Badja, I Feel You!

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Pemilihan Gubernur Jakarta itu luar biasa menegangkan ya. Bukan hanya jadi berita lokal tapi Internasional juga. Pemilihannya sampai dua kali putaran dan kemarin hajat warga Jakarta akhirnya selesai sudah dengan terpilihnya pemimpin baru. Well, selamat buat Pak Anies dan Sandiaga! Pak Badja, I Feel You!


Twitter @ahokdjarot
Apa saya pendukung Ahok Jarot?
Begini, apa pentingnya saya dukung siapa? Suara saya pun enggak masuk untuk mendukung mereka. Saya bukan warga Jakarta. Ke sana aja belum pernah. Makanya ajak saya jalan-jalan gitu apalagi kan gubernurnya baru. Biar bisa liat seperti apa beliau yang digemborkan dengan keberpihakannya #KodeJalan2.

Apa yang dirasakan Pak Ahok Jarot mungkin dulu pernah saya rasakan juga. Kegagalan jadi pemimpin. Skalanya tidak besar, hanya jadi pemimpin komunitas.

Saat di MAN saya ikut ekskul teater. Dulu mikirnya karena lebih gampang dan tidak ribet. Sampai akhirnya saya betulan jatuh cinta dengan dunia seni itu. Saya termasuk anggota yang dikenal Kakak kelas. Soal akting lumayan, enggak malu-maluin. Setiap latihan, saya juga jarang absen.

Naik kelas XI mulai pergantian kepengurusan. Wacana siapa calon pemimpin ada. Cuma kita juga menggunakan asas Luberjurdil. Satu calon itu agak aneh. Jadi Kakak kelas memilih beberapa orang sebagai calon lain dan salah satunya saya.

Kaget, pasti! Di hari itu, detik itu langsung kena todong sebagai calon dan harus mengucapkan satu dua kata sebagai semacam kampanye. Entah saya waktu itu bicara apa. Yang jelas setelah itu kami langsung mengadakan pemilihan. Maklum pemilihnya tidak banyak.

Yakin enggak menang, iya. Pesimis banget ya sayanya, hahaha. Realistis sebenarnya karena jiwa kepemimpinan saya kurang kelihatan. Dan memang dua kandidat lain itu cocok jadi pemimpin. Satu calon ketua Osis, satu lagi ketua Teater.

Dan walaupun kalah, ternyata ada yang milih saya juga, hahaha. Entah senang atau sedih tapi saat itu ingin menangis juga. Saya pikir malah tidak dapat suara sama sekali.

Lalu apa yang terjadi setelahnya?
Pixabay

Mereka yang terpilih menjadi pemimpin yang baik, bertanggungjawab dan juga tegas. Saya ingat betul dia yang jadi pemimpin Teater saat itu dulunya sangat pendiam. Bicara sama perempuan juga jarang. Dan ketika jadi, dia tidak main-main dalam memimpin. Dia betulan keluar aura kepemimpinannya!

Bagaimana dengan saya?

Ah, saya kan friendnya si ketua. Jadinya bertugas sebagai bendahara. Maunya ketua sih saya jadi sekretaris. Tapi anggota lain melarang mungkin takut cinlok dan mengamanahkan saya sebagai pemegang keuangan. Setahun bertugas benar-benar menjadi pengalaman yang luar biasa!

Badja, I Feel You! Mungkin ada semacam rasa kecewa saat gagal memimpin karena voting yang didapat itu kecil. Kalah suara, bukan gagal dalam prestasinya.

Ini memang jalan Tuhan. Tidak semua hal bisa kita dapatkan dengan mudah. Dan walaupun sudah berusaha maksimal, kehendak Allah lah yang terjadi. Semoga pemimpin baru nanti bisa jauh lebih berprestasi dari pemimpin sebelumnya. Saya percaya, Allah memberi tanggung jawab lain untuk Pak Ahok Jarot di luar sana. Mungkin lebih besar, bukan hanya di Jakarta.

Legowo, saya hanya bisa menyampaikan itu. Jadi pemimpin itu tidak mudah. Dan jika memimpin tetap lah amanah.

Sampai jumpa. Happy blogging!

You Might Also Like

16 komentar

  1. pilkada dki memang bikin baper yaa Jiah, tak hanya mereka yang ber-ktp DKI yang tak ber-ktp DKI seperti kita pun banyak yang baper..

    Semoga pak Anies dan Pak Sandi bisa membawa Jakarta ke arah yang lebih baik, aamin..

    BalasHapus
  2. suka banget dengan postingan ini. intinya mau memang atau kalah kita harus menerima.

    BalasHapus
  3. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya... Dan pasti apa yang mereka sesali sekarang menjadi hal yang mereka syukuri di masa depan

    BalasHapus
  4. Semoga yang terpilih bisa menjadikan Jakarta maju kotanya dan bahagia warganya

    BalasHapus
  5. Hmm saya ga ikut ikutan deh soal DKI.. fokes ke Bogor aja mau dibawa kemana nanti..

    BalasHapus
  6. emangnya ketua sama bendahara gak bisa cinlok? hehehe
    selama SMA, saya juga jadi bendahara di dua ekskul yang berbeda
    saat kuliah, subhanallah, malah jadi kandidat tunggal ketua organisasi. nggak ada tuh temen lain yang dicalonkan. sumpeh kandidat tunggal. jadi saya nggak perlu berjanji-janji, hahaha

    BalasHapus
  7. Semoga makin banyak kedamaian dan orang berbesar hati. semoga Indonesia makin jaya dan jauh dari orang jahat yang ingin memcah bangsa

    BalasHapus
  8. Saya sih berharap siapapun pemimpinnya, Jakarta tetap aman, nyaman dan terus maju. Sekoga pak Anies Sandi bisa terus menjalankan amanah... untuk pak Badja, kalian luar biasaaaa....

    BalasHapus
  9. Siapapun yang terpilih mari kita dukung, kalau salah kita ingatkan. Tak ada pemimpin yang sempurna, masih manusia. Saya pun turut mendoakan yang terbaik.

    BalasHapus
  10. Optimis Jakarta menjadi lebih baik dari waktu ke waktu dengan pemimpin saat ini.



    Dan aku juga jadi sadar 1 hal, Jiah...
    Kalo sebenarnya kita semua ini adalah pemimpin (bagi diri kita sendiri, tentunya)
    Berarti sebenarnya, jiwa pemimpin sudah ada, hanya perlu diasah lagi.

    BalasHapus
  11. Emm.. Tapi itu di ujung paragraf pertama keliatan kok mbak, mbaknya pendukung Badja ato engga, hehehe.

    BalasHapus
  12. Kalah suara, bukan gagal dalam prestasi, yeaaiii.. Aku suka kata-kata itu.

    Pilkada DKI emang bikin seantero negeri geger ya. Aku sampai males buka sosmed karena banyak yang buay status saling cela.

    BalasHapus
  13. Kita doakan aja yang terpilih bisa memajukan kota Jakarta lebih dan lebih lagi sehingga menginspirasi daerah lain, ya.

    BalasHapus
  14. setuju banget sama jiah, meski sedikit kecewa tapi tetap mendukung apapun hasilnya. Majuuuu!!

    BalasHapus
  15. siapapun yang menang di pilkada.. rakyat dki jakartalah pemenangnya...

    xixixxiix oke oce

    BalasHapus