Selasa, 22 Oktober 2019

# 2015 # Drama Thailand

Review Film Thailand Heart Attack

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Kamu freelance? Kenapa memilih pekerjaan seperti ini? Yakin tetap mau bertahan?

Sawadikha! Saya kembali dengan mengulas film yang sudah tayang di tahun 2015. Alasan saya review sih lagi-lagi demi internal link, wakakaka. Saya sedang nonton drama dan masih ada hubungannya dengan pemain utama film Heart Attack.



Dikisahkan, Yoon adalah freelancer desain grafis yang cukup terkenal karena hasil pekerjaannya yang bagus. Dia punya perinsip untuk tidak menolak pekerjaan, dari siapa pun, apa pun, kapan pun deadlinenya akan dikerjakan. Dia pun menjadi workaholic dan bisa tidak tidur sampai berhari-hari.

Sayangnya karena tidak menjaga kesehatan, dia kelelahan dan jatuh sakit. Dia pun berobat ke salah satu rumah sakit dan akhirnya mengeluarkan biaya yang mahal. Tak ingin rugi, dia akhirnya memilih rumah sakit di kecil yang lebih murah di mana dia mengantri sampai seharian. Dari sini lah akhirnya dia bertemu dokter Imm dan jatuh cinta.


Apa yang akan terjadi pada Yoon selanjutnya? Apakah dia akan sembuh? Bagaimana dengan hubungannya dengan dokter Imm? Akan kah berakhir bahagia?

Title: Heart Attack
Native Title: ฟรีแลนซ ์
Also Known As: Freelance, Freelance: Ham puay... Ham phak... Ham rak mor
Genres: Comedy, Romance, Life
Country: Thailand
Type: Movie
Release Date: Sep 3, 2015
Duration: 2 hr. 10 min
Director: Nawapol Thamrongrattanarit
Writer: Nawapol Thamrongrattanarit
Production company: Jorkwang Films
Distributor: GMM Tai Hub
Cast:
Mai Davika Hoorne as Imm
Sunny Suwanmethanont as Yoon
Violette Wautier as Jee
Morakot Liu as QT78 Girl Group Member
Torpong Chantabubph as Peng
Nottapon Boonprakob as Kai
Banjong Pisanthanakun as Doctor

Review Thai Film Freelance: Ham Puay, Ham Phak, Ham Rak Mor


Saya memilih nonton film ini setelah menamatkan I Fine... Thank You, Love You. Saya ingatnya Sunny Suwanmethanont main di film ini. Padahal ya saya juga sudah menontonnya saat main di film Seven Something.

Awalnya saya kira ini akan bercerita tentang freelancer yang terkena Serangan jantung, sesuai judulnya. Ternyata tidak juga. Dia tetap sakit, tapi karena kelelahan yang menumpuk dan makanan yang kurang sehat. Judul aslinya ya Freelance di mana Yoon ini punya mantra, jangan sakit, jangan istirahat, jangan ke dokter.

Sebagai seorang Freelancer juga, saya sedikit tahu bahwa Pekerja Lepas itu jam kerjanya tak menentu. Kadang semua pekerjaan kita ambil, kadang sepi. Tidak ada hari libur khusus dan kadang tidak boleh sakit. Betapa horornya pekerjaan ini jika kita tidak bisa mengaturnya dengan baik.

Karena prinsipnya, Yoon ini jatuh sakit. Dia tidak tidur sampai 5 hari, makan tidak teratur dan mengakibatkan munculnya gatal-gatal dan ruam. Duh itu saya enggak tidur sehari lebih waktu di Jogja, itu rasanya sudah tidak bisa diungkapkan. Ini hampir seminggu. Pantaslah badan remuk.


Karena berobat di kota mengeluarkan biaya mahal, akhirnya Yoon ke rumah sakit kecil dan bertemu Imm. Sebagai dokter, Imm menyarankan agar Yoon istirahat, minum obat teratur, dan makan dengan baik. Eh sampai 6 bulan, Yoon tak kunjung sembuh. Imm heran dong?! Ternyata, Yoon ini tidak minum obatnya. Dia rajin kontrol ke RS demi lihat Imm, tapi obat tidak diminum karena membuatnya ngantuk hingga berakhir pada mangkraknya pekerjaan bahkan dialihkan pada orang lain. Belum lagi permintaan aneh-aneh yang kadang bikin hati nurani desain grafis harus dipertaruhkan #Halah. Sebagai mantan anak magang bidang itu, saya pernah merasakan betapa beratnya.

Saya sendiri bertanya-tanya. Jadi Freelance, bekerja keras, sebenarnya buat siapa?



