Explore the blog
Selasa, 14 September 2021

Review Rustom Movie

Apa yang kamu lakukan jika saat pulang dari tugas negara malah menemukan pasanganmu bermesraan dengan orang lain?

Namaste! Pertanyaan pembuka saya kok rasanya nganu ya. Jadi ingat zaman dulu ada Teman saya yang cuma nelepon mantan dan kepergok Pacarnya. Eh sayanya yang deg-degan setengah hidup. Bagaimana jika saya yang diposisinya coba? Well, kali ini saya datang dengan Review Rustom Movie, 3 Tembakan yang Mengejutkan Negara. Siapa dia?

rustom movie

Setelah berlayar selama berbulan-bulan, Rustom Pavri seorang Komandan Angkatan Laut India pulang dan menemukan istrinya Cynthia Pavri 'bersama' Vikram Makhija. Setelah itu, Rustom pergi ke rumah Vikram dan menembakkan senjata hingga berkunjung tewasnya pria yang merupakan temannya.

Rustom tak lari, tapi justru dia datang ke kantor polisi menyerahkan diri. Saat persidangan, bukannya mengakui, justru Rustom berkata bahwa dia tidak bersalah. Apa yang terjadi sebenarnya? Benarkah Rustom melakukan pembunuhan? Bagaimana kasus ini akan dipecahkan?

Director: Tinu Suresh Desai
Producer: Aruna Bhatia, Nittin Keni, Akash Chawla, Virender Arora, Ishwar Kapoor, Shital Bhatia, Prernaa Arora, Arjun N. Kapoor
Writter: Vipul K Rawal
Based on: K. M. Nanavati vs. State of Maharashtra
Cinematography: Santosh Thundiyil
Editor: Shree Narayan Singh
Music by: Songs (Jeet Gannguli, Arko, Raghav Sachar, Ankit Tiwari
Background Score (Surinder Sodhi)
Production companies: Zee Studios, KriArj Entertainment, Cape Of Good Films, Plan C Studios
Distributor: Zee Studios
Release date: 12 August 2016
Country: India
Language: Hindi
Cast:
Akshay Kumar as Commander Rustom Pavri
Ileana D'Cruz as Cynthia Pavri
Arjan Bajwa as Vikram Makhija
Esha Gupta as Preeti Makhija
Pavan Malhotra as Senior Inspector Vincent Lobo
Usha Nadkarni as Jamnabai
Sachin Khedekar as Public Prosecutor Lakshman Khangani
Kumud Mishra as Erich Billimoria
Anang Desai as Judge Patel
Parmeet Sethi as Rear Admiral Prashant Kamath
Indraneel Bhattacharya as Captain C. P. Cherian
Kanwaljit Singh as Defense Secretary K. G. Bakshi
Brijendra Kala as head constable Tukaram
Gireesh Sahedev as Lt Cdr Pujari
Abhay Kulkarni as Inspector Patil
Varun Verma as Lt Bisht
Sammanika Singh as Rosy
Deepak Gheewala as Bhanabhai
Ishtiyak Khan as Chandu
Naman Jain as Dagdu
Subhashis Chakraborty as Ranjit Das
Vipul K. Rawal as Captain
Suresh Sippy as Chief saheb
Rajesh S. Khatri as Damodar
Samir Shah as Ramesh Shirke
Haresh Khatri as Dr. Asher
Homi Wadia as Advocate Sohrab Khandwala
Mohit Satyanand as Jamshedji Jeejabhoy
Ranjan Raj as Ticket blackmailer
Rama Kant Sharma as East Indian Jury

Review Film Rustom - 3 Shots That Shocked The Nation


film rustom

Sebenarnya sebelum Korea menyerang, film India itu jadi tontonan yang cukup seru. Hanya saja, dulu yang diputar lebih banyak ke tema persahabatan dan percintaan seperti Kuch Kuch Hota Hai, Mann, Mohabbatein dan lainnya. Terakhir saya nonton Happy New Year.

