Explore the blog
Senin, 22 Juni 2020

Covid-19 di Jepara Menggila, Yuk Lindungi Diri Sendiri

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Kalau baca judul, sepertinya click bait banget ya?! Ini bukan iklan seperti yang dilakukan Vanellope Ralph Breaks the Internet. Memang serius bahwa kasus Covid-19 di Jepara makin meningkat saja.

Freepik

Selama berbulan-bulan ini mungkin kita sudah bosan hingga mungkin lupa apa itu Corona atau Protokol Kesehatan yang sudah dianjurkan oleh Pemerintah. Entah, saya tidak pernah tahu apa yang ada di pikiran mereka.

Ketika Corona mulai datang, kasus di Jepara tidak banyak, sekitar 5 kalau tidak salah. Dari sana ada 1 meninggal dan 4 sembuh. Sebelum lebaran Idulfitri, sempat 0 kasus. Harusnya kita tidak lengah. Lebaran baru seminggu, Tak Ada Pesta Lomban, kasus baru bermunculan. Belum sampai sebulan, perhari ini ada 180-an kasus.


Sedih banget sebenarnya. Apalagi sekarang jadinya transmisi lokal yang artinya virus sudah menyebar di tengah masyarakat sehingga siapa pun bisa terinfeksi tanpa harus bepergian ke daerah lain atau luar negeri. Jepara sendiri masuk rangking kelima Kasus Terparah di Jawa Tengah.


Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis koronavirus. Nah kalau kalian pernah nonton drama Terius Behind Me, di salah satu episodenya juga dibahas lho. Penderita COVID-19 bisa mengalami demam, batuk kering, dan juga kesulitan bernapas.

Perlu diingat, tidak semua yang mengalami batuk pilek atau sesak napas itu kena Corona ya. Kecuali kita itu Orang Dalam Pemantauan atau Pelaku Perjalanan. Tapi sekarang ini ada yang namanya OTG atau Orang Tanpa Gejala. Saya pikir Flashdisk saja yang OTG. Ternyata Covid-19 juga.

Cerita Saudara Jauh Yang Jadi OTG Covid-19


Semenjak kasus meledak, kewaspadaan kian ditambah. Sebelumya saya sempat membaca berita bahwa ada pasien yang 'lolos' dan mengakibatkan 24 tenaga medis di RSUD RA Kartini positif Covid-19. Setelah pcr test, ternyata ada saudara iparnya saudara yang positif dan OTG. Dia jadi cleaning service di RSUD RA Kartini. Karena baru ketahuan sementara sudah pergi entah ke mushola dan lainnya, akhirnya daerah gang rumah ditutup dan semua melakukan isolasi mandiri. 

Polymerase Chain Reaction atau PCR Test adalah pemeriksaan laboratorium buat deteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR dianggap paling valid buat diagnosis penyakit COVID-19. Karena belum pernah tes, saya kurang paham detailnya bagaimana. Tapi semua diawali dengan pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring yaitu bagian antara hidung dan tenggorokan, lalu orofaring yaitu bagian antara mulut dan tenggorokan, atau paru-paru pasien yang diduga terinfeksi virus Corona. Setelah pakai metode swab, baru deh sampelnya akan diteliti di laboratorium.


Jika kita memang membutuhkan test secara mandiri entah untuk bepergian atau pekerjaan, kita bisa cari PCR Test di Halodoc. Cek saja di aplikasinya untuk daerah terdekatmu. Halodoc merupakan sebuah aplikasi kesehatan yang sangat mudah diakses oleh masyarakat di manapun dan kapanpun. Halodoc terintegrasi dengan Dokter, apotek, rumah sakit, dan asuransi yang terpercaya. Bisa juga konsultasi kesehatan dengan berbagai metode komunikasi seperti Chat dan Voice/Video Call dan pastinya mudah, aman, dan nyaman.


Lewat Halodoc, kita juga bisa cek risiko Covid-19 apakah kita terinfeksi atau tidak. Kalau ke tempat pelayanan kesehatan, minimal kita sudah dapat sontekan tentang pertanyaan untuk mengetahui riwayat perjalanan dan lainnya.