Nonton Heart Attack ini memang jadi pengingat buat diri sendiri khususnya. Kita harus bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk kerja. Tapi kerjakan semampu kita, seleksi itu wajib. Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dan asupan makanan. Jika badan sudah mulai menjerit, maka istirahat. Jangan lupa, meski jadi Pekerja Lepas, kita harus berkumpul dengan orang lain, bersosialisasi. Dan jangan lupa meluangkan waktu untuk diri sendiri. Dan buat pemberi kerja, please atuh lah jangan jahat-jahat banget sama Freelance. Hargailah kerja keras kami!

Karena sudah terlalu sering nonton film Thailand, saya memang tidak berharap ending yang berbunga-bunga. Tapi jika kalian butuh warning untuk mencintai diri sendiri, coba deh nonton Heart Attack.


Kalian ada yang sudah nonton film Freelance: Ham Puay, Ham Phak, Ham Rak Mor ini? Dan menurut kalian, apa sih yang paling memberatkan seorang Freelancer? Share pendapat kalian ya!

Sampai jumpa. Happy blogging!

Sumber gambar: Pinterest

17 komentar:

  1. Saya sampai nonton ini berkali-kali tiap lembur di kantor dulu, sembari menunggu acc atau revisi. Terkwplak sekali rasanya tiap habis nonton. Rasanya bukan cuma pekerja lepas yang bisa secapek ini, tapi para pekerja di bidang kreatif. Sukaaa banget sama film ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap. Pekerja kreatif seolah dituntut banyak hal ya Mbak. Kaya kasus kemarin di TV yang akhirnya malah coba narkoba

      Hapus
  2. Astagaaaa, saya film Thailand yang terakhir saya tonton adalah ATM Rak Error wgwgw

    BalasHapus
  3. Waaah makasih kak rekomendasinya, aku udah lama banget nggak nonton film thailand dan ini temanya freelancer yang aku relate banget suka begadang sampai nggak jaga kesehatan hehehe

    BalasHapus
  4. widih, kupikir serangan jantung yang dimaksud ini gegara jatuh cinta atau patah hati, ternyata bukan perumpamaan. beneran serangan jantung yak. Mantep idenya

    BalasHapus
  5. Saya sudah beberapa kali nonton film Thailand memang gak terlalu berharap endingnya berbunga-bunga. Tapi keseluruhan ceritanya tetap saja menarik ya...

    BalasHapus
  6. Jadi pesan di filmnya kena banget ke pengalaman pribadi ya mbak. Reminder juga untuk jangan menyepelekan tidur.

    BalasHapus
  7. Belum mulai nonton film thailand aku, mbak
    Kayaknya pengen deh nyobain nonton yg genrenya nggak berat-berat gitu wkkwkw
    itu kok aku banget sih, permintaan yg aneh2 saat ada pesanan desain, wkkwkw. Yg akhirnya jatuh bikin esmoni, ceilehh, badmood wkkwkw

    BalasHapus
  8. Bagus, nih, filmnya. BIkin penasaran.
    BTW, aku tahu kamu enggak tidur semalaman di Jogja saat sama siapa. Sama itu to... yang itu. Hmm... ketahuan.
    Ayo deh, ngebolang lagi dan melekan semalaman lagi

    BalasHapus
  9. Akhir2 ini juga lagi suka series nya thailand nih, ganteng dan cantik2 ya enak di liat. Ceritanya juga bagus. Kalo film yg ini belum pernah nonton sih

    BalasHapus
  10. Aku belum pernah nonton dan kayanya bakal nonton sih karena tentang freelancer gitu. Film ini bisa jadi refleksi nih bagi para freelancer. Terima kasih atas reviewnya, kak ☺

    BalasHapus
  11. Bikin penasaran nih filmnya. Sudah ada di aplikasi viu kah mba sekalian translatenya. Aku juga suka dengan film thailand apalagi horror.

    BalasHapus
  12. Aku baru sekali atau dua nonton film Thailand.Genrenya horor, tapi lupa judulnya. Belasan tahun lalu soalnya.
    Anyway ttg freelancer, yang paling memberatkan itu manajemen kemalasan. Karena ga ada jam kerja yg ketat, rasanya kok banyak banget godaan utk menunda.hehehe

    BalasHapus
  13. Korea yang booming aja..gak kepengen nonton, apalagi udah Eropa ya..hmmm,.semoga makan kita gak diatur2 wkwwkwk

    BalasHapus
  14. Aku suka film thailand.
    Terakhir nonton film thailand genre romance.
    Lucu dan romantis pula..
    Nanti aku nonton deh Heart Attack..

    BalasHapus
  15. Suka dengan kata2 nya..bekerja untuk mempertahankan hidup.., tapi tentu yang hllal baik ada.tapi dia lebih nyaranin ke toko

    BalasHapus
  16. Penasaran deh, jadi kepingin nonton juga.
    Yang memberangkatkan sebagai freelancer yaitu tidak adanya jaminan untuk pekerjaan selanjutnya setelah proyek yang satu selesai dirampungkan. Jadi suka parno sendiri kalau ga ada tawaran kerja

    BalasHapus