Hari Minggu kemarin saya iseng nonton ANTV dan ketemulah judul film Rustom. Ceritanya ternyata cukup seru, lebih ke thriller. Karena di TV ada jeda iklan dan saya merasa anti klimaks di akhir, makanya saya nonton lagi Rustom Sub Indo.

Rustom merupakan film yang terinspirasi dari kisah nyata Komandan Angkatan Laut Kawas Manekshaw Nanavati yang viral di tahun 1959. Saat itu Mumbai masih bernama Bombay. KM Nanavati diadili atas pembunuhan Prem Ahuja, kekasih istrinya berdasarkan pasal 302.

kasus kawas manekshaw nanavati 1959

Oke, benang merah kisahnya dari sini ya. Rustom diduga membunuh Vikram, menyerahkan diri ke kantor polisi, tapi mengaku tidak bersalah. Makanya ini jadi keributan besar saat itu. Apakah dia benar pembunuh? Pengkhianat? Atau justru seorang Pahlawan?

Ketika masa penyelidikan, Angkatan Laut meminta hakim agar Rustom bisa berada di Tahanan Angkatan Laut. Sayangnya, dia memilih berada di Tahanan Kepolisian dan tidak ingin diperlakukan khusus karena pangkat atau jabatannya.

Saat itu, Erich Billimoria seorang pemilik surat kabar berusaha membantu Rustom sebagai sesama Kelompok Parsi. Minimal dapat pengacara gitu. Eh Rustom malah menolak dan mau menangani kasusnya sendiri. Padahal jika nanti terbukti bersalah, dia tidak bisa melakukan banding.

Preeti Makhija, adik Vikram dibantu Jaksa Penuntut Lakshman Khangani berusaha agar Rustom mendapatkan hukuman berat. Kelompok Sindhi tidak akan menerima anggotanya dihilangkan nyawanya seperti itu. Di lain pihak, Inspektur Vincent Lobo melakukan penyelidikan hingga kasus ini selesai dan masuk sidang. Sayangnya, seberapapun dia mencari, rasanya ada kejanggalan di dalamnya.

Di tahun 1959, sistem peradilan India masih menggunakan Juri untuk memutuskan vonis dari sebuah kasus. Merekalah orang-orang yang memutuskan pertama kali apakah terdakwa bersalah atau tidak. Memanfaatkan hal ini, Kelompok Parsi lewat surat kabar Erich Billimoria membuat masyarakat tetap bersimpati pada Rustom. Bagaimana caranya?

"Rustom melakukan hal yang benar, dengan cara yang salah"

 


Ketika sidang dimulai, seperti apa yang Kalian tonton dalam film dan drama. Ada saksi, dan lain sebagainya. Pihak Lakshman Khangani melakukan kebohongan mulai dari meminta Rosy pegawai Vikram mengatakan Rustom marah, sampai meminta pegawai rumah Vikram mengaku melihat Rustom menembak Bosnya. Tujuannya untuk memberatkan dakwaan.

Rustom sendiri tidak secara langsung membantah, tapi dia memberikan alibi yang membuat Juri bahkan masyarakat mendukungnya. Misalnya soal menembak 3 kali di dada Vikram. Dia menyebutkan bahwa Temannya itu mudah marah pada hal sepele dan sering mengangkat pistol. Jadi saat Rustom menembak, itu gerakan reflek dari latihannya selama di Angkatan Laut. Apalagi waktu ambil senjata itu ada izin, Rustom bukan mengambil secara ilegal di gudang.

Alibi-alibi ini mulus banget ditambah berita yang beredar tentang Vikram yang playboy sampai kabar tentang Rosy yang aborsi diduga anak dari Vikram. Hingga keputusan Juri bulat menyatakan bahwa Rustom tidak bersalah. Dia melakukan kesalahan itu benar, tapi Rasanya Vikram memang pantas mati.

Oke, Rustom divonis tidak bersalah. Namun apakah hal ini benar-benar hanya dilatarbelakangi kemarahan karena Cynthia istrinya ada main dengan Vikram? Hohoho, tentu saja tidak!


Cynthia memang berkhianat, tapi saat itu dia marah karena Rustom pergi bertugas ke London secara tiba-tiba. Di sana memang terjadi sesuatu yang melibatkan Rustom juga Vikram bahkan orang-orang atas dan berpotensi merugikan negara. Nah, masuknya Cynthia ke dalam pelukan Vikram merupakan rencana untuk menyakiti Rustom. Semacam, ini lho kekuatan orang beruang.

Rustom mengaku punya dokumen penting yang akan diekspos. Berujung tawaran dari atasan Rustom untuk Cynthia. Nah Rustom ini mengajari istrinya untuk 'mememeras' Prashant Kamath. Benar-benar deh saya tidak bisa menebaknya.

Rustom Film


rustom 2016

Nonton Rustom Full Movie ini gimana ya? Andai saya jadi juri, pasti akan ikut mengatakan bahwa Rustom tidak bersalah. Namun jika melihat secara menyeluruh, ya dia salah. Bingung bukan? Sama. Habisnya alibi kuat dan kalau dipikir-pikir, Rustom dan surat kabar memang cukup menarik simpati publik. Kaya manipulatif jadinya.

Rustom 2016 meski dikisahkan ada di tahun 1959, tapi sinematografinya cukup bagus dan saya menikmati itu. Seperti ciri khas film India lain, tentu saja ost-nya merdu di telinga. Enggak ada tarian sih, tapi dansa elegan. Satu lagi yang saya catat. Di Rustom Film ada warning tentang Rokok Membunuh. Soalnya banyak karakter di sana yang merokok dan memang zaman itu ya sudah biasa.

Jika Rustom dalam filmnya diputus tidak bersalah, bagaimana akhir kisah dari Komandan Angkatan Laut Kawas Manekshaw Nanavati yang sebenarnya?

Karena ini berdasarkan kisah nyata, mau enggak mau saya pun kepo. Beberapa artikel saya baca secara terjemahan. Benar tahun 1959, Nanavati diputus tidak bersalah oleh Juri. Namun kasus ini kemudian dirujuk ke Pengadilan Tinggi Bombay hingga Maret 1960 diputus bersalah melakukan pembunuhan dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Habis itu ditangguhkan dong.

KM Nanavati tetap dipenjara, tapi hanya sekitar 3 tahun. Ada pembebasan bersyarat juga karena alasan kesehatan hingga akhirnya diampuni. Dia dan Sylvia kemudian beremigrasi ke Kanada dengan ketiga anaknya di tahun 1968.

Tak ada keterangan apa yang sebenarnya terjadi. Mungkin karena ini agak sensitif jika benar berhubungan dengan pemerintah. Namun yang pasti, karena kasus ini, akhirnya ada reformasi sistem peradilan India. Juri sudah tidak lagi memutuskan vonis.

Secara keseluruhan, Rustom Movie ini sangat saya rekomendasikan untuk ditonton. Akshay Kumar benar-benar bagus dalam memainkan Rustom yang dikhianati, tegas, dan pengertian. Sementara Ileana D'Cruz sebagai Cynthia Pavri, sepertinya ini pertama kali saya melihat aktingnya. Karakter Cynthia yang menyesal tuh dapat banget. Favorit saya sih Inspektur Vincent Lobo. Ngena, apalagi pas berusaha mengungkap kejanggalan dari kasus ini.

Silakan cari Rustom Full Movie Download-nya ada di Google Play atau Netflix India. 2,5 jam nonton itu tidak terasa lama karena kasusnya memang cukup menarik. Tidak akan rugi deh!


Saya pikir, di dunia ini ada banyak Rustom yang lain. Kita sering memandang 'baik' orang berdedikasi pada negara. Melakukan hal benar, tapi dengan cara yang salah itu artinya tetap salah. Kita boleh bersimpati pada pihak seperti ini kaya kasus Elsa Ikatan Cinta. Namun hukum juga harus dijalankan dengan seadil-adilnya. Mereka harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.

Kalian ada yang sudah nonton Film Rustom - 3 Shots That Shocked The Nation? Atau tahu juga tentang kasus yang viral di India tahun 1959 ini? Coba share di kolom komentar ya!

Sampai jumpa. Happy blogging!

Sumber informasi dan gambar:
https://en.m.wikipedia.org/wiki/Rustom_(film)
https://wikibio.in/k-m-nanavati/
https://facebook.com/pg/Rustommovie/

Would you like to comment?

nurul rahma mengatakan...

Film2 seperti ini lumayan memacu adrenalin ya.
apalagi ada keterangan "based on true story"
Aseliiik, seruu banget dah nontonnya.

Anita Makarame mengatakan...

Pertama kali tau film ini dari tiktok tapi ga ngikutin lagi. Eh, dapat reviewnya di sini. Asyiklah. Haha

Jiah Al Jafara mengatakan...

Tergantung terus story-nya kaya gimana sih Mbak

Jiah Al Jafara mengatakan...

Bukan anak Tiktok sih, jadi gak tahu. Iseng aja pas nonton pertama kali

Travel Galau mengatakan...

hmmmmmmmm complicated ya. tapi ya aku setuju sama endingnya Jiah sih, seorang pembunuh ya tetaplah pembunuh, tetap salah.
kok kaya lagi menyimak yang belakangan ini sering terjadi, kasus-kasus yang rasanya enggak adil secara hukum

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

Wah, sepertinya kalau nonton film ini bakalan ikut deg-degan, deh! Nonton sambil berusaha ikutan memecahkan misteri. Kayaknya seru dan menegangkan ya...

Susi Susindra mengatakan...

Ketika baca paragraft dengan awalan Preeti aku sempat salah baca. Duh duh duh. Jian tenan. Wkwkwk
Entah aslinya ada konspirasi atau enggak, yang penting filmnya bagus dan enggak distop oleh pemerintah. Jadi bisa ditonton

lendyagassi mengatakan...

Jiaah...rada serem juga yaa..
Tapi anehnya...dia disakiti karena salah satunya urusan politik, tapi kok kemudia dia divonis tidak bersalah?
Negara ingin menyakiti dia lalu membela Pak Rustom ini?

Rudi G. Aswan mengatakan...

Jadi penasaran deh karena akting Akshay Kumar memang sudah ga diragukan lagi. Beberapa kali pernah nonton aksi laganya dulu. Penasaran banget gmn kok bisa divonis bersalah padahal kayaknya dia yang menembak selingkuhan istrinya, hmmm. gara-gara film pengkhianatan ini jadi browsing deh hehe. Cuma kenapa Elsa? Wkwkwk.

Ida Raihan mengatakan...

Sedih ya ini filmnya. Belum nonton. Lama gak ngikutin film India. Kaget juga tadi saat taju Mbak Jiah review film India. Pas baca artikelnya terjawab deh. Ternyata dulunya juga sjka India y.

Ade UFi mengatakan...

eh bener.. dulu kuch kuch hota hai dan mohabathein yang lebih dulu yaa sebelum demam korea. etapi saya lebih dulu korea sih sebelum nonton kuch-kuch ini. Baca sinopsis rustom nih jadi tau jaman dulu sistem pengadilannya macam negri penjajahnya ya.. Inggris. Tapi tema begini ga bakalan saya tonton.. hahaha... ga kuat saya ngadepin orang2 yang ga adil.

Naqiyyah Syam mengatakan...

Penasaran review filmnya, aku sendiri sejak pandemi hobi nonton, tapi tema perang belum masuk list. Masih suka drakor tema kerajaan.

Eni Martini mengatakan...

Aku dulu pernah suka film India, tapi sekarang cuma suka film-film luaryang berlata sejarah, mafia juga yang cara pengambilan gambarnya bagus

Sri Widiyastuti mengatakan...

Terakhir nonton film India waktu mama masih ada. Seru banget ya nonton film India, penuh intrik dan energik. Tapi entah nih kalau film yang ini, ada nyanyi dan narinya enggak ya hehe

btw menarik ya film ini diangkat dari kisah nyata. Tentu yang angkatan segitu jadi berasa nostalgia ya

Komentar saya moderasi. Tinggalkan jejakmu di sini, Teman!