Apa yang kamu lakukan jika mendengar akan ada film adaptasi komik yang pernah atau sedang kamu baca? Antusias? Atau khawatir terlalu berekspektasi?
Halo, apa kabar? Semoga dalam keadaan baik, puasa juga lancar. Dan bicara film bahkan drama, dari belahan dunia manapun memang tak jarang yang mengadaptasi dari novel, komik, webtoon dan lainnya. For your information, Sinetron Kolosal Indonesia Zaman Dulu juga banyak lho yang diadaptasi dari Sandiwara Radio. Seperti Tutur Tinular (Arya Kamandanu), Saur Sepuh (Brama Kumbara), dan Misteri Gunung Merapi (Mak Lampir). Selama itu berizin dengan benar, sah-sah saja jadinya.
Berhubung saya cukup suka dengan Kartun Favorit yang Sering Ditonton di Hari Minggu sampai langganan aplikasi baca komik, kali ini saya akan membahas Film Indonesia Adaptasi Komik Populer. Cerita bergambarnya ini khusus karya Penulis Indonesia ya. Jujur saat membuat postingan ini, saya tidak menyangka ternyata daftarnya banyak juga. Penasaran apa saja? Apakah kalian sudah membaca dan menontonnya?
12 Film Indonesia Adaptasi Komik
- Si Buta dari Gua Hantu (1970 & Reboot - Coming soon)
Merupakan film adaptasi dari komikus Ganes TH. Pertama kali terbit tahun 1967 dan dicetak ulang di tahun 2005. Bercerita tentang Barda Mandrawata di zaman kolonial Hindia Belanda, seorang pendekar silat dari perguruan pencak silat Elang Putih yang hidupnya hancur setelah keluarga dan kekasihnya tewas di tangan pendekar kejam. Dia pun melakukan balas dendam yang pada akhirnya harus kehilangan indra penglihatannya.
Barda Mandrawata kemudian menemukan gua tersembunyi dan mempelajari ilmu langka. Pada perjalanannya, tunangannya ternyata masih hidup. Dia yang sedih kemudian mengasingkan dirinya dan berkelana bersama Wanara, monyet peliharaannya. Dia kemudian dikenal sebagai Si Buta Dari Gua Hantu, yang memberantas kejahatan, kebatilan serta membantu orang yang lemah dan tertindas.
Film Si Buta dari Gua Hantu pertama rilis tahun 1970. Dari sini muncul semacam sequel seperti Misteri Di Borobudur 1972, Sorga yang Hilang 1977, Duel di Kawah Bromo 1977, Neraka di Perut Bumi 1985, Bangkitnya si Mata Malaikat 1988, dan Lembah Maut 1990. Di tahun 1993, sinetronnya juga tayang lho di RCTI. Sepertinya dulu pernah nonton juga, hanya saja memang sekilas saja. Btw, nantinya akan ada juga Si Buta Dari Gua Hantu: Mata Malaikat. Kabarnya rilis di tahun 2027. Ya, mari kita tunggu kabar selanjutnya.
- Valentine (2017)
Berdasarkan komik aksi superhero Valentine karya Sarjono Sutrisno dan Aswin M.C. Siregar di tahun 2014. Bercerita tentang Srimaya, pelayan restoran di Batavia City, kota dengan berbagai macam kejahatan. Dia kemudian bertemu Bono, seorang sutradara film. Sri yang memang ingin jadi aktris antusias dengan pertemuan tersebut.
Bono mencari pemeran untuk film superhero yang sayangnya ditolak oleh studio. Dibantu Sri, Bono membuat film independen. Mereka mulai merekam aksi Sri sebagai superhero Valentine yang memberantas kejahatan betulan. Awalnya kasus kecil seperti penjambretan lalu meningkat ke kasus besar di mana Sri yang punya kemampuan bela diri berhasil menggagalkan perampokan bank profesional. Siapa sangka aksi Valentine memicu kemarahan Penjahat Shadow yang menganggapnya sebagai ancaman.
Lucu juga sih Valentine ini. Niatnya cuma main-main karena suka akting, eh malah jadi pahlawan betulