Sabtu, 09 November 2019

# 2009 # Hollywood

Review Film Confessions of a Shopaholic

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Kapan terakhir kali kamu belanja Pakaian dan Sepatu? Hari ini? Kemarin? Bulan lalu? Atau nunggu harbolnas saja?

Hallo! Sudah lama banget saya tidak review Film Barat. Terakhir itu Crazy Rich Asian. Saya masih nonton, tapi jarang-jarang atau milih film kartunnya kaya Minions. Dan berhubung ini ada bau-bau Hari Belanja Online Nasional, saya pun teringat film Confessions of a Shopaholic.

Rebecca Bloomwood adalah gadis yang sangat tergila-gila dengan belanja. Dia suka fashion bahkan sampai bisa menghabiskan ratusan dolar hanya untuk celana dalam. Suatu hari, dia ingin wawancara di majalah mode. Sayangnya, lowongan itu sudah terisi. Akhirnya dia iseng ikut wawancara di majalah finansial Successful Saving.

Ketika kembali dari wawancara, kenyataan pahit datang. Kantor tempatnya bekerja bangkrut sementara dia menanggung hutang dari 12 Kartu Kredit berjumlah puluhan ribu dolar akibat kecanduan belanja. Di tengah kegilaan, dia mengirim surat dan malah diterima sebagai pegawai magang di Successful Saving. Demi membayar hutang, akhirnya dia pun menerima karena tidak punya Back-up Plan.


Rebecca si Shopaholic dan bekerja di majalah keuangan adalah hal yang sangat bertentangan. Dia pun dapat PR untuk menulis dalam sebuah kolom. Ketika dalam perjalanan, dia malah tergoda untuk belanja dengan diskon dan mendapat banyak barang yang ternyata malah KW. Dari pengalaman itu, akhirnya dia membuat artikel yang menggugah banyak hati orang lain sampai dikenal dengan sebutan The Girl With a Green Scraft.


Lalu, apa yang akan terjadi pada Rebecca selanjutnya? Apakah dia akan berhenti berbelanja setelah bekerja di majalah keuangan?

Sutradara: P.J. Hogan
Produser: Jerry Bruckheimer
Penulis Novel: Sophie Kinsella
Screenplay: Tim Firth Tracey Jackson
Musik: James Newton Howard
Sinematografi: Jo Willems
Penyunting: William Goldenberg
Distributor: Touchstone Pictures
Tanggal rilis: 13 Februari 2009
Negara: Amerika Serikat
Bahasa: Inggris
Pemeran:
Isla Fisher - Rebecca Bloomwood
Hugh Dancy - Luke Brandon
Krysten Ritter - Suze Cleath-Stuart
John Goodman - Graham Bloomwood
Joan Cusack - Jane Bloomwood
John Lithgow - Edgar West
Kristin Scott Thomas - Alette Naylor
Leslie Bibb - Alicia Billington
Robert Stanton - Derek Smeathe
Lynn Redgrave - a Drunken Lady at Party
Julie Hagerty - HaleyNick Cornish - Tarkie
Fred Armisen - Ryan Koenig
Wendie Malick - Miss Korch
John Salley - D. Freak

Review Movie Confessions of a Shopaholic


When I shop the world gets better, the world is better, and then it's not anymore and I have to do it again
~Rebecca Bloomwood

Saya suka belanja, tapi kalau gila belanja bahkan sampai berhutang, ini bahaya! Film ini merupakan adaptasi dari novel The Shopaholic Series karya Sophie Kinsella. Meski film ini sudah tayang 10 tahun lalu, tapi pelajaran di dalamnya masih sangat bermanfaat untuk pengingat kita.


Rebecca Bloomwood kecil diajarkan berhemat oleh Ibunya. Tapi ketika dewasa, dia merasa bisa membeli banyak hal untuk menunjang penampilannya. Katanya sih, Amerika saja punya hutang dan bisa bertahan, saya pun bisa. Saya pribadi tidak masalah dengan Pecinta Fashion. Tapi kalau akhirnya barang yang dibeli itu tidak bermanfaat dan menumpuk, kan sayang jadinya.


Karena The Girl With a Green Scraft ini sangat terkenal, Rebecca pun dapat undangan ke banyak pertemuan bahkan tampil di TV. Sayangnya saat tampil, Derek Smeathe Sang Debt Collector datang dan membeberkan fakta bahwa Rebecca punya banyak hutang akibat hobi belanjanya.


Semua orang kecewa mulai dari Luke Brandon, bos yang merasa dibohongi. Lalu sahabatnya Suze Cleath-Stuart yang marah karena Rebecca memilih menebus baju yang dipakai untuk tampil di TV dan mengorbankan gaun untuk Pengiring Pengantinnya. Kacau deh hidup Rebecca ini. Karena tidak mau mengulang kesalahan, dia pun kembali pada teman-teman sesama Pecandu Belanja dan berusaha mengobatinya kegilaannya. Apakah dia bisa melakukannya?

Nonton ini jelas membuat saya tertampar. Meski bukan Shopaholic, ada kalanya saya pernah tergiur belanja dan berakhir dengan barang KW. Baru dipakai sebentar, eh sudah rusak saja. Kesel banget deh!

Jadi catatan saya kalau belanja harus:


  • Ubah pola pikir dan membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Belanja memang menyenangkan, tapi konsumtif juga hedonis itu enggak banget. Pilih mana yang jadi prioritas
  • Bijak menggunakan kartu kredit. Jangan hanya karena kemudahannya, kita malah terlena. Atur batas pengeluaran daripada terjerat hutang yang akhirnya malah menyiksa diri sendiri

  • Belanja sebagai hadiah. Saya menetapkan ini untuk diri sendiri. Jika saya sudah mencapai sesuatu, saya akan memberi penghargaan pada diri sendiri dengan membeli sesuatu yang sangat saya inginkan

Namanya hadiah juga tidak sering-sering. Biasanya saya pilih saat harbolnas. Alasannya sih karena banyak Flash Sale Harga Miring. Siapa tahu barang yang saya incar masuk kategori produk mulai harga Rp10 ribu di jam tertentu di tiap harinya.


Seperti Blibli yang bekerja sama dengan berbagai brand atau merek terbaik. Jadi kualitasnya terjamin. Jadi meski dapat diskon hingga lebih dari 50% juga cashback sampai 50% yang akan dimasukkan ke dalam Blipay dan cashback voucher, kita enggak perlu khawatir dengan barang yang kita beli. Fashionnya juga kekinian dan kita tidak akan ketinggalan zaman.

Biar belanjanya makin menyenangkan, kita bisa ikutan Game CAPIT atau Cara Belanja Paling Irit hanya di aplikasi Blibli. Kita bisa kumpulkan Token dan Tebus Produk Harga Syok. Dengan belanja minimal Rp100ribu, kita bisa peroleh 1 Token Histeria. Kalau sudah terkumpul 5, baru deh kita bisa main Game CAPIT. Jika mau dapat cashback 100%, yuk mari kita tunggu tanggal 11 November 2019. Mari lingkari tanggalan dan jangan lupa siapkan daftar barang-barang yang kita butuhkan biar tidak kalap saat belanja dengan diskon di depan mata.


Bagi pecinta komedi romance, tentu ini cocok buat ditonton. Meski kisah cintanya hanya sekilas, cukup bikin tersipu lho. Tapi tetap, masalah soal cara kita mengelola keuangan dan menghilangkan kecanduan belanja yang jadi pokok utama. Mari belanja sewajarnya. Kalau enggak pernah belanja malah aneh jadinya, hahaha. Shopaholic, NO. Smart Shopper, YES. Tetap bijak saat belanja ya!

I've made so many mistakes and I feel like taking this job would be another one
~Rebecca Bloomwood


Kalian ada yang sudah nonton Confessions of a Shopaholic belum? Jika sudah, paling ngena tuh adegan mana hayo? Share pendapat kalian ya!

Sampai jumpa. Happy blogging!

Sumber Gambar:
https://www.aceshowbiz.com/still/00004392/confessions_of_a_shopaholic15.html
https://m.imdb.com/title/tt1093908/mediaindex

20 komentar:

  1. Bener Mbak saya juga selalu menerapkan belanja itu kebutuhan bukan keinginan. Begitu juga itu saya terapkan kepada anak.
    Jangan mentang-mentang punya terus kalap bisa beli apa aja. Padahal dipakai juga tidak... Sayang banget kan ya.

    Terimakasih atas review filmnya. Saya blm pernah lihat. Banyak pelajaran yang bisa kita petik ya

    BalasHapus
  2. Kayaknya seru banget sama filmyna. Jadi penasaran setelah baca reviewnya.

    BalasHapus
  3. Ini gubrak banget dah karakter pilemnya :D Bener2 maniak belanja, hahaha.
    semoga kita dijauhkan dari hawa nafsu semacam itu, aamiiinnn
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  4. Hihi aku pernah dalam kondisi Rebecca. Tapi bukan belanja baju tapi langganan majalah sama koran. Dibaca mah ngga cuma liat liat gambarnya. Nyesel bangett pas mau ga mau diloakin 😃

    BalasHapus
  5. Review yang dalam banget untuk sebuah film.
    ALhamdulillah yah, ada pelajaran yang bisa ditarik dari film ini, Jiah.