Saya tidak tahu bagaimana kerja dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kab. Jepara, Dinas kesehatan, dan lainnya sehingga virus ini menyebar menyeluruh di hampir semua kecamatan. Tapi sepertinya sekarang kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk melindungi diri.

Kalau saya, tetap berusaha untuk mematuhi protokol kesehatan dengan:

  • Menghindari tempat ramai juga kerumunan masa dan jaga jarak
  • Mengurangi kontak fisik
  • Memakai masker dan kacamata saat keluar rumah
  • Rajin cuci tangan dengan sabun
  • Beretika saat batuk, bersin dan tidak meludah sembarangan
  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci
  • Jaga kesehatan dan imunitas dengan makan makanan bergizi serta olahraga
  • Jaga kesehatan mental
  • Berdoa, meminta perlindungan dari Tuhan

Covid-19 bukan masalah satu orang, tapi semua orang di dunia. Jadi mari kita bergandengan, bekerja sama melawannya. Mari kita tetap patuhi protokol kesehatan, jangan bandel. Dan untuk yang sakit, semoga lekas sembuh. Semoga Pandemi ini segera berlalu dan kita bisa menuju kehidupan normal yang baru.

Whould you like to comment?

  1. Semogaaaaa kita semua sehat2 selalu yaaa
    HaloDoc memang jadi andalan bgt untuk tips kesehatan.
    Kalo udah ga ada covid, pengin bgt daku dolan ke JEPARA!

    BalasHapus
  2. Ngeri juga ya Ji penyebaran covid ini. Duuuh begitu orang yang otg ini balik ke rumah dan malah pernah menyambangi berbagai tempat, jadinya semuanya kesuspect doong... Makin mumet deh kalau banyak orang yang tidak mentaati protokol kesehatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lha itu. Makanya ya hanya bisa mengandalkan diri sendiri Mbak

      Hapus
  3. Kok jadi berasa sia-sia aja kita dirumah kalo persentase yg positif bertambah terus kayak gini yah, mba

    Kalo ipar suami, semua rekan kerjanya itu positif, hanya dua orang yg negatif (semua staf di rumkit) nah ipar suami saya kebagian yg belum di tes jadi cemas karena punya penyakit jantung, belum lagi kan serumah sm mertua, trus suami saya jg masih bolak balik kesana, tp setelah isolasi mandiri lebaran kmrn, kayaknya negatif, soalnyo gak ada kabar lagi dari sana

    BalasHapus
  4. Kok aku ngakak ditulisan bukan cuma flesdisk yg OTG. 😅 Betul mba walau tidak ke luar kota atau negeri saat ini kita bisa tertular Covid19 kapan saja dan di mana saja. Karenanya harus selalu jaga kesehatan dan disiplin dalam mencegah tertularnya virus corona.

    BalasHapus
  5. Kedua orangtuaku pas lagi berobat penyakit biasa malah tiba2 harus menjalani rapid test kemudian swab test. Karena stress panas badan hingga 38 derajat celcius dan pasrah diisolasi selama hampir seminggu. Alhamdulillaah sejak awal negatif sih. Jadi pembelajaran ga usah berobat ke rs kalau ga parah2 amat, malah beneran jadi sakit gegara stres disangka corona.

    BalasHapus
  6. Makin banyak ya penderita Covid ini.
    Di Sulawesi Selatan pun melonjak jumlahnya.
    Semoga kita semua sehat, terbebas dari penyakit.

    BalasHapus
  7. Dumana-mana meningkat jumlah covid, di cilacap aja total ada 60an meski ada yang udah sembuh. Sekarang dilonggarkan aturan, banyak yang malah seolah bebas covid, bebas tanpa masker dan protokol kesehatan lainnya, sedih aku tuh...

    Semoga kita semua sehat selalu ya mbak 🤲

    BalasHapus
  8. Ealaah...aku kira Jepara justru aman, lho, Jiiaah. Ternyata masuk dretan 5 besar se Jateng. Hiks. Ini aplikasi halodoc emang membantu bangett. Masyarakat pasti butuh info seperti ini.

