Explore the blog
Selasa, 09 Juni 2020

Review Drama Korea Princess Hours

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Kamu pernah bermimpi jadi seorang Putri yang bersanding dengan raja? Kalau sekarang, masih yakin mau jadi Princess?

Annyeong hasimnikka! Berhubung kemarin review dramanya terbilang baru, maka kali ini saya akan nostalgia dengan drama lama dan masih sangat layak ditonton sekarang ini. Apa itu? Princess Hours.

review drama korea princess hours yang tayang pada tahun 2006


Menikah muda tidak pernah terbayangkan di benak Shin Chae-Kyung apalagi dengan Putra Mahkota. Chae-Kyung adalah siswa sekolah menengah seni biasa. Kepribadiannya ceria dan sedikit konyol. Suatu ketika, dia mendengar bahwa ia harus menikah dengan Putra Mahkota berdasarkan perjanjian Kakek mereka zaman dulu.

Putra Mahkota Lee Shin satu sekolah dengan Chae-Kyung. Kepribadiannya dingin, sulit dijangkau. Dia mempunyai pacar bernama Min Hyo-Rin, seorang balerina. Mengetahui akan dijodohkan, Shin melamar Hyo-Rin tapi ditolak oleh gadis itu.

Chae-Kyung sendiri awalnya menolak perjodohan itu. Sayangnya, orangtuanya terbelit hutang. Dengan terpaksa, Chae-Kyung menerima perjodohan tersebut demi membantu orangtuanya. Di sisi lain, Shin juga tidak bisa menolak apalagi Hyo-Rin memilih mengejar mimpinya daripada bersama Shin.


Di lain pihak, ada Lee Yul yang merupakan sepupu Shin. Dia menyukai Chae-Kyung dan sering membantu gadis itu. Yul yang berhati hangat berbanding terbalik dengan Shin. Pada kenyataannya, harusnya Yul yang menjadi Putra Mahkota bukan Shin.

Menjadi Putri Mahkota ternyata bukan hal mudah. Chae-Kyung bekerja keras untuk terus beradaptasi. Akankah dia berhasil? Bagaimana dengan Shin sendiri?

Drama: Princess Hours
Revised romanization: Goong
Hangul: 궁
Director: Hwang In-Roe, Kim Do-Hyung
Writer: In Eun-A, Park So-Hee (comic)
Network: MBC
Episodes: 24
Release Date: January 11 - March 30, 2006
Runtime: Wed. & Thurs. 21:55
Language: Korean
Country: South Korea
Cast:
Yoon Eun-Hye - Shin Chae-Kyung
Ju Ji-Hoon - Lee Shin
Kim Jeong-Hoon - Lee Yul
Song Ji-Hyo - Min Hyo-Rin
Lee Yoon-Ji - Princess Hye-Myung
Shim Hye-Jin - Lady Hwa-Yong
Park Chan-Hwan - King
Yun Yoo-Sun - Queen Min
Kim Hye-Ja - Queen Mother Park
Kim Sang-Joong - Lee Soo
Choi Bul-Am - Emperor Seong-Jo
Song Seung-Hwan - Emperor
Kang Nam-Kil - Chae-kyung's Dad
Kwon Yeon-Woo - Queen Mother's Court Lady Kwang
Lim Ye-Jin - Chae-kyung's mom
Choi Sung-Joon - Kang In
Ryu Si-Hyun - homeroom teacher
Lee Yeon-Doo
Jung Hye-Young - cameo
Lydia Park
Lee Ho-Jae
Jeon Yeo-Jin
Yoon E-Na
Jeon Hye-Soo - Chef Choi
Moon Hee-Won
Lee So-Won - Park Na-In
Lee Yong-Joo - Jang Kyung
Yoon Hee-Joo

Review Korean Drama Goong


princess hours drama komedi romantis tentang perjodohan

Saya pertama kali nonton drama ini waktu MTs, akhir tahun 2006 mungkin. Waktu itu tayang di Indosiar setiap hari Minggu. Lalu kemudian ditayangkan ulang di awal tahun 2007. Jadi kalau TV ikan tayangkan Legend of the Blue Sea, ya enggak usah kaget. Beberapa waktu terakhir, saya baru selesai nonton Goong lagi. Enggak nyangka banget sekarang sudah 14 tahun berlalu, hahaha.

Diceritakan bahwa Raja Lee Hyeon ini sakit. Khawatir akan kesehatan sang Raja, keluarga kerajaan mencarikan istri untuk Putra Mahkota Shin. Jadi jika sesuatu hal buruk terjadi, Shin bisa naik tahta. Shin punya pacar seorang balerina bernama Min Hyo-Rin. Dia melamar gadis itu dan ditolak dong gara-gara Hyo-Rin ingin bebas mengejar mimpinya.

