Explore the blog
Selasa, 24 Mei 2022

Review Aku Dan Mesin Waktu

Apa yang kamu pikirkan soal mesin waktu? Bagaimana jika memang ada? Mau ke mana? Ke masa lalu atau ke masa depan?

Halo, apa kabar? Semoga dalam keadaan baik dan sehat serta semangat! Kalau bicara mesin waktu, saya malah teringat Zidan dan Pak Haji. Itu lho Lorong Waktu, sinetron religi Islami bertema fiksi ilmiah yang dibuat Deddy Mizwar. Kesayangan Anak Tahun 90-an banget enggak sih? Hehehe. Well, kali ini saya ngomongin cerita lain yang kemarin bikin saya baper. Apa itu? Film Pendek Aku Dan Mesin Waktu.

review film aku dan mesin waktu

Bertemu dengan orang yang diidolakan memang menyenangkan apalagi jika kamu bisa dekat dengannya. Saat ini, Sukma tengah merasakannya. Dia bertemu Bara, vokalis band yang pernah ia kagumi. Dia berpetualang, mencari kesenangan baru yang pernah ia tunggu.

Namun di sisi lain ada Rama, pria yang sudah menemani, berbagi rasa dengannya selama 3 tahun. Lalu siapa yang Sukma pilih untuk dibawa ke masa depan? Bara yang menyenangkan, atau Rama yang menenangkan?

Sutradara: Upie Guava
Ide Cerita: Freddy Yunus, Mariska Wandita, Lolita Malaihollo
Eksekutif Produser: Morin Chandra
Produksi: Digital Rantai Maya (dr.m)
Pemain:
Caitlin Halderman - Sukma
Fero Walandouw - Bara
Refal Hady - Rama

Aku Dan Mesin Waktu Short Movie


Setelah terbian-bian karena Refal Hady di Wedding Agreement, enggak tahu kenapa saat saya buka sosial media, yang muncul ya gambar dia. Mungkin mesin intelegensi artifisial sedang bermain di sini layaknya iklan yang kita lihat. Buka YouTube dong dan tidak sengaja bertemu Aku Dan Mesin Waktu Short Movie Full Version. Durasinya 46 menitan. Langsung gas nonton karena tak sampai satu jam. Tidak mikir apa-apa, enggak nyari tahu juga bagaimana sinopsis dan review ceritanya. Eh ternyata, suka banget!

aku dan mesin waktu short movie

Jika dulu ada series Hari Ini Kenapa, Naira dari lagu Vidi Aldiano, maka kali ini Aku Dan Mesin Waktu juga merupakan proyek film pendek atau short movie produksi dr.m yang terinspirasi dari 4 lagu dari 4 musisi, yaitu Budi Doremi (Mesin Waktu), LAST CHILD (Menyerah), Caitlin Halderman (Apa Ini Cinta) dan Virgoun (Orang Yang Sama). Tahun lalu tepatnya mulai di 1 April, 4 chapter atau 4 Musik Video yang jadi soundtracks ini dirilis dalam waktu berdekatan di YouTube channel masing-masing. Lalu ditutup dengan film pendek ini di tanggal 16 April 2021.

Meski kemarin saya Nonton film Aku dan Mesin Waktu dalam bentuk full version, tapi sebenarnya waktu rilis itu dibuat 4 episode. Masing-masing sekitar 11-14 menit. Jadi saya akan mengulasnya per episode ya. Kenapa? Soalnya judul sesuai ost-nya.

original soundtracks aku dan mesin waktu

  • Episode 1, Apa Ini Cinta
Hari pertama Sukma kerja, dia sedikit terlambat dan tak punya banyak persiapan. Sebenarnya, Rama pacarnya sudah mengingatkan hal tersebut. Sampai di kantor, ternyata seniornya adalah Bara, vokalis band Mahana yang pernah Sukma idolakan saat SMP. 

Hari pertama Sukma tidak terlalu menyenangkan karena Bara bersikap cuek dan membuatnya ingin menyerah. Namun hal itu berubah saat Bara mengantarkannya pulang karena hari sudah malam dan hujan. Mereka ngobrol, bernyanyi bersama, dan semua terasa menyenangkan.

  • Episode 2, Menyerah
Setelah mulai akrab dengan Bara, ternyata mereka berdua menjadi rekan satu tim dalam membuat ide untuk konser virtual Budi Doremi karena tim senior sedang sibuk dengan press conference Virgoun. Btw, Sukma berada di Divisi Kreatif. Karena hal ini, mereka semakin dekat. Berbanding terbalik dengan hubungannya bersama Rama.


  • Episode 3, Mesin Waktu
Sukma dan Bara akhirnya berhasil terpilih dalam membuat ide konser virtual Budi Doremi bertajuk Astromewa, Astronot Mesin Waktu. Keduanya mengerjakan proyek ini dengan bahagia. Namun di sisi lain, Sukma lupa tentang perayaan ketiga tahunnya dengan Rama.

Rama tahu ada yang tak beres dengan Sukma. Dengan berat, dia mengambil langkah maju. Langkah yang tak mudah untuk melepaskan perempuan itu jika memang bukan Rama orang yang bisa membahagiakannya.

  • Episode 4, Orang Yang Sama
Episode terakhir, Sukma kini tidak bersama Rama. Bara berusaha selalu ada untuk perempuan itu. Lalu, siapa 'Orang Yang Sama' untuk berlabuh? Mau tahu? Hayuk nonton film Aku dan Mesin Waktu di YouTube Dapur Musik dr.m saja ya! Percaya deh, saya sangat merekomendasikan film pendek ini!

Aku dan Mesin Waktu, Karena Cinta Akan Kembali Padamu



Mungkin telat, tapi saya tidak menyesal baru tahu sekarang soal Aku dan Mesin Waktu. Nonton kosongan, random, tanpa berekspektasi dan ternyata bisa sesuka ini. Film pendek ini termasuk yang terbaik sih. Pertama, ceritanya yang singkat tapi ngena banget sampai ke hati. Romance dan komedinya dapat, enggak garing. Kedua, akting dan visual pemainnya yang oke. Ketiga, sinematografi yang enggak kaleng-kaleng dari upieGuava. Keempat, tentu saja soundtrack yang enak di telinga.

Kisah dari Sukma ini mungkin banyak orang yang pernah mengalami. Dia pernah mengidolakan seseorang dan sekarang bertemu, satu kantor, dan ternyata seru untuk diajak ngobrol. Keinginan untuk lebih dekat jelas terbersit dong. Semacam harapan gitu. Namun posisinya ada Rama yang sudah berpacaran dengannya selama 3 tahun. Harusnya Sukma berhenti karena itu hanya idola dari masa lalu. Eh malah terbawa perasaan. Bara-nya juga gitu. 

"Aku selalu berusaha untuk bisa jadi laki-laki yang dampingi kamu di masa depan. Tapi sekarang, justru orang yang bisa bahagiain kamu itu orang yang dari masa lalu. Jadi aku sudah cukup puas untuk jadi orang yang pernah singgah di hidup kamu"

 


Waktu Rama ngajak putus, saya langsung nangis kejer. Ya ampun, orang sebaik itu, sedewasa itu, ngelepasin cintanya agar dia lebih bahagia. Auto teringat Peng My Ambulance dong karena kasusnya mirip banget. Dari sini sudah paham kan saya tim mana? 

Sampai pada titik, benar kata orang bahwa terkadang kita perlu merasa kehilangan dulu untuk bisa menghargai apa yang kita miliki. Hal itu juga yang terjadi pada Sukma. Ngobrol dengan Bara memang menyenangkan, tapi dia tidak membuat nyaman seperti Rama. Misalnya saja soal kenangan Kamera Polaroid.


Sering kali saat melihat hal baru, itu akan sangat menarik. Namun yang lama, dia akan bertahan, memberikan ketenangan, menerima kita apa adanya. Tak masalah untuk mengingat masa lalu karena itu penting, tapi bukan untuk kembali. Ia berperan agar kita bisa memahami masa depan.

"Aku buta, aku bodoh, aku salah. Aku sibuk mencari sesuatu yang ternyata aku sudah punya dari dulu"

Acap kali kita selalu sibuk mencari sesuatu yang lain, padahal itu sudah kita miliki. Kuncinya memang bersyukur. Film Aku dan Mesin Waktu bukan hanya soal cinta, tapi lebih universal tentang menghargai banyak hal.


Untuk pemeran Aku dan Mesin Waktu, saya tidak berkomentar karena mereka sudah berakting dengan sangat baik. Meski terbian-bian, saat nonton film ini saya sama sekali tidak melihat Bian-nya Tari. Saya hanya melihat Rama, sosok laki-laki dewasa yang baik hati. Kerennya Refal Hady. Lalu Caitlin Halderman, karakternya di sini juga sedikit mirip dengan perannya di Married with Senior.

Untuk original soundtrack-nya, duh saya tidak bisa memilih karena semua bagus. Apa Ini Cinta yang ceria dan tidak menyangka jika suara Caitlin Halderman itu bagus. Lalu Mesin Waktu Budi Doremi juga. Lalu ingat dong ada yang komen soal liriknya yang merubah. Menyerah dari Last Child, lagu patah hati tapi enggak mellow. Dan Orang Yang Sama dari Virgoun, duh kapan ya saya bisa jatuh cinta berulang kali dengan orang yang sama? Manis banget lagu terima kasih ini.

film aku dan mesin waktu

Ternyata sudah panjang ya review Aku Dan Mesin Waktu short movie ini. Kata saya, mengidolakan, mengagumi seseorang itu boleh-boleh saja. Karena ini jadi salah satu cara kita bersenang-senang, tapi hanya itu. Kaya Deok Mi Her Private Life itu lho. Jadi bedakan antara rasa kagum dan cinta meski keduanya sama-sama membahagiakan. Mari kita temukan tempat nyaman untuk pulang.

Saya akhiri sampai di sini ulasan Aku dan Mesin Waktu. Buat yang belum nonton, saya kasih trailernya biar makin gemas. Sampai jumpa. Happy blogging!


Sumber gambar:
https://instagram.com/drmtalent

Would you like to comment?

Anisa AE mengatakan...

Di tengah film-film bioskop yang trending ada juga film ringan seperti ini yang menurut saya ringan tapi berkesan. Jadi pengin nonton, penggambaran cinta yang dalam. Terima kasih reviewnya!

Dian Restu Agustina mengatakan...

Film pendek tapi pesannya mengena, penasaran nonton juga sayaaa....beneran dilema bagi Sukma ya, apakah dengan orang yang diidolakan di masa lalunya atau dengan orang yang saat ini ingin mengajaknya mengarungi masa depan..wah, jadinya pilih siapa nih

nurul rahma mengatakan...

Aakkk, jadi penasaran nih.
pengin langsung cuss nonton short movie ini.
pastinya mayan banget untuk hiburan di rumah

Andiyani Achmad mengatakan...

duh aku lagi butuh asupan film atau serial drama yang bucinnya gak ada batas kayak gini hehehhe

tantiamelia.com mengatakan...

Judul nya aja udah menarik banget ya mesin waktu, jadi pastinya kita dibuat penasaran di masa lalu atau masa depan seperti apa

tantiamelia.com mengatakan...

Judul nya aja udah menarik banget ya mesin waktu, jadi pastinya kita dibuat penasaran di masa lalu atau masa depan seperti apa

Okti Li mengatakan...

Film pendek yang syarat makna ya. Saya ikut belajar dan ambil hikmahnya juga terutama soal "barang lama dan barang baru"
Dengan bersyukur, insyaallah sehijau apapun rumput tetangga tetap rumput di halaman sendiri yang kita miliki

Jalan-Jalan KeNai mengatakan...

Film-film pendek sekarang banyak yang bagus-bagus. Pesannya tuh sampe dan kita suka ikut larut. Apa karena durasinya pendek, ya? Jadinya gak bertele-tele gitu.

Dzulkhulaifah mengatakan...

Kadang aku lebih suka nonton short movie, karena biasanya alurnya lebih cepat. Suka bosan nonton romance yang full movie 1,5 jam tapi lambat banget banyak bengongnya hehe. Penasaran sama pesan yang tersirat dalam Aku dan Mesin Waktu, cuss buka di youtube, ah!

Nanik nara mengatakan...

Pesannya dalem ya, godaan itu emang selalu ada dalam setiap hubungan. Mengalihkan dari jalur yang sudah dirancang. Orang lama, orang baru. Balik lagi ke kekuatan diri untuk memegang komitmen agar tak mudah tergoda

Tuty Queen mengatakan...

