6c2y5xLulMkOYYgEXrgPjC5Lx3Je6RzEo1m3mFkw

Review Talak 3

Lihat orang pacaran, putus, lalu balikan itu biasa. Bagaimana kalau pasangan suami istri yang kembali setelah talak? Apa alasannya coba?

    Hai-hai, semua. Happy New Year! Kebanyakan orang, awal tahun itu jadi waktu untuk memulai hal-hal baru, yang lebih baik. Namun kadang, ada juga yang masih terngiang-ngiang masa lalu bahkan balikan sama mantan. Ini juga yang dialami Risa dan Bagas dalam Film Talak 3. Kok mau? Kok bisa?


    Setelah berbagai pertengkaran, semua memuncak saat orang bank hendak menyita rumah Bagas dan Risa karena telat membayar cicilan. Gara-gara ini, mereka memutuskan untuk bercerai. Tentu saja dengan segala tanggungan utang yang belum selesai.

    Mendapatkan telepon dari Inggrid tentang proposal yang mungkin bisa teralisasi, itu jadi jawaban atas permasalahan utang piutang yang mereka hadapi. Setujulah Bagas dan Risa untuk rujuk demi kelancaran pekerjaan mereka. Masalahnya, untuk kembali tidak semudah itu karena Bagas sudah menjatuhkan Talak 3. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Mungkinkah mereka akan tetap kembali bersama?

Sutradara: Hanung Bramantyo, Ismail Basbeth
Produser: Hanung Bramantyo, Karan Mathani
Ditulis oleh: Bagus Bramanti
Skenario: Bagus Bramanti
Cerita: Salman Aristo
Penata musik: Krisna Purna
Sinematografer: Satria Kurnianto
Penyunting: Wawan I. Wibowo
Perusahaan produksi: MD Pictures
Distributor: MD Pictures
Tanggal rilis: 4 Februari 2016
Durasi: 90 menit
Negara: Indonesia
Bahasa: Indonesia
Pemeran:
Laudya Cynthia Bella sebagai Risa
Vino G. Bastian sebagai Bagas
Reza Rahadian sebagai Bimo
Dodit Mulyanto sebagai Basuki
Hasmi Gundala sebagai Kepala KUA
Ray Sitoresmi sebagai Bude Ratna
Tika Panggabean sebagai Inggrid
Mozza Kirana sebagai Siska Gotik
Mo Sidik sebagai Maryono Tangguh
Gareng Rakasiwi sebagai Pak Jonur / Pegawai KUA
Cak Lontong sebagai Rafly
Mike Lucock sebagai Lutfi
Totos Rasiti sebagai Ical
David John Schaap sebagai Rino
Hanung Bramantyo sebagai Pengunjung Diskotik 1
Ismail Basbeth sebagai Pengunjung Diskotik 2
Harya Suraminata sebagai Pak Hasmi, Kepala KUA

Film Talak 3 Review



    Memutuskan nonton dan mengulas film Talak 3 di tahun baru ini memang pilihan yang sangat random. Nikah saja belum, eh malah bahasnya talak, ckckck. Semua berawal dari Mbak Sugi yang ngompori untuk segera nonton Wedding Agreement the Series Season 2. Kebetulan kasusnya Bian dan Tari itu mengingatkan saya dengan film ini. Hayuk gas sambil nanti mengulang Season 1 terlebih dulu.

    Memangnya Film Talak 3 itu tentang apa?

    Sinopsis Talak 3 bercerita tentang Bagas dan Risa yang berniat untuk rujuk kembali, tapi terhalang karena sudah menjatuhkan talak 3. Mereka akhirnya mengakali hukum dan aturan yang ada dan selalu gagal. Hingga akhirnya menemukan Muhalil sebagai solusinya.


    FYI, dalam syariat Islam, Talak merupakan ikrar suami yang jadi sebab putusnya perkawinan. Secara singkatnya begitu. Di zaman dulu, laki-laki itu suka kawin cerai istrinya berulang-ulang dan menyebabkan perempuan statusnya tergantung. Adanya talak jadi cara untuk melindungi hak perempuan.

    Talak sendiri dibagi beberapa jenis. Ada talak dari cara suami menjatuhkannya yaitu Talak Sunni di mana istri dalam keadaan suci dan tidak bermasalah dalam hukum syara'. Lalu Talak Bid'i di mana istri dalam keadaan sedang haid atau sedang bermasalah dalam pandangan syar'i.


    Dari segi boleh tidaknya rujuk, talak dibagi lagi jadi 2, yaitu:
  • Talak Raj'i, di mana suami menjatuhkan talak pada istrinya (Talak 1 dan 2) yang belum habis masa iddahnya. Jika ini terjadi, suami boleh merujuk istrinya kapan saja selama masa iddah belum habis.
  • Talak Ba'in, di mana suami menjatuhkan talak pada istrinya yang telah habis masa iddah. Ini dibagi lagi jadi 2 yaitu: Talak Ba'in Sughra (Talak 1 dan 2, Suami boleh merujuk lagi dengan istrinya, tapi dengan akad dan mahar yang baru) dan Talak Ba'in Kubra (Ini terjadi setelah Talak 3, dan suami boleh kembali dengan istrinya, tapi dengan catatan setelah istrinya menikah dengan orang lain (Muhalil) dan bercerai secara wajar).

    Di film ini, Risa dan Bagas sebenarnya baru sekali bercerai di pengadilan, tapi si suami yang memang gampang naik darah malah dengan sombongnya langsung menjatuhkan talak 3. Koar-koar tidak bakal kembali, tapi kenyataannya, masih ada sedikit perasaan di hati mereka. Namun ya itu tadi, karena sudah terlanjur, maka butuh Muhalil, nikah yang dimaksudkan untuk menghalalkan bekas istri yang telah ditalak tiga kali.

Kita itu pasangan absurd banget ya. Kerjaan kita itu Wedding Expo. Kita ngurusi pernikahan orang, tapi pernikahan kita saja berantakan


    Bagas dan Risa butuh mereka menikah cepat. Jadi urusan Muhalil ini mau mereka lewati. Ya, mereka ini berniat mengakali hukum dan aturan yang sudah ditetapkan agama. Mulai deh mereka, tepatnya Bagas menyuap pegawai KUA dengan membuat buku nikah dan akta cerai palsu. Apakah berhasil?

    Kepala KUA sudah setuju sebenarnya, tapi di sana ada Basuki, seorang pegawai yang memang tertib, anti korupsi. Dengan segala drama, mereka pun gagal menikah lagi. Apakah mereka akan berhenti mengelabui? Oh tentu saja tidak.


    Mereka akhirnya mengubah identitas dan hendak menikah di KUA lain. Lagi-lagi Basuki muncul setelah dimutasi 70 kali karena prestasinya yang sangat gemilang. Setelah itu, mereka memutuskan untuk mencari Muhalil, dengan maksud sebagai suami kontrak untuk Risa. Memilih dari orang asing, teman Risa sampai akhirnya Bimo, sahabat terdekat mereka. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya?

Talak 3 Film


Camkan ini. Di dunia ini, tidak ada satu orang pun yang tidak doyan duit


    Sebenarnya saya itu sudah pernah nonton Talak 3 di TV, tapi lupa bagaimana endingnya sehingga saya memutuskan menonton ulang. Film ini sebetulnya adalah sindiran buat orang-orang yang suka mencari celah dalam hukum agama. Tujuannya tak lain ya duit. Sudah tahu salah, masih saja dilanggar. Buat suami juga, harus lebih berhati-hati menjaga lisannya agar tidak mudah mengeluarkan kata pisah.

    Mencari Muhalil ini kalau tujuannya bercerai langsung, jelas tidak boleh, dilarang agama. Laki-laki yang menikahi perempuan yang sudah ditalak 3, pernikahannya harus wajar, termasuk melaksanakan hubungan suami istri juga. Walaupun tujuannya menghalalkan mantan suami untuk merujuk istri yang sudah talak 3, tapi apakah dia mau? Apakah perempuannya juga mau?


    Itu yang jadi masalah. Hati orang tidak ada yang tahu karena Allah maha membolak-balikan pikiran dan perasaan. Ini juga yang terjadi pada kasus Bagas dan Risa. Perempuan itu belum menikah dengan Bimo, tapi kenyataan mengejutkan karena laki-laki itu menyukai Risa jauh lebih lama. Jelas harus ada yang terluka, tapi Risa tidak mau jika Bimo yang merasakannya.

    Dari awal saya memang sudah menduga hal ini akan terjadi. Namun entah mengapa, saya ikut tersenyum dan lega saat Bimo mengungkapkan perasaannya pada Risa, sesuatu yang dia pendam lama. Bagaimana dengan Bagas? Oh tentu saja tidak terima. Namun saya pikir, setiap Nikah Muhalil pasti akan ada luka. Balik lagi, ngapain sampai Talak 3 coba?

Talak 3, Perpisahan Bukan Akhir Segalanya



    Agama memang memperbolehkan suami merujuk mantan istri yang sudah ditalak, tapi melalui muhalil. Saya pikir, di sini bukan soal mereka harus kembali bersama, tapi bagaimana mereka, Bagas dan Risa melihat bahwa mungkin mereka memang tidak cocok. Ada banyak hal yang membuat mereka bertengkar, tidak sepaham, dan mereka gagal menyelesaikan itu.

    Saya tuh malah suka dengan pandangan Budhe. Beliau ini memberi nasihat agar Risa lebih dulu memperbaiki dirinya, ekonominya. Laki-laki urusan belakangan. Namun ya itu, masih banyak perempuan yang memikirkan pernikahan di atas segalanya. Saya tidak melarang menikah ya. Hanya saja untuk saat ini, menerima diri sendiri terlebih dulu itu lebih penting. Jadi kita harus selesai dengan diri sendiri, baru bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain.


    Untuk Talak 3 Pemeran, Bella, Vino dan Reza tentu tidak asing untuk kita semua. Vino kalau memainkan peran tempramental, selalu ngena. Sampai saya jengkel dibuatnya karena lumayan sering merendahkan Risa. Terakhir melihat aktingnya itu di Scandal Makers. Bella dan Vino malah ketemu lagi di film Buya Hamka dan Hamka & Siti Raham Vol. 2. Kalau Reza, ini dia versi green flag sebelum jadi Aris dalam Layangan Putus. Pemain pendukung lain, mereka semua oke dengan perannya masing-masing.

    Oh iya, karena di sini ada Hanung Bramantyo sebagai sutradara dan produser, bisa dipastikan setting kotanya adalah Yogyakarta seperti film Mekah I'm Coming. Saya tidak tahu detailnya, tapi mungkin ada daerah Gondomanan dan Ngaglik di mana ini jadi KUA tempat Risa mau dan menikah pada akhirnya. Eh, maaf spoiler, hahaha.

    Secara keseluruhan, film berdurasi 90 menit yang sudah tayang pada 4 Februari 2016 ini cukup oke untuk dilihat dan masih related dengan zaman sekarang. Jika kalian mau Nonton Talak 3, kemarin saya lihat legalnya di WeTV. CatchPlay dan Netflix kayanya juga ada sih. Kalau OTT yang lain, silakan cek sendiri.


    Bercerai memang diperbolehkan agama, tapi Allah sangat membencinya. Maka menikahlah dengan tujuan yang baik, karena ini akan jadi ibadah terpanjang kita. Seumur hidup itu lama dan mungkin akan jadi neraka jika kita bersama orang yang salah.

    Sekian dulu Ulasan Talak 3 Full Movie dari saya. Ada yang sudah nonton? Atau ada yang punya pengalaman soal perceraian? Coba share di kolom komentar ya. Sampai jumpa. Happy blogging!

Sumber informasi dan gambar:
https://id.wikipedia.org/wiki/Talak_3
https://id.wikipedia.org/wiki/Talak
https://www.facebook.com/FILMTALAK3
Related Posts

Related Posts

20 komentar

  1. aku belum nonton kak... Tapi tuh aku pernah lihat cuplikan dimana dia bilang "Kita itu pasangan absurd banget ya. Kerjaan kita itu Wedding Expo. Kita ngurusi pernikahan orang, tapi pernikahan kita saja berantakan" makanya tadi aku seakan familiar tapi lupa dimana ini lihatnya.

    BalasHapus
  2. Aku kira film baru ternyata tahun 2016 ya. Aku belum nonton nih mbk, tapi sekilas pernah denger judulnya...ceritanya menarik ya,ceki ceki di wetv ah

    BalasHapus
  3. Kalau filmnya Vino Bastian aku pasti mau nonton, Kak. Tapi ngerinjg kalau temanya tentang divorce. Hukum agama gak boleh dimainin lah...ikut gemes jadinya.

    BalasHapus
  4. Jadi belajar tentang talak ya Jiah
    hukum talak dalam Islam sudah diatur sedemikian rupa untuk kebaikan kedua belah pihak tapi karena godaan duniawi malah jadi diakalin gitu, hm...
    eh jadi Risa nikah sama Bimo nih? trus cerai apa lanjut terus?

    BalasHapus
  5. Belum pernah. Eh aku mau nonton Wedding Agreement yg sesi 2 blum jadi2..
    Ini film 2016 tapi masi relate yaa. Pemainnya tak diragukan lagi sih ya aktingnya. Dan aku baru tau kalau film ini garapan Hanung. Ntar coba intip2 Netflix ah

    BalasHapus
  6. Nah tantangannya disini ya Jiah, belum single tapi review film TALAK 3. Ah seru ini. Tapi aku suka loh caramu mereview rinci, lengkap. Jadi penasaran mau nonton

    BalasHapus
  7. Pemainnya kece2 dan berkelas semua nih. Filmnya HB pulak. Meskipun ceritanya sederhana tp klo digarap sekelas HB dan diperanin sm yg sekelas Vino, Bella, Reza dll yg udah punya jam terbang jadinya layak tonton aja nih

    BalasHapus
  8. Pemeran pendukungnya stunning semua.
    Ada Cak Lontong bahkan Hanung yaa.. Seru kayanya nih..
    Memahami pertengkaran dan perceraian dari film.

    Memang seseorang dengan karakternya ini sulit, tapi bukannya gamungkin berubah. Jadi sebisa mungkin intrsopeksi dan jadi reminder buat kita semua kalau marah, jan deket-deket dulu. Takut ngomongnya kepleset dan jadi doa yang jelek.

    BalasHapus
  9. Wah, filmnya seru banget pastinya ya. Penuh intrik dan tipu daya plus sogok menyogok haha..Penasaran dengan perjalanan saat mencari muhalil..

    BalasHapus
  10. Aduh2 kalau pakai mengakali hukum agama gitu cedih deeehhh. Yawes lha ya gak usah balikan. Apalagi si lelaki esmosian ujug2 bilang talak 3 serem kan jadinya bingung sendiri gimana menyelesaikan masalah gtu. Pakai acara nyuap2 petugas KUA. Eh ini secara tak langsung nyindir petugas yang bisa disuap wkwk.
    Jujur aku baru tahun judul film ini, nanti kucari deeh TFS infonya

    BalasHapus
  11. Belum nonton aku
    Pasti bagus ya ceritanya, yang main sudah terkenal keren keren
    Menjadi pengingat juga ya
    Agar tetap sabar membina rumah tangga

    BalasHapus
  12. Film yang diperankan oleh Vino pasti seru nih. Ada pesan dan kesan yg tersampaikan. Apalagi film Talak 3 ini. Pesannya kepada masyarakat sangat jelas, padat, dan ngena.

    Ya, jangan mencari celah hukum agam yg sudah ada, jangan tamak atau KKN, dan juga, menikah itu oenting, tapi kalau belum siap ya udah, jangan dulu. Terima diri aja dulu, jadi hidup akan baik, Insya allah jodoh pun datang dg baik.

    BalasHapus
  13. Di dunia ini alhamdullilah masih ada orang jujur kaya pegawai KUA. Sehingga akal akalan tidak terjadi. Talak 3 berakhir kita temenan aja wkkk

    BalasHapus
  14. Laudya Chintya Bella dari dulu selalu bagus kalau main film ditambah wajahnya yang ayu jadi tambah seneng lihatnya. Boleh juga nih ide film nya jadi memperkaya ilmu agama tentang talak

    BalasHapus
  15. Ya ampun aku sempat loh nonton film ini kalau nggak salah di WeTV. Tapi baru nonton bagian depannya, sampai masalah rumah Bagas dan Risa yang akan disita oleh Bank. Karena ada urusan, aku pause dulu nontonnya. Eh, keterusan sampai sekarang belum dilanjutin lagi. Haha. Habis ini coba aku cari di Netflix, deh.

    Aku setuju dengan pesan dalam film ini, menikahlah untuk tujuan yang baik karena pernikahan adalah ibadah seumur hidup. Kalau menurut agama tidak bisa rujuk ya tidak bisa, dong, meski diakal-akalin.

    BalasHapus
  16. Aiihh dedek Vino. Dia klo main pasti totalitas yaaa... Jadi yang temperamen gitu cocok dia.

    Lagian ngapain juga buru2 ngasih talak 3 gitu sih, nyesel kan akhinya ketika hendak balik sama istrinya lagi harus sesulit itu prosesnya.

    BalasHapus
  17. Wah seru-seru nih pemain filmnya... Ceritanya juga menarik, ada cinta segi tiga gith... Ada di netflix ya, nanti ninti

    BalasHapus
  18. Wah endingnya malah tak terduga ya nggak balik lagi mereka, memang jodohnya sampai di situ dan tidak cocok..

    BalasHapus
  19. Endingnya ternyata ga sesuai harapan ya mbak. Aku seneng nonton film klau marriage stories kayak gini. Bisa sekalian belajar juga

    BalasHapus
  20. Pa kbr Sobat lama?
    Ternyata msh eksis ngeblog toh mbak Jiah? Kereen 👍😉

    BalasHapus
Komentar saya moderasi. Tinggalkan jejakmu di sini, Teman!