    BalasHapus
  6. Waduh aku kok lupa lupa ingat deh udah nonton film ini atau belum ya. Suka aja nonton orang gemar belanja tapi berharap ga ketularan :D . Baiklah kayaknya harus nonton aja

    BalasHapus
  7. wah aku belum ntn ini mbak. kayaknya menarik,

    mau ntn masih byk tugas,, rabu besok dh gasssss :D

    BalasHapus
  8. Membedakan antara keinginsn dan kebutuhan itu seringkali sulit ya..apalagi klo ada sumberdaya yg mendukung untuk konsumtif. Hehe.. jadi penasaran juga dg nasib si csntik ini..

    BalasHapus
  9. Sudah pernah nonton mbak..makanya aku gak mau punya kartu kredit gara2 nonton film ini..hahaha soalnya sadar diri kadang blm bisa ngontrol keinginan. CC adalah utang bukan tambahan penghasilan.

    BalasHapus
  10. Filmnya harus ditonton wanita nih karena sarat akan pelajaran berharga. Meski wanita suka keindahan, kecantikan bahkan suka dipuji namun berbelanja melebihi batas itu tidaklah baik. Dan memang benar kita harus bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan, supaya kita dapat menentukan prioritas mana yang harus didahulukan.

    BalasHapus
  11. Confession of shopaholic ada filmnya ya ternyata. Aku baru baca novelnya sih. Udah lama banget seingatku novelnya terbit. Jadi mau nonton filmnya juga nih. Ngomong-ngomong, aku juga hobi belanja dan karena sadar tak terlalu pintar kontrol diri akhirnya memutuskan berhenti punya CC tahun 2013 lalu. Bahaya kalau aku sampe pegang CC mah, shoping terus nanti. Hahaha

    BalasHapus
  12. Perempuan dan belanja, memang kayak pasangan yang hobi putus nyambung hehehe... Tapi beneran lho Ji, saat stres tuh hasrat belanja emang meningkat. Aku ngerasain sendiri soalnya. Habis itu nangis lihat saldo kok berkurang banyak huhuhuuuuu

    BalasHapus
  13. Aku jadi pengen curhat. Aku sebenarnya sangat tidak gila belanja. jarang banget belanja tapi pas diskon 11.11 kemarin aku menghabiskan cukuo banyak buat belanja di 1 olshop. merasa kebobolan aku langsung ngeunfollow beberapa olshop yang sering meracuniku huhu memang gak cuma di pasar di instagram juga 😅

    BalasHapus
  14. Aiih...gila belanja.
    Aku pernah banget begini...dan memang orang berubah karena lingkungan dan keadaan (dengan siapa ia bergaul).

    Kalau gaulnya ama sosialitah manjyah...yaa, kebiasaan belanja ini gakkan bisa berhenti.
    Kan ketemuan buat bahas barang baru apalagi gitu yaa...

    BalasHapus
  15. Terkadang kita heran menyaksikan kebiasaan orang yang gila belanja padahal kalau sudah addicted apapun caranya akan ditempuh. PRnya adalah bagaimana mengembalikan mereka agar tidak addiction.

    BalasHapus
  16. Duh duh ini tontonan bagus pas 11.11 harbolnas yaaa haha. AKu lupa2 inget dah pernah nonton film ini atau belum ya pas itu :D
    Ini peringatan keras bahwa gaya hidup yang lebay bisa bikin kita terjerumus (utang dll) yaaa

    BalasHapus
  17. Alamakkk liatnya bikin ngiler dan bener2 penggila belanja banget ya, kapan ya kaya gitu belanja ga liat harga dulu wkwkw.

    BalasHapus
  18. Wah aku jadi pengen nonton deh mba. Soalnya akhir akhir ini lagi nggak bisa kontrol belanjaan huhuhu

    BalasHapus
  19. Duh Ji, justru saat Harbolnas ini kita biasa jadi kalap, susah membedakan mana yang butuh, mana yang hanya sekedar ingin saja, hihihih. Ini udah ada beberapa barang lho di keranjang Blibli tapi belum tereksekusi.

    Anyway jadi penasaran ending cerita filmnya, pengen nonton juga ahh nanti.

    BalasHapus
  20. makasih reveiwnya, mau juga nontonnya

    BalasHapus