Belum pernah nonton tapi dari jalan ceritanya cukup menarik dan jadi pelajaran perjalanan hidup terutama mengambil keputusan untuk memilih ya mba

Dennise Sihombing mengatakan...

Biasanya selama ini nonton movie panjang durasinya tapi ini short movie 4 episode dengan tema yang berbeda, penasaran ini mau nonton secara keseluruhan

Mugniar mengatakan...

Oww oww .. kayaknya menarik ... tadi sempat mau nanya, di mana nonton Aku Dan Mesin Waktu ... terus saya klik di trailer-nya, rupanya ada link-nya ... cusss berangkat ke link YouTube-nyaa.

Lidya mengatakan...

Aku juga masih inget nih Jiah Mesin Waktu, beberapa kali nonton dulu, pas kalau mamaku nonton juga.
Duh susah ya milih antara yang menyenangkan dan menenangkan maunya dua-duanya aja hahaha maruk. Pengin nonton juga ah serialnya. Semoga gak baper

lendyagassi mengatakan...

Paling gak bisa akutu dikasih drama yang tokohnya ninggalin demi kebahagiaan si wanita.
Rasanya ada yang hilang.. Jadi inget lagunya Haechan NCT - Good Person kaan..
((auto meweeekk, saking menghayatinya...))

Nia K. Haryanto mengatakan...

Wah seru nih. Jadi kepengen nonton deh aku Jiah. Aku sering tuh bayangin bisa naik mesin waktu. Biar bisa begini begitu dan benerin kesalahan. Hehe. Cus ah nonton.

Efi Fitriyyah mengatakan...

Huaaa Refal Hady. Selain cakep aku juga suka aktingnya di film² yang aku tonton. Versi film Weeding Agreement dah aku tonton, yang seriesnya belum. Eh ini ada serial dia yang lain.

andyhardiyanti mengatakan...

Lagi ngikutin series Wedding Agreement, terus suka sama actingnya Refal Hady. Mikir-mikir.. di mana lagi ya bisa menyaksikan nih anak.. (((((nih anak))))), eh ternyata ada Aku dan Mesin Waktu ini..

Ranggi's Travel Story mengatakan...

Waah baguss jadi penasaran akhirnya beneran meninggalkan Bara kah??
Kepo maksimal.ihhh 😭😭

Memang ya memory masa lalu apalagi cinfa monyet susah dihilangkan (gusti yeni)

Nova Violita mengatakan...

kayaknya kau bakalan nonton deh, kenpa? karena ada mas bian wedding agrement (refal hadi) hahahaha, tapi baca sinopsisnya asyik juga

nchie hanie mengatakan...

Hahhhaa ngebayangin Jiah nangis Kejer saaat RAma ngajak putus, trus aku akan nonton dirimu yang nangis aja deeh.
Btw so sweet siihh, tapi...
Aku belom nonton kalo chapter2 gitu, sukanya yang cerita sekali abis aja daah, tapi baca sinopsisnya jadi senyum2 atulah..

Damar Aisyah mengatakan...

Sudah lama gak nonton drama ringan begini. Lumayan nih buat hiburan dan nostalgia masa lalu, hahaha. Dari sinopsisnya lumayan asyik, yang jelas ringan dan bakalan melow nih.

Rani R Tyas mengatakan...

Ha mbok dikasih linknya juga 😂 Udah lama euy gak nonton film pendek Indonesia, terakhir kali nonton ya film berjudul Sore

Dewi Rieka mengatakan...

Duh duh kayak dream comes true ya ketemu idola masa lalu eh jadi teman sekantor gimana nggak deg-degan dan jatuh cinta lagi, jadi lupa sama pacar yang mendampingi tiga tahun.. penasaran endingnya..

Nickn - Kal mengatakan...

Aduduh, baca quote ini, "Aku selalu berusaha untuk bisa jadi laki-laki yang dampingi kamu di masa depan. Tapi sekarang, justru orang yang bisa bahagiain kamu itu orang yang dari masa lalu. Jadi aku sudah cukup puas untuk jadi orang yang pernah singgah di hidup kamu."

Jleb...jleb...jleb... rasanya gimana gitu. Auto ngebayangin ada di posisinya. Wkkwkw

Komentar saya moderasi. Tinggalkan jejakmu di sini, Teman!