Lalu kenyataan muncul bahwa Raja terdahulu yang adalah Kakek Shin pernah membuat perjanjian dengan Kakek Shin Chae-Kyung yang intinya mereka harus menikah. Ada cincin gitu yang ditinggalkan sebagai bukti pengikat mereka. Awalnya keduanya menolak. Tapi kemudian akhirnya menikah juga.


Dalam istana, Chae-Kyung yang ceria dan konyol harus beradaptasi dengan segala hal. Semacam menjaga image gitu. Jadi dia harus sempurna, tak boleh menimbulkan sensasi yang bisa merusak citra kerajaan. Shin yang awalnya bersikap dingin, perlahan mulai jatuh hati pada istrinya. Sayangnya ada Yul, Kakak sepupu Shin. Dia menyukai Chae-Kyung dan kalau dirunut, harusnya Yul lah yang jadi Putra Mahkota. Lalu Hyo-Rin sendiri muncul lagi karena merasa menyesal telah melepaskan Shin.

Masalah kerajaan pun makin banyak yang muncul. Bahkan kisah masa lalu kini terungkap. Kisah apakah itu? Kenapa Lee Yul dan Ibunya yang tinggal di Inggris kini kembali ke Korea?


Sepertinya hampir semua perempuan pernah bermimpi bertemu pangeran dan menjadi seorang putri. Bayangannya begitu indah. Sayangnya, kehidupan bukan cerita dongeng yang happily ever after. Chae-Kyung tidak berniat jadi Putri Mahkota tapi ternyata perjodohan membawanya bersanding dengan Putra Mahkota. Kehidupan di istana juga tidak mudah. Misalnya dalam hal berpakaian yang harus ini itu. Lalu pelajaran tata krama dan lainnya, semua harus dia kuasai. Bahkan dalam hal tidur bersama suami, semua diatur. Chae-Kyung juga harus rela jauh dari orangtua juga teman-temannya meski sesekali ada kunjungan juga. Hangout bareng? Enggak ada dalam kamus Putri Mahkota.


Menjadi Putra Mahkota juga tidak mudah bagi Shin. Ada banyak aturan dan berakhir dengan kehidupan yang kesepian. Ada tanggung jawab besar bahkan di usianya yang masih sangat muda. Awalnya dia ingin bahagia bersama pacarnya, Min Hyo-Rin. Tapi berakhir dengan pernikahan bersama Chae-Kyung.

Kisah cinta mereka memang dari benci jadi cinta. Apalagi Chae-Kyung tanpa sengaja pernah mendengar saat lamaran Shin ditolak. Waktu di istana juga mereka sering bertengkar. Tapi ya gitu, lama-lama jadi cinta.

Masalah yang lebih krusial dari drama Princess Hours itu soal perebutan tahta secara terselubung. Jadi ceritanya Lee Soo, ayah Yul ini putra tertua. Dia menikah dengan Hwa-Yong. Lalu ayah Yul ini kecelakaan dan meninggal. Akhirnya Lee Hyeon, ayah Shin ini naik tahta sementara Yul dan Ibunya pergi ke Inggris.


Mengetahui kesehatan Raja yang buruk, Hwa-Yong balik dong ke Korea dengan maksud menjadikan Yul sebagai Raja. Jadilah banyak banget tipu muslihat yang dilancarkan untuk mengobrak-abrik istana. Puncaknya adalah tuduhan membakar istana yang ditunjukkan pada Lee Shin. Langsung geger dong karena Putra Mahkota melakukan tindakan kriminal. Kayanya ya mau zaman apa pun kalau cerita kerajaan pasti enggak jauh-jauh dari yang namanya perebutan kekuasaan. Mari bersyukur karena terlahir jadi orang biasa.


Lee Yul jadi dong naik tahta? Enggak lah karena ada yang jauh lebih heboh. Kalau mau tahu, ya nonton sendiri saja drama Princess Hours ini, hahaha!

14 tahun dari drama Korea Princess Hours ini kisahnya tetap related dengan zaman sekarang. Jadi seorang Putri memang terlihat menyenangkan. Tapi saat kamu sudah memilih, maka kamu harus berdamai dan mau mengikuti aturan-aturan istana yang ada. Mau nolak? Ya konsekuensinya harus keluar istana, melepaskan segala kemewahan yang ada.

