Explore the blog

Mengenal UPS System Beserta Fungsinya



Geoman Electrical DNY provides products such as UPS Systems (uninterruptible power supply) in Singapore, with pre-sales communication with on-time delivery and prompt after-sales support

Selasa, 22 Desember 2020

Review Bori Korean Movie

Pernah kah kalian punya keinginan yang aneh? Seberapa aneh itu? Bagaimana kalau keinginannya adalah kehilangan pendengaran?

Annyeong hasimnikka! Namanya manusia memang selalu ingin ini dan itu. Kalau dihitung, tak akan pernah ada habisnya. Namun, bagaimana jika keinginannya justru bukan sesuatu yang menyenangkan di mata orang lain? Well, kali ini saya akan bercerita tentang Bori Korean Movie.

bori korean movie

Bori merupakan anak dengan orangtua yang tuli. Hidup mereka sederhana, seperti kebanyakan keluarga lainnya. Suatu ketika saat dia tersesat dalam festival kembang api, di tengah keramaian suara, dia merasa sendiri. Dia jadi satu-satunya orang yang mendengar merasa terabaikan dalam keluarga. Bori pun berdoa agar menjadi tuli.


Lalu, apa yang Bori lakukan untuk mewujudkan keinginannya? Akankah itu berhasil?

Title: Bori
Native Title: 나는보리
Also Known As: Naneunbori, Bo Ri
Genres: Drama, Family
Tags: Adolescence, Family Relationship, Disabled Character, Slice Of Life, Social Commentary, Deaf Character, Student, Friendship, Village
Director & Writer: Kim Jin-yu
Production: JINJIN Pictures
Country: South Korea
Type: Movie
Release Date: May 21, 2020
Duration: 1 hr. 50 min
Cast:
Kim Ah Song - Bo Ri
Lee Rin Ha - Jung Woo [Bo Ri's brother]
Kwak Jin Seok - Father
Heo Ji Na - Mother
Choi Dae Sung - Eun Jeong's father
Kim Ja Young - Aunt
Kim Jong Goo - Grandfather
Hwang Yoo Rim - Eun Jeong [Bo Ri's best friend]
Jung Yi Rang - Supermarket middle-aged woman
Kim Jong Moon - Young teacher
Jeon Seok Chan - Football commentator's voice
Inan - Football coach
Heo Jung Do - Football newscaster's voice
Kim Tae Hyun - Homeroom teacher
Lee Bo Ram - Clothing store owner
Shin Woo Hee - Policewoman
Im Ho Kyoung - Doctor

Review Korean Movie Bo Ri


bori korean movie

Pertama kali tahu Bo Ri waktu Mbak Myra Kekenai membuat status tentang film ini. Sebagai penulis review drama dan film, tentu saja saya penasaran. Akhirnya searching di sana sini dan saya baca bahwa film ini tayang di tahun 2018. Yang mengherankan, Asianwiki tidak mencatat apa pun tentang info Bori Korean Movie. Ternyata Mbak Myra nonton di TV Kabel. Intinya waktu itu saya gagal nonton dan tidak berharap banyak.

Waktu berlalu, eh saya tidak sengaja ketemu Bori. Tanpa pikir panjang, langsung saya tonton. Ternyata, Naneunbori sempat mendapat penghargaan DGK Award di Festival Film Internasional Busan 2018. Bo Ri termasuk film festival gitu kaya The Day I Hate to Go to School dan di tanggal 21 Mei 2020, akhirnya mulai tayang secara umum. Pantas saja susah sekali mencari film ini.


Bori adalah Coda (Seseorang yang dibesarkan oleh satu atau lebih orang tua atau wali tunarungu) di mana dia sendiri yang mendengar sedangkan kedua orangtua dan adiknya tuli. Kehidupannya sama dengan keluarga lainnya kecuali pada bagian keheningan dan itu cukup menyesakkan Bori. Orangtua dan adiknya bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat, saling tertawa dan membuat Bori terasa terasing. Hingga dia sering berdoa agar pendengarannya hilang.


Untuk mewujudkan keinginannya, Bori menarik dan mengorek telinganya. Dia juga menyetel musik keras-keras berharap menjadi tuli. Namun keinginannya belum juga terwujud. Suatu ketika, terinspirasi dari wawancara TV di mana ada penyelam yang kehilangan pendengaran setelah berada di laut, Bori pun melompat ke dalam air. Saat terbangun, Bori mengaku tidak mendengar. Apakah dia benar-benar kehilangan pendengarannya?

