Explore the blog
Selasa, 14 Agustus 2018

Review Film Minions

Bismillaahirrahmaanirrahiim.... 

Semenjak nonton Despicable Me, saya sering berpikir, Minions itu makhluk apa? Apa dia robot? Kenapa kecil? Kenapa ngomongnya campur-campur kaya es? 

Siapa sih yang tidak tahu atau belum nonton Despicable Me? Saya lumayan sering nonton di TV apalagi saat libran sekolah. Biasanya sih sama keponakan, hahaha. 

Minions ada di Despicable Me, anak buahnya Gru. Mereka juga punya film pendek tentang iklan blender yang lumayan bikin ngakak. Tapi kali ini saya tidak bahas itu melainkan asal muasal si Minions yang saya pikir masih sejenis Onions, hahaha. 

Minons ada sejak zaman dulu kala, di zaman Dinosaurus juga. Mereka adalah makhluk yang setia dan mengabdi pada makhluk yang paling jahat sejagad raya. Tugas utamanya membuat Bos senang. Sayangnya bukan kegembiraan tapi justru kematian yang didapat. Berulang kali mereka berganti Bos tapi hasilnya sama.

minions

Akhirnya mereka pindah ke gua es. Awalnya baik-baik saja tanpa pemimpin tapi kemudian mereka merasakan kehampaan. Kevin, Stuart dan Bob akhirnya memutuskan keluar dan mencari Bos Penjahat baru. 

Mereka mengadu nasib, melewati banyak hal sampai bertemu Scarlet Overkill, penjahat super dan juga suaminya, Herb yang memiliki rencana untuk ambil alih dunia. Tiga minions ditugaskan untuk mencuri mahkota milik Ratu Elizabeth II, ratu Britania Raya. Nah, apakah ketiganya berhasil menjalankan misi tersebut? 

Sutradara: Pierre Coffin, Kyle Balda
Produser: Chris Meledandri, Janet Healy
Penulis: Brian Lynch
Pemeran: Pierre Coffin
Sandra Bullock
Jon Hamm
Michael Keaton
Allison Janney
Steve Coogan
Geoffrey Rush
Musik: Heitor Pereira
Penyunting: Claire Dodgson
Perusahaan produksi: Illumination Entertainment
Distributor: Universal Pictures
Tanggal rilis: 11 Juni 2015 (Penayangan perdana London)
17 Juni 2015 (Indonesia dan Australia)
10 Juli 2015 (Amerika Serikat)
Durasi: 91 menit
Negara: Amerika Serikat
Bahasa: Inggris

Review Minions Movie 

Film ini merupakan prekuel/spin-off dari Despicable Me (2010) dan Despicable Me 2 (2013) di mana nantinya para Minions akan bertemu Gru, Bos mereka. 

Awalnya saya pikir Scarlet Overkill adalah Ibu Gru dilihat dari kesamaan hidung. Eh ternyata bukan. Dia penjahat lain ketika Gru masih kecil. 

Nonton para Minions membuat saya sangat terhibur. Mereka ngomongnya gitu, tapi ekspresinya bisa banget. Jumlah mereka juga banyak dan bahkan saya tidak bisa membedakan mana yang namanya si Kevin dan teman-temannya. 

Oh iya, saya juga baru tahu bahwa pencipta karakter Minions sekaligus sutradaranya Pierre Coffin adalah putra dari Nh. Dini. Lalu saya mikir keras, anaknya sukses kenapa Ibunya di panti Werdha? Lalu browsing lagi ternyata Pierre Coffin dulu ikut Ayahnya ketika orangtuanya bercerai. Hanya itu, saya tidak mau ngorek lebih dalam. Cukuplah saya menghibur diri dengan lihat si Minions. 

Saya enggak akan menyalahkan Minions karena sifat cerobohnya hingga membuat Scarlet marah. Kadang kan anak buat butuh dibimbing dulu biar tugasnya lancar, hahaha. 

Nonton film ini membuat saya sadar bahwa ketika kepercayaan antara satu dan lainnya hilang, maka mau berbuat baik pun akan dianggap jahat. Ibarat kata, Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga. Maka dari itu, kalau sudah dipercaya maka jaga kepercayaan tersebut. 

