan...

Untuk meraih sebuah kesuksesan itu selain niat harus gigih. Jatuh bangun adalah hal biasa. Film pemberi semangat yang wajib ditonton nih terutama kaum milenial

Andiyani Achmad mengatakan...

salut dan semangat sama kegigihan Top yang luarbiasa untuk meraih tujuannya, mau ah nonton juga

Okti Li mengatakan...

Bener seklai Mbak, melalui tayangan kalau kita fokus, justru bisa kita ambil pelajaran dan hikmahnya ya.

Termasuk semangat dan kegigihannya. Btw saya setuju banget dengan adanya JLC bagian kita saat mau kirim dan mendistribusikan itu jadi makin mudah. Salah satu jasa pengiriman yang oke ya JNE, saya akui itu

Katerina mengatakan...

Film inspiratif buat siapa pun yang ingin sukses di bidang apa pun, jangan menyerah dan terus berusaha. Btw aplikasi JNE semakin canggih aja ya sekarang. Bisa buat melakukan berbagai transaksi, pembelian hingga pembayaran. Keren. Sukses selalu.

Eviindrawanto.Com mengatakan...

Enaknya jadi member JNE dengan JNE Loyalty Card (JLC) ini ya, banyak keuntungannya. Nah saya tuh paling senang dengan reward hehehehe..JNE memberikan point untuk setiap kali pengiriman. Itu kan bisa dipakai untuk meringankan biaya kirim berikutnya :)

Nia K. Haryanto mengatakan...

Wah seru nih kayaknya filmnya. Aku udah lama gak nonton film Thailand. Kangen juga deh. Coba nyari ah. Kepengen nonton yang lain daripada yang lain.

Eri Udiyawati mengatakan...

Film yang keren dan menginspirasi banget nih. Saya juga dulu pernah nonton di tahun 2015 an dulu. Perjuangan yang keras dan pantang menyerah untuk menjadi enterpreneur.

Tuty Queen mengatakan...

Belum nonton The Billionaire Movie aku mbaa... Btw aku member JLC senang banget sekarang bisa cek poin dan tujar poin lewat aplikasi My JNE jadi lebih praktis pastinya

Gusti yeni mengatakan...

Memang dibutuhkan semangat baja mencoba dan terus mencoba karena pengalaman itu memang mahal harganya.

Yakin orang sukses pasti punya kisah jatuh bangunnya.

Jne kereen semoga makjn berkembang JNE

Ria Rochma mengatakan...

Benar juga ya mbak, kita harus tetap punya semangat, bahkan ketika kita sedang loyo atau terjatuh. Supaya bisa tetap menyusun rencana di saat mengalami kegagalan.

lendyagassi mengatakan...

Film yang diangkat dari kisah nyata begini selalu menyentuh hati dan meninggalkan kesan yang mendalam. Pun aku terpikir ketika beli snack Tao Kae Noi yang memang kubilang mahal... Huhuu~
Walau rasanya memang maknyyuuss~

eni rahayu mengatakan...

Menuju sukses memang ga mudah, banyak rintangan yang harus dihadapi jika ingin meraihnya. Paling penting adalah giat dan tekun dalam berusaha.

Dian Restu Agustina mengatakan...

Wah itu rumput laut favorit anak-anakku, Tae Kae Noi ..ternyata kisahnya seperti itu ya pendirinya. Salut akan pantang menyerahnya. Setuju untuk tidak pernah kehilangan semangat apa pun yang terjadi karena kalau kita menyerah, maka selesai sudah!

Kartika Nugmalia mengatakan...

Film film thailand itu selalu bisa kasih insight baru dengan cara yang unik ya. saya termasuk penggemar film thailand loh. Baru tau juga kalau JNE sekarang bisa diakses lewat aplikasi.

Faradila Putri mengatakan...

Woah menarik filmnya, jadi pengen coba nonton juga hehehe. Anw kisah kaya gini bisa jadi sumber inspirasi juga bagi yang lain 😍

Kartika Nugmalia mengatakan...

Film film thailand itu selalu bisa kasih insight baru dengan cara yang unik ya. saya termasuk penggemar film thailand loh. Baru tau juga kalau JNE sekarang bisa diakses lewat aplikasi.

Uniek Kaswarganti mengatakan...

Anak muda yang keren nih Top, yaaah meskipun sekolahnya berantakan. Passion berdagangnya lebih membara ya, dia bisa belajar kehidupan langsung ketika turun di lapangan.

tantiamelia.com mengatakan...

Tidak mudah menjadi Top The Billionaire,
karena kalau MUDAH = KITA SEMUA SUDAH JADI BILLIONAIRE hihihi

masing-masing kita diciptakan Allah udah punya talenta masing-masing, udah punya kemampuan mumpuni - sayang tidak semua punya :
1. Tahan mental tahan banting
2. Mental baja (siap dikatain - siap ditipu - siap di"kandangin" pihak berwajib)
3. Ulet - gigiiiihhhhh

thankyouuu Jiah aku langsung cus cari trailer dan cari untuk nonton filmnya online

Wian mengatakan...

Kuncinya satu ya, siap jatuh bangun dan tetap semangat berjuang meski jatuh berkali-kali. Kadang kita kan liat pas "jadi"nya aja. Padahal dibalik itu banyak perjuangan.

Naqiyyah Syam mengatakan...

aku kenal The Billionaire Movie dari suamiku, terus nonton dengan anak-anak apalagi mereka suka dengan cemilan rumput laut. Sukses itu emang enggak datang mendadak, harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh ya.

Wahyuindah mengatakan...

Yang berpendapat bahwa kesuksesan di usia muda hanya milik Rafatar harus nonton film ini. Untungnya saya gak berpendapat sama dengan kebanyakan orang. Karena Rafatar udah kaya dari orang tuanya. Eh kok malah ngomongin Rafatar. Hehe. Ngomongin Top aja yang jadi inspirasi anak muda untuk berdikari sendiri. Harus seperti ini namanya generasi penerus itu. setuju gak?

Komentar saya moderasi. Tinggalkan jejakmu di sini, Teman!