Explore the blog
Sabtu, 11 April 2020

Bukan Corona, Mungkin Masuk Angin Saja

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Sekarang cuaca tidak bisa dibilang musim hujan atau musim kemarau. Ini adalah musim peralihan dan kadang hujan datang suka-suka. Malam hujan, besoknya panas banget. Hal ini juga cukup memengaruhi tubuh.

Freepik


Karena sedang musim Corona, banyak orang jadi sering berprasangka. Batuk, langsung dilirik dikira Covid-19. Pilek langsung was-was. Sampai kurang enak badan, eh dibilang Korona. Padahal itu mungkin masuk angin saja. 

Bagi kedokteran, Masuk Angin itu tidak punya istilah khusus. Bisa dibilang sebagai kumpulan rasa kurang nyaman pada tubuh mulai dari sakit kepala, pilek dan flu, kedinginan, lemas juga mual, sampai hilang nafsu makan. Gampangnya sih disebut perut kembung. 

Kenapa sih kita bisa terkena Masuk Angin? 


Banyak sih penyebabnya. Pertama karena cuaca ekstrem, seperti musim pancaroba sekarang ini. Buat yang bekerja di luar ruangan, dari angin yang dingin dan panas lalu hujan buat banyak penyakit bermunculan. Keduanya, kondisi badan yang lemah. Imunitas yang menurun menyebabkan badan mudah terjangkit penyakit. Ketiga, kurangnya istirahat dan tidur. Akhirnya masuk angin muncul deh! 

Daripada mengobati, ada baiknya kita mencegah masuk angin pada tubuh dengan: 

  • Perbanyak minum utamanya air hangat. Minum dingin baiknya dihindari dulu
  • Pakai baju hangat, semisal baju musim dingin jika kamu berada di negara 4 musim
  • Makan makanan bergizi
  • Minum vitamin
  • Tidur dan istirahat yang cukup
  • Rajin olahraga
  • Minum tolak angin 

Tolak Angin ini dibuat dari bahan-bahan herbal. Jadi sangat aman dikonsumsi baik untuk anak juga dewasa. Tinggal pilih produknya saja bahkan ada yang dalam bentuk permen. Kita bisa minum saat bepergian atau saat merasa kurang enak badan. Biasanya sih tak lama kemudian jadi lebih baik. Jadi jangan langsung buru-buru ke dokter agar virusnya tidak kebal. Orang zaman dahulu juga melakukan kerokan atau membalur tubuh bisa dengan minyak kayu putih atau bawang merah untuk anak-anak untuk mengurangi rasa tidak nyamannya. 

Tapi jika badan kita masih belum menunjukkan perubahan dalam tiga hari, baru deh kita cek ke dokter agar ketahuan sakitnya apa. Jika masuk angin saja, ya istirahat di rumah. Tetap jaga kesehatan juga kebersihan buat semuanya. Sampai jumpa. Happy blogging!

Whould you like to comment?

  1. Lah saya mba, 2 minggu lebih pilek gak sembuh-sembuh, setelah sembuh. trus panas dalem lagi seminggu. Di musim kayak gini mah, penyakit datang nya sambung menyambung, ampe cape sendiri saya nyetok obat 😂

    BalasHapus
  2. wahahaha sama seperti saya, saya hanya flu dan sakit tenggorokan tapi was was apakah saya terkena corona

    BalasHapus