Habis ini saya mau nonton Despicable Me 3 biar lunas. Itu film sudah ada di laptop tapi malah keponakan saya duluan yang nonton. Ketika ditanya bagaimana ceritanya, eh dia ngeles, xixixi. 

Kalau kalian sudah nonton Film Minions ini atau belum? Filmnya lumayan ringan dan menghibur lho! Hayuk ditonton bersama yang tersayang, hehehe! 

Sampai jumpa. Happy blogging!

Would you like to comment?

Zefy Arlinda mengatakan...

astagah, ternyata mereka itu jahat-jahat ya? selalu mengabdi dengan penjahat? sayang banget mukanya yang unyu2 itu ....haduhhh

Rani Yulianty mengatakan...

Hihii...mininos film kesukaan anakku, mulai Despicable mu sampai minions, mereka nggak bosen nonton terus diulang-ulang

Nova Violita mengatakan...

Wah...malah gak pernah nonton film beginian..jadi kalau ada review begini sedikitemberi penjelasan...walau gak nonton paling tidak tahu sedikit ceritanya gimana...jadi kalau ada omongan soal Minion ini jadi rada nyambung gitu..hahahaha, maklum. Emak2..

Tira Soekardi mengatakan...

makasih reviewnya

Hai Ulya mengatakan...

Aku belum nonton secara utuh sih, cuma pernah liat sepenggal aja. Diliat dari bentuknya sih emang seru, kayanya. Baca ini jadi makin penasaran. Huhu

unggulcenter mengatakan...

minion juga kadang-kadang pakai bahasa melayu/indonesia looh, coba aja perhatiin ^^

Dian farida ismyama mengatakan...

Aku belum nonton Minion, wkkka. Serius itu anaknya Nh. Dini? Ternyata darah seni itu nurun beneran ya

Afifah Mazaya mengatakan...

Sukaaaa sama film ini. Ada sedih, haru, tapi ada banyak senangnya. :D

Keke Naima mengatakan...

Saya biasa aja sama film Despicable Me 1, 2, & 3. Gak ada yang berkesan banget buat saya. Tetapi, saya ngefans banget sama Minions. Sampe suka bela-belain koleksi pernak-pernik Minions hehehe

Lidya Fitrian mengatakan...

Papoy papoy hehehe.
Aku udah nonton semuanya Jiah

lianny hendrawati mengatakan...

jadi inget dulu nonton Despicable Me yg keberapa ya itu, nontonnya di jam yg malam, ngantuuk dan di bioskop sempat ketiduran hahaha.

Tuty Queen mengatakan...

Aku udah nonton...ada lucu ada sebel haha

emanuella aka nyonyamalas mengatakan...

Hooooo, pantas kadang kala ada terselip bahasa Indonesia, seperti terimakasih, di ucapan-ucapan absurbs minions. Mungkin itu juga terpengaruh latar belakang sutradaranya ya....

Kartika Nugmalia mengatakan...

Aku udah liat despicable me 1 dan 2. Nggak nyangka kalau emang Minions itu pengikutnya penjahat, wong lucuk lucuk gitu ha-ha-ha. Akhirnya nemu juga review-nya Minions buat referensi mau nonton sama Shoji Rey ��

Farida Pane mengatakan...

Jadi galfok dgn kisah NH. Dini. Mungkin Beliau mirip dg mertuaku ya. Yg walaupun sdh dibelikan rmh tp lbh memilih lingkungan yg banyak lansianya. Biar bnyk teman ngobrol katanya ��

Eryvia Maronie mengatakan...

Ini review film tahun 2015 ya?

Diyanika mengatakan...

Belum pernah nonton sih, Mbak. Cuman tahu aja karakter tokoh ini. Istilahnya ngikut2 orang aja oh ini toh minions.

Astin Astanti mengatakan...