Jika saya tuli, apakah kami akan lebih dekat?

Naneunbori


naneunbori

Kata saya, Naneunbori ini sebenarnya cukup unik karena melihat perbedaan dari sudut pandang anak. Saya pernah melihat film dengan tema disabilitas dan orang tersebut jadi tokoh utamanya. Kali ini Bori yang jadi pusat dan dia 'Iri' dengan adiknya sehingga ingin menjadi tuli. Lalu setelah insiden, apakah Bori betulan tuli?


Tidak, dia hanya pura-pura. Menjadi tuli pun sebenarnya tidak ada enak-enaknya. Dia mendengar Teman menggunjingnya. Lalu orang lain yang berbicara kasihan bahkan karyawan toko menipu mereka. Bori ingin marah, tapi menahan diri untuk menyembunyikan kebohongannya. Itu juga jadi beban tersendiri untuk seorang anak. Adiknya juga bilang bahwa dengan kondisinya yang tuli, dia tidak punya teman dan cukup sulit saat berada di sekolah.


Bori pikir orangtuanya akan senang saat dia juga tuli, tapi ternyata tidak. Bagi orangtua yang tuli, sebenarnya sangat menyakitkan jika anaknya juga mengalami hal yang sama. Jadi, Ibu Bori sedih bahkan menyalahkan diri sendiri ketika tahu Bori 'tuli'. Ayahnya juga bilang, mau Bori bisa mendengar atau tidak, sayangngnya tetap sama, tidak berkurang. Ia adalah anak perempuan yang berharga bagi orangtuanya.


Film Bo Ri sendiri terinspirasi dari kisah Kim Jin yu, penulis juga sutradara film ini. Dia juga Coda dan bisa dibilang merasakan apa yang Bori rasakan. Untuk pemain, ini kali pertama saya melihat akting Kim Ah Song. Untuk pemeran orangtua Bori Kwak Jin Seok dan Heo Ji Na, ternyata mereka sepasang suami istri. Saya malah agak familiar dengan Bibi Bori Kim Ja Young yang pernah bermain di drama Chocolate. Lalu Kim Jong Goo sebagai Kakek Bori, dia juga main di My Secret Romance.


Kalau ditanya apakah Bori Korean Movie ini bagus atau tidak? Sebenarnya bagus, tapi standar. Sepanjang cerita memang seperti keluarga umum yang terlihat damai. Namun karena kesederhanaan Bori, anak yang iri sehingga ingin jadi tuli, itu cukup menarik. Saya juga suka bagian setting persawahannya dan laut yang adem mengingatkan saya akan film Little Forest. Ada juga bagian Bo Ri yang akhirnya jujur karena tak ingin adiknya dioperasi dengan banyak risiko yang akan ia terima. Di situ saya ikut terharu. Rasanya plong banget!

Tanpa berbicara atau menjelaskan, Mereka berkomunikasi dengan tangan, merasakan ketulusan yang disampaikan dengan hati

 


Ada satu hal yang menurut saya agak kurang dari film Bo Ri yaitu keheningan di keluarganya. Mereka hanya pakai bahasa isyarat. Soal ini, dulu sebenarnya saya cukup tertarik untuk belajar bahasa isyarat setelah nonton drama The Beauty Inside. Kesunyian yang Bori rasa, sepertinya sampai ke saya juga.

Setahu saya, orang tuli itu tidak auto bisu. Mereka ada yang bisa berbicara meski dengan keterbatasan karena memang tak banyak yang didengar. Beberapa kasus tuli sendiri bisa dioperasi seperti dengan Implan Koklea atau menggunakan Alat Bantu Dengar.


Di keluarga Bori, mereka sama sekali tidak mengeluarkan suara kecuali sesekali saat tertawa. Padahal kalau dari cerita kasus Tuli yang dialami Ibu Bori, awalnya dia bisa mendengar lalu demam hingga jadi tuli. Logikanya Ibu Bori tetap bisa bicara. Begitu juga yang terjadi saat Bori pura-pura tuli. Dia juga tidak bicara. Padahal Bibinya juga ngomong sama mereka dengan suara dan Ibu Bori paham. Kurangnya di sini saja sih. Mungkin buat estetika film. Selebihnya oke-oke saja.

