Memelihara kucing atau anjing di rumah memberikan banyak kebahagiaan, tetapi juga menghadirkan tantangan dalam menjaga kebersihan. Bulu yang menempel di sofa, bekas cakaran pada lantai, hingga noda akibat makanan dan minuman hewan bisa membuat pekerjaan rumah terasa tidak ada habisnya.
Salah satu cara mengatasinya adalah memilih material rumah yang sesuai dengan kebiasaan hewan peliharaan. Material yang tahan terhadap noda, tidak mudah menyerap cairan, dan mudah dilap dapat membantu mengurangi waktu perawatan. Namun, setiap bahan tetap memiliki keterbatasan sehingga pemilik rumah perlu mempertimbangkan kenyamanan hewan, keamanan, dan biaya perawatan.
Berikut tujuh material rumah yang layak dipertimbangkan
1. Ubin Porselen untuk Lantai yang Sering Dilalui Hewan
Ubin porselen bisa menjadi pilihan untuk area yang sering dilewati anjing atau kucing, seperti ruang keluarga, dapur, dan jalur menuju halaman. Permukaannya relatif mudah dibersihkan dari lumpur, bulu, serta bekas makanan yang tercecer.
Panduan dari Home Depot menyebut ubin porselen memiliki ketahanan dan kemudahan perawatan yang cocok untuk rumah dengan anjing. Meski demikian, lantai yang terlalu licin dapat menyulitkan hewan, terutama yang sudah tua. Pilih ubin dengan tekstur antiselip dan nat yang mudah dirawat.
2. Lantai Vinyl yang Tahan terhadap Cairan
Vinyl menjadi alternatif bagi pemilik rumah yang menginginkan tampilan menyerupai kayu tanpa perawatan rumit. Jenis tertentu memiliki lapisan tahan air dan tahan noda sehingga lebih praktis ketika hewan menumpahkan air atau mengalami kecelakaan di dalam rumah.
Lowe's menjelaskan bahwa lantai vinyl relatif mudah dibersihkan, tetapi cairan masih dapat merembes melalui sambungan pada jenis tertentu. Karena itu, periksa spesifikasi produk dan kualitas pemasangannya. Jika ingin menghadirkan variasi motif atau perlengkapan lantai yang belum tersedia di pasar lokal, pemilik rumah juga dapat mempertimbangkan import barang China. Namun, pastikan kualitas, spesifikasi, biaya pengiriman, dan ketentuan impornya sudah diperhitungkan sebelum membeli.
3. Laminasi Tahan Air untuk Alternatif Lantai Kayu
Lantai laminasi menawarkan tampilan kayu dengan pilihan desain dan harga yang beragam. Lapisan permukaannya dapat membantu menahan goresan ringan dan noda, tergantung kualitas produk yang digunakan.
Namun, tidak semua laminasi tahan terhadap air. Lowe's menyarankan pemilik hewan memilih jenis yang memang dirancang tahan air atau kedap air, sebab cairan yang masuk melalui sambungan dapat merusak inti material. Segera bersihkan urine atau tumpahan agar tidak meresap ke celah lantai.
4. Beton Berlapis Pelindung untuk Area Aktivitas Hewan
Beton yang telah diberi lapisan pelindung dapat menjadi pilihan untuk ruang bermain hewan, area cuci, atau ruangan bergaya industrial. Permukaan yang tertutup dengan baik cenderung lebih mudah dilap dibandingkan beton mentah yang berpori.
Untuk area luar rumah, seperti halaman bermain anjing atau jalur menuju tempat mencuci hewan, paving block dapat menjadi alternatif permukaan yang praktis. Pilih produk dengan tekstur yang nyaman untuk telapak kaki dan susunan yang stabil agar tidak mudah bergeser. Perhatikan pula celah antarpaving karena kotoran dan urine bisa menumpuk jika area tersebut tidak dibersihkan secara rutin.
Kuncinya adalah memilih pelapis yang sesuai dengan penggunaan ruang dan mengikuti petunjuk perawatan produsennya. Beton yang tidak tersegel dengan baik bisa menyerap cairan dan menyimpan noda. Pastikan pula permukaannya tidak terlalu kasar atau licin bagi telapak kaki hewan.
5. Cat Dinding yang Bisa Dicuci
Dinding di dekat tempat makan, kotak pasir, atau area bermain sering terkena cipratan air, noda makanan, dan gesekan tubuh hewan. Cat dengan ketahanan gosok yang baik dapat mempermudah pembersihan tanpa harus mengecat ulang terlalu sering.
Pertimbangkan cat interior yang memiliki label washable atau dapat dibersihkan sesuai petunjuk produsennya. Finishing yang tepat membantu mengurangi bekas kotoran, tetapi hasilnya tetap bergantung pada kualitas cat dan kondisi dinding. Uji cairan pembersih pada area kecil terlebih dahulu untuk menghindari perubahan warna.
6. Kulit Asli atau Kulit Sintetis untuk Sofa
Sofa berbahan kulit atau kulit sintetis tertentu dapat lebih mudah dibersihkan dari bulu dibandingkan kain bertekstur tebal. Permukaannya memungkinkan bulu dan kotoran diangkat menggunakan kain sesuai petunjuk perawatan.
Namun, kedua bahan tersebut tetap memiliki risiko. Kuku kucing dapat menggores permukaan, sedangkan produk pembersih yang tidak sesuai bisa merusak lapisan pelindung. Jika hewan sering naik ke sofa, pertimbangkan pelindung yang dapat dicuci dan sediakan tempat tidur khusus untuk mereka.
7. Sarung Sofa dan Karpet yang Mudah Dicuci
Tidak semua material rumah harus diganti agar lebih mudah dirawat. Sarung sofa yang bisa dilepas, selimut pelindung, dan karpet berbulu pendek dapat menjadi solusi praktis untuk menampung bulu serta kotoran. National Institute of Environmental Health Sciences menjelaskan bahwa alergen hewan dapat bertahan di karpet dan furnitur selama berbulan-bulan. Lembaga tersebut menyarankan penyedotan debu secara rutin dan penggunaan penyedot debu dengan filter HEPA untuk membantu mengurangi paparan alergen. Pilih kain yang dapat dicuci sesuai petunjuk perawatan dan hindari karpet berbulu panjang di area yang sering digunakan hewan.
Pilih Material Berdasarkan Kebiasaan Hewan
Material yang mudah dibersihkan dapat mengurangi pekerjaan rumah, tetapi tidak ada satu bahan yang sempurna untuk semua kondisi. Pertimbangkan jenis hewan, kebiasaan mencakar, risiko tumpahan, kenyamanan berjalan, dan biaya perawatan jangka panjang.
CDC juga menekankan pentingnya membersihkan perlengkapan hewan secara rutin dan mengikuti petunjuk penggunaan produk pembersih maupun disinfektan. Pada akhirnya, kombinasi material yang tepat dan rutinitas kebersihan yang konsisten akan membantu menciptakan rumah yang lebih nyaman bagi pemilik maupun hewan peliharaan.
Terbaru
Lebih lama