Pernah nonton, tapi sepenggal penggal, apalah saya ini Jiah yang ndak suka nonton. Terakhir tentang Minions adalah saat nak dis minta mewarnai. Tapi saya tuh pingin banget gambarnya saya yang bikin, tetep emak mendominasi yak, padahal mah print dr komputer is easy. Bukan emak kekinian yang gak buka internet buat nyontek gambar, wkwkwkwk. Gambar yang kucontek karena paling mudah adalah minions. Sekian deh, kalau anak anak pingin nonton minions boleh lah, biar pembicaraan antara kita bisa lancar ya, Jiah.

siti hairul mengatakan...

aku belum nonton yg Minions, kalau despicable me udah nonton semua

Indah Nuria Savitri mengatakan...

aku nonton ini udah berkali-kali lhooo mba..seneng soalnya. Dan mostly memang bareng anak-anak :)

Rosanna Simanjuntak mengatakan...

Setiap film yang baik selalu menitipkan pesan moral ya, mba.
Karena kadang lebih cepat dimengerti dan dieksekusi.
Seperti Minions ini, "kalau sudah diberikan kepercayaan, maka jadilah sosok yang amanah!"


Ira Hamid mengatakan...

Suamiku nih yang hobi nonton film kartun Minion ini, kalo saya mah hanya nonton ice age aja karena suka banget sama Manfred dan kawan-kawannya ��

lendyagasshi mengatakan...

Sudaah...
Tapi aga kurang suka sama yang ini...Rasanya kali ini, jahatnya aga berlebihan ((aku ngliat dari sudut pandang perempuan)) karena yang jahatnya si Scarlet Overkill, seorang perempuan.

Yang seharusnya adalah sikapnya lemah lembut, penyayang dan peduli dengan semuanya.

Blogger Kendal mengatakan...

Nah film ini tuh jadi film kegemaran mas suami, hahahah aku jarang nonton ini tapi sering nonton sekilas-sekilas kalau dia nonton. Wkwkwk aku lebih suka nonton drakornya, tapi jadi penasaran kisah panjangnya juga ih.

Yoanna Fayza mengatakan...

Aku udah bolak balik nonton ini, eh anakku sih yg bolak balik nonton, aku cuma nemenin hahaha. Gemes sama king booob :))

Hidayah Sulistyowati mengatakan...

Jangan salah Ji, eyang Dini memang memilih tinggal di panti Werda krn sudah jadi pilihan hidupnya. Anaknya menyokong dana beliau tinggal di panti. Justru bisa tetap produktif nulis dan menghasilkan buku juga.

Kalo minions tuh aku syebel loh, lihat gaya jalannya aja udah pengen jitak

Lubnah Lukman mengatakan...

Aku gak ikutin film ini sih mba, ada karakter dan tampilan minion yang membuat saya gak memperkenalkan film ini sama anak-anak, dan sepertinya memang gak penting juga sih mereka kenal hhihih..

tapi dengan adanya review film saya bisa nambah wawasan untuk film yang katanya buat semua umur.. setidaknya jika anak-anak tanya ke saya saya bisa memberika penjelasan.. makasih mbakkkuu..

Heni Puspita mengatakan...

Saya sudah nonton, tapi kok lupa endingnya ya hihi. Justru despicable me 1,2 yg masih saya ingat

April Hamsa mengatakan...

Kesukaan anak2ku, kalau lagi disetel di channel kesayangan, diulang2 terus (kebetulan pakai fasilitas yg bisa siaran ulang). Sampai seadegan2nya mereka hafal :D
Tapi emang tetep didampingin, ngeri soalnya ada tayangan yg agak2 gmn gtu haha, jd tinggal dijelasin aja.

Dwi Septiani mengatakan...

belum pernah nonton minion.. hahaha. sungguh tertinggal yaa. list tontonan kebanyakan korea sih, wkwkw

Naqiyyah Syam mengatakan...

Belum nonton, kudet euy, apalagi film Minions ini kabarnya Emang di gemari anak-anak ya

Uniek Kaswarganti mengatakan...

Lucu ya karakter Minion ini. Anakku tapi nggak begitu suka sih diajak nonton sejak Despicable yg pertama dulu.

Abby Onety mengatakan...

Baca review film ini jadi ingat klo dulu sering nonton Stuart. Suka.. dia lucuuu. Film Minion inu sukses merebut simpati anak2. Karaterx lucuu

Komentar saya moderasi. Tinggalkan jejakmu di sini, Teman!