Yang ikonis dari drama Gong ini adalah adanya boneka teddy bear di tiap akhir episode. Di drama, Shin ini punya boneka beruang bernama Alfred. Sebenarnya Shin ini pangeran yang kesepian dan boneka itulah yang jadi teman curhat Shin. Adanya Chae-Kyung sendiri sebenarnya membuat hidup Shin jauh lebih berwarna.

kisah tentang gadis biasa yang menikah dengan putra mahkota

Tentang pemainnya, Yoon Eun-Hye selain di drama Goong, saya tahu aktingnya saat main di My Fair Lady. Terakhir kemarin dia main di Fluttering Warning, drama pengganti Devilish Charm. Tapi saya enggak mengikuti karena ceritanya menurut saya agak receh. Kurang cocok dengan dia yang sekarang.

Princess Hours jadi drama pertama Ju Ji-Hoon dan jadi pemeran utamanya pula. Setelah itu, saya belum nonton lagi dramanya sampai kemarin ada Hyena. Ya ampun! Kenapa dia jadi se-Hot itu? Mungkin ini yang dinamakan, makin tua makin menjadi, hahaha. Ini juga jadi alasan kenapa saya nulis review Princess Hours.


Lalu ada Song Ji-Hyo, entah kenapa meski sudah berumur, dia makin cantik. Terakhir saya nonton dramanya Lovely Horribly. Tapi kalau nonton Running Man, pasti sering melihatnya. Kemudian Lee Yoon-Ji yang tetap awet muda. Drama terakhirnya yang saya tonton itu Person Who Gives Happiness. Yun Yoo-Sun, Sang Ratu. Terakhir dia bermain di drama The Tale of Nokdu. Dan karakter favorit saya ada Ibu Suri Park, Kim Hye-Ja. Beliau ini memang sesuatu. Tahun 2019 dapat Grand Prize (Daesang) setelah bermain di drama The Light in Your Eyes.

Oh iya, Princess Hours ada spin-offnya yang berjudul Prince Hours atau Goong S, tapi saya enggak nonton. Lalu ada juga yang versi Thailand. Tapi saya masih suka versi original Goong ini. Kalau di Indonesia, dulu sempat ada sinetron Benci Bilang Cinta di mana Marshanda dan Baim Wong jadi pemeran utamanya. Memang latar yang diambil bukan kerajaan. Tapi dari segi cerita ya Princess Hours banget. Sinetron Indonesia tahun 2000-an memang banyak banget yang mirip dengan negara lain. Jadi kangen kan sama Sinetron tahun 90-an yang hits.


Em, apalagi ya? Karena ini nostalgia, baiknya kita akhiri sampai di sini saja. Tapi kalau kalian ngaku penggemar drama Korea, belum lengkap deh kalau tidak nonton Princess Hours ini. Atau kalian ada yang sudah nonton juga? Share pendapat kalian ya! Sampai jumpa. Happy blogging!

Sumber gambar: AsianWiki & HanCinema

Whould you like to comment?

  1. Drama lama nih. Tp aku blm pernah nonton jg sih. Berasa nostalgia ya kalo rewatch begini.

    BalasHapus
  2. WOW! Kamu makin hapal banyak nama dan film yang mainkan. Keren!
    Itu pujian asli lho ya. Karena aku ga bakal bisa setengahnya. Hihihi.

    Rasa-rasanya aku pernah nonton Princess Hour. Tapi mungkin tidak tamat karena aku ingat saat mereka dapat kabar akan dinikahkan. Mungkin aku perlu nonton lagi. Karena aku dan mas indra suka drakor lawas.

    BalasHapus
  3. Aku uda bolak balik nonton ini tapi gak bosan2, ceritanya asik dan seru. Trus romantis, bikin yg nonton berbunga2

    BalasHapus
  4. Kehidupan seorang putri atau putra mahkota di dalam istana itu, sebenarnya gak terlalu enak juga ya. Banyak protokol yang kaku dan malah bikin hidup gak nyaman. Belum lagi kalau ada konflik perebutan kekuasaan.

    BalasHapus
  5. Aku paling gemeeessh ama Ji-hyo di sini.
    Dan emang dia cocok akting jadi jahat yaah...
    Nada bicaranya itu loo...agak kresskress gimanaaa gituu...

    BalasHapus
  6. Drama lumayan lawas ini masuknya ya tapi entah kenapa hype banget bahkan sampai sekarang :D rasanya beda gitu sih dulu nontonnya di tipi, nunggunya ituloh, kalau skrg kan dah gampang bgt tgl streaming. Ahaha iya ngmongin sinetron Indonesia bnyk banget yg contek drakor astaga XD

    BalasHapus
  7. Judulnya terasa familiar meski belum pernah nonton. Sebenernya aku suka cerita - cerita kerajaan, banyak intrik politik yang ngeri - ngeri sedap. Etapi di drama ini banyak kisah romantis yang mengharu biru ya, Ji ..

    BalasHapus

Tinggalkan jejakmu di sini, Teman