Explore the blog
Selasa, 01 Maret 2022

Manual Atau Matic, Motor Mana Sih Yang Cocok Untuk Pemula?

Gara-gara ada libur panjang, menurut trending kemarin, jalanan Jakarta, Bogor Puncak macet parah. Ngakunya pada mau healing. Itu betulan healing apa malah nambah pening? Btw, kendaraan bermotornya banyak banget. Kira-kira, Manual Atau Matic, Motor Mana Sih Yang Cocok Untuk Pemula?

Sebagian orang pasti merasa bahwa punya kendaraan bermotor itu cukup oke. Di Jepara sendiri hampir semua rumah punya minimal satu untuk kebutuhan bepergian sehari-hari. Ditambah lagi untuk mengambil kredit, uang mukanya pun terbilang murah. Jadi, siapa yang tidak tergiur coba?

motor manual untuk pemula

Kalian salah jika berpikir bahwa saya akan membahas soal perkreditan motor. Saya cuma mau mengenang masa-masa pertama kali belajar kendaraan tersebut. Penasaran mana yang saya gunakan? Motor manual atau matic?

Pengalaman Belajar Mengendarai Motor


Pertama kali saya belajar naik motor itu saat masuk MAN, kira-kira usia 15 tahun. Mbak saya yang menyarankan untuk belajar di usia itu. Hanya pengenalan sebenarnya, bukan yang lansung gas ke mana-mana. Motor dan keperluannya banyak, belum kuat saya buat beli bensin sendiri, hahaha.

Motor pertama yang saya gunakan adalah manual dan cukup tua. Kenapa motor tersebut? Ya karena memang itu yang dipunya. Saya diantar Bapak untuk belajar motor di depan mushola dekat rumah. Meski takut-takut, saat jalan lurus saya berhasil melalui. Namun ketika belok, saya belum bisa melakukannya sehingga berakhir dengan jatuh.

pengalaman belajar naik motor

Setelah itu, saya tidak lagi belajar mengendarai motor. Trauma? Oh tidak. Saya tidak sempat saja karena sudah masuk sekolah. Waktu pun berlalu. Entah mengapa, saya terpikir untuk belajar naik motor lagi. Kali itu bukan di lapangan, tapi belajar saat pergi sekolah.

Setiap hari, saya diantar Kakak ke sekolah dengan naik motor. Jarak dari rumah itu lumayan jauh. Berangkat agak pagi lalu saya yang menyetir sementara Kakak bonceng di belakang. Awalnya hanya sampai desa tetangga. Lalu perlahan lebih jauh dan jauh hingga mendekati sekolah. Kami biasanya lewat jalan tikus. Jadi meminimalisir keramaian jalan meski tetap saja ramai. Intinya biar saya lancar mengendarai motornya.

Dan akhirnya tiba hari pertama kali saya naik motor sendiri. Itu adalah hari Minggu di mana saya ada kegiatan ekstrakurikuler English Conversation Club yang membuat peresmian untuk anggotanya. Kira-kira di awal semester 2 di kelas 10. Karena semua berjalan lancar, setelah itu, saya mulai mengendarai motor sendiri saat berangkat sekolah.

Selama belajar naik motor ini, saya menggunakan motor manual. Tidak ada Electric Starter Motor karena aki mati dan menghidupkan dengan Starter Manual atau Kick Starter. Caranya? Standar samping dulu baru disela pakai engkol. Ini lumayan butuh tenaga dan kadang mesin motor enggak nyala-nyala. Ya drama itu telah saya lewati.

Kalau sesusah itu, untuk pemula baiknya pakai motor matic saja daripada manual?

 

rekomendasi motor untuk pemula

Menurut saya, lebih baik belajar dengan motor manual dulu. Kenapa? Ya kalau bisa manual, kita akan lebih mudah pakai matic. Jika pakai matik dulu, akan kesulitan menggunakan manual. Kenapa begitu?

Pakai motor matic itu hanya ada tuas gas dan rem. Semua gerakan pakai tangan. Sementara motor manual, ada gas dan rem tangan. Lalu ada rem kaki dan gigi yang harus kita oper. Jadi kaki dan tangan, semua bekerja sama saat mengendarai motor. Memang kesannya pakai manual itu susah, tapi sebenarnya tidak juga.

Motor matic dan manual itu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Soal perawatan dan konsumsi BBM juga berbeda. Mau beli yang mana, tergantung kebutuhan kita. Yang jelas, saya lebih merekomendasikan belajar dengan motor manual untuk pemula.

Sudah dicatat kan mana yang oke buat pemula? Motor manual. Lalu usia, baiknya enggak bocah banget saat belajar biar bisa mengontrol emosi. Dan jangan lupa pakai motor sendiri atau punya keluarga. Jadi amit-amit kalau lecet karena jatuh saat belajar, benerinnya enggak terlalu drama. Paling senang lagi kalau motornya dapat dari hadiah. Kamu mau juga? Bagaimana caranya?

JNE Loyalty Card, Kesempatan Menang Hadiah Tiap Tahunnya


pemenang jlc lucky draw periode 2021

Meski bukan pedagang, tentu kita tidak asing dengan jasa logistik satu ini. Ternyata, JNE berdiri sejak tahun 1990 sebagai perusahaan nasional yang berkonsentrasi di bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian. Banyak banget program yang sudah diluncurkan salah satunya adalah JNE Loyalty Card (JLC) sudah punya lebih dari 400.000 member sampai saat ini.

Buat kamu pelanggan JNE, bisa banget manfaatin JLC di tiap melakukan transaksi. Sekarang kartunya elektronik dan banyak kemudahan dalam proses registrasi. Habis transaksi, ada poin yang didapat dan bisa ditukarkan dengan beragam hadiah menarik, kaya exclusive trip dengan helikopter, gadget, voucher belanja, tiket nonton, peralatan rumah tangga, bahkan e-voucher berupa ongkos kirim.

Yang lebih wow, JLC juga usung program lucky draw yang diselenggarakan sejak tahun 2014. Caranya adalah menukarkan 10 poin JLC dengan satu kupon undian lucky draw di periode penukaran. Tahun lalu mulai dari 10 November s/d 31 Desember 2021 dengan hadiah utama 1 unit Motor Yamaha All NMAX 155. Wow!

Akhirnya pada 14 Januari 2022, JLC Lucky Draw diundi dan Wahyu Abdillah, member asal Medan beruntung mendapatkan All NMAX tersebut. Asyik bener deh! Dia sendiri merupakan Pemilik usaha Minyak Karo atau minyak tradisional yang berbahan dasar jahe dan rempah-rempah. Kesetiaannya sama JNE sejak merintis usaha, kini berbuah manis. Buat kamu yang penasaran dan mau ikutan program ini, cus cek website https://jlc.jne.co.id/. Siapa tahu rezeki dan dapat Kesempatan Menang Hadiah Tiap Tahunnya.

Well, kurang lebih itu dia cerita saya soal pertama kali mengendarai motor. Jadi pemula memang banyak dramanya, tapi yang belajar susah di awal akan lebih bermanfaat di kemudian hari. Sedikit mirip sama Pemenang JLC Lucky Draw, hehehe.

Kalian sendiri bagaimana? Coba share juga cerita pertama kali belajar motor di kolom komentar ya! Sampai jumpa. Happy blogging!

Would you like to comment?

Tukang Jalan Jajan mengatakan...

Biasanya yang mudah pasti yang matic dong. soalnya terkadang kalau menggunakan gigi suka bingung antara gigi dan gas. belom lagi kalo motor yang pake kopling, tambah bingung

Anisa AE mengatakan...

Manual atau matic memang bikin bingung dulu pas awal belajar motor manual jadi pilihan karena kalau belajar itu nanti matic juga bisa dengan mudah. Akhirnya, malah gak bisa-bisa dan langsung pakai motor matic.

Tukang Jalan Jajan mengatakan...

Naek motor adalah kemampuan yang wajib dimiliki sekarang terutama buat yang mau lebih gampang beraktifitas. Aku sendiri juga suka pake motor kalau mau kemana mana dong

Eni Rahayu mengatakan...

Dulu aku kalau belajar motor pilih yang manual sih soalnya kalau belajar pakek manual dijamin meski tanpa belajar pasti bisa pakek yang matic. Tapi kalau belajarnya pakek matic belum tentu bisa pakek manual. Tapi kalau mau yang cepet dan gampang sih ya belajar pakek matic

Fatimah Aqila mengatakan...

Jadi ingat pertama kali belajar motor pakai yang manual dulu. Grogi banget sih kali aja salah injak gigi. Tapi akhirnya bisa deh karena sering-sering latihan. Kalau udah bisa manual sih gampang kalau mau pakai yang matic.

Ruziana mengatakan...

awal punya motor pake yg manual
berasa aman
karena waktu itu matic baru keluar dan katanya banyak yg kecelakaan
tapi sejak 8 tahun terakhir pake matic dan memang sudah lebih aman

Nyi Penengah mengatakan...

Asik ada lucky draw siapa tahu rejeki. Aku awal belajar manual mba, sekarang punya yang matic allhamdulilah tapi jarang naikin hahaha. Lebih sering bonceng. Sukses JNE.

Komentar saya moderasi. Tinggalkan jejakmu di sini, Teman!