Ini hanya berdasarkan apa yang saya alami saat bertemu dengan Sahabat Tuli ya. Mereka tetap berbicara meski terbatas dan saya biasanya membalas dengan artikulasi sejelas mungkin serta gerakan tangan jika perlu karena saya belum bisa bahasa isyarat. Kalau kalian punya alasan logis kenapa orang tuli tidak berbicara, tolong beritahu saya di kolom komentar.

나는보리

Hidup memang sawang sinawang. Kita suka membanding-bandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Merasa mereka lebih bahagia dibandingkan kita. Padahal ya sama saja. Dari Bo Ri, kita belajar untuk lebih bersyukur dengan hidup. Jangan juga memandang rendah pada orang yang berbeda dengan kita. Mereka juga istimewa dengan caranya sendiri. Bori mengajarkan kita untuk memeluk semua orang yang pernah kesepian dengan perbedaan.

Sekian dulu Review Bori Korean Movie dari saya. Ada yang sudah nonton film ini juga? Atau punya kisah tentang Sahabat Tuli? Share cerita kalian ya! Sampai jumpa. Happy blogging!

Sumber Info dan Gambar:
Mydramalist & HanCinema

Whould you like to comment?

  1. Lesson learnt ya mbaaa: Hidup memang sawang sinawang. Kita suka membanding-bandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Merasa mereka lebih bahagia dibandingkan kita.

    Pilem ini pasti mengandung banyak bawang. Aku kudu siapin tisu nih

    BalasHapus
  2. keren.... ada ya tema seperti ini, sungguh unik, muncul denga tema tuli.... ini melihat dari sudut pandang berbeda. Menarik sekali penggambarannya , pasti butuh pendalaman karakter yang serius ini

    BalasHapus
  3. ide ceritanya belum banyak ditemukan nih berarti, karena dari sudut pandang anak kecil juga jadi menarik, aku pribadi menyukai film2 korea dengan tema keluarga sih kak, jadi ini bisa jadi wacthlist aku

    BalasHapus
  4. Wah tema yang unik! Tapi aku malah deg degan juga takut membayangkannya. Kasian menyakiti diri sendiri :(

    BalasHapus
  5. Kenapa aku merasa mbak widi utami juga harus ikut nonton ini. Aku selalu memiliki ketertarikan dan kekaguman tersendiri pada mereka yg di anugerahi spesial needs dari Allah

    BalasHapus
  6. Tema film yang diangkat unik dan antimainstream bagi saya, diaman orang kebanyakan ingin hidup sempurna eh malah Bori ingin jadi tuli agar dekat dengan anggota keluarganya yang tuli semua.

    BalasHapus
  7. Wah kyknya kalau nonton ini aku bakalan gemes tapi juga mewek2 yaaa.
    Kadang emang di sebuah keluarga saat ada satu anak spesial, suka fokusnya ke yang spesial dan agak lalai ma yang lain huhu.
    Jd pengen nontooon

    BalasHapus
  8. Bagi bori kecil mungkin keinginannya untuk diterima di keluarga lebih penting saat itu ya, sudut pandang yang menarik

    BalasHapus
  9. Haduuh....serem juga yaa..
    Tapi aku paham banget kalau dari perspektif anak, tentu gak nyaman sekali bila ia "berbeda".

    Beneran keren loo...dapet banyak penghargaan film.

    BalasHapus
  10. Adik pantiku dulu ada yang tuli. Dia tetep rame sih meski ngomongnya gak jelas. Jadi tetep bersuara, tetep ketawa-ketawa.
    Mungkin ada juga ya yang gak bersuara. Kujuga tak tau. Hehe.
    Filmnya lumayan unik ini. Fokusnya bukan ke orang yang difabel, ya.

    BalasHapus
  11. Aya belum pernah nonton filmnya, Mbak. Ceritanya cukup menarik ya, meskipun ada beberapa kejanggalan yang disebutkan oleh Mbak Jiah. Sempat ikut juga membayangkan kesunyian di keluarga Bo Ri

    BalasHapus
  12. Baca reviewnya jadi pengin nonton filmnya neh, bisa jadi ide cerita dengan setting Indonesia. Kalau nonton bagusnya di mana ya?

    BalasHapus
  13. ahhhh racuuunn nih,, hhhahahaha aku bakal nonton deh ini nanti kalo sempet nonton, hihi seru banget baca reviewnya.

    BalasHapus

Tinggalkan jejakmu di sini, Teman