    BalasHapus
  9. Udah deh mending jaga diri aja skrg ya.. ikuti protokol kesehatan yang dianjurkan. Ga usah ngeyel. Untungnya skrg ada Halodoc ya, jadi bisa tau informasi terkini ttg covid.

    BalasHapus
  10. kota Bengkulu juga usai new normal, langsung banyak yang nambah, entah mau gimana nih aku fokus ama keluarga aja dulu, orang lain ya cuek

    BalasHapus
  11. Protokol kesehatan benar-benar harus kita patuhi saat ini. Tentu demi kebaikan semuanya. Buat diri sendiri dan juga demi kesehatan orang lain. Saling menjaga intinya..

    BalasHapus
  12. OTG itu yang bahaya ya Kak...Semoga di Jepara makin membaik kondisinya ya
    Oh ya, Halodoc bagus nih ada layanan lengkap termasuk terkait tes dan penanganan Covid-19

    BalasHapus
  13. Meskipun sudah new normal tapi tetap mawas diri, tetap jaga kesehatan. Halodoc ini bener bener aplikasi yang mempermudah kita ya, tau banyak hal tentang kesehatan lewat aplikasi.

    BalasHapus
  14. Wah Jepara cukup banyak ya kasus barunya, yang ngeri pasien OTG ini karena santai ke mana saja tanpa sadar mereka carrier :( sehat selalu ya Jiah

    BalasHapus
  15. Nah OTG ini yang sebenarnya lebih serem. Bahaya banget apalagi jika menularkan kepada mereka dengan imun yg rentan. Mematuhi protokol kesehatan penting banget emang

    BalasHapus
  16. Tidak tahu mau ngomong apa lagi soal covid ini.
    Semoga saja segera hilang deh pandemi ini. Amin

    BalasHapus
  17. Wah, ngeri juga ya kalau sudah transmisi lokal. Memang tidak mudah menyadarkan masyarakat akan bahaya covid. Semoga segera berlalu ya...btw halodoc ini sangat membantu ya, memudahkan kita mendapat layanan kesehatan tanpa harus antre di rumah sakit.

    BalasHapus
  18. aku baru tahu lho Mbak Kalau di Jepara itu sudah lumayan banyak parah gitu ya jadi kita semua harus tetap jaga kesehatan selalu ya

    BalasHapus
  19. Semoga semakin hari kasusnya menurun dan pandemi ini segera berakhir.
    Makanya aku paling malas keluar rumah, Jia...soalnya protokolnya bwanyaak...
    Meski sehari-hari aku juga uda pakai niqab, sekarang jadi tambahin masker lagi.
    Heuu~
    Sungguhan parno iih...tapi bener, terus berdoa dan berdoa.
    Semoga Allah lindungi kita semua dan keluarga dari wabah ini.

    BalasHapus
  20. Wah banyak ya kasus covid di jepara... Semoga orang-orang lebih disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan dan pandemi ini bisa segera berakhir...

    BalasHapus
  21. Saat ini memang jaga diri sendiri yang paling bisa diandalkan. Karena virus Corona sudah merajalela.
    Btw Halodoc mempermudah kita cari PCR test terdekat di daerah kita, ya.

    BalasHapus
  22. Wah.. Jepara sdh segini aja ya. Heu.

    Dan angka kematian dan kesembuhan beda tipis. Sama kek didaerahku. Di banjarmasin tepatnya. Angka kematian lebih tinggi.

    Smg pandemi ini sgr usai ya. Minimal angka sembuhnya naik lah ya. Smg standar kesembuhan WHO jg diterapkan di indonesia.

    BalasHapus
  23. protokol kesehatan itu WAJIB dipatuhi dan janan dianggap enteng. Beneran deeh...kalau bukan kita yang menjaga diri, kapan Indonesia akan menjadi baik ya mba

    BalasHapus
  24. Ini kyknya perpindahan orang sangat cepat jd semua kena, pdhl Jepara sempat hijau ya mbak?
    Sampai skrng saya jg blm berani keluar kalau gak penting banget. Pokoknya nunggu sampai ada titik terang deh dan kurva udah bagus, skrng masih naik2 ke puncak gunung yg puncaknya tak tampak hiks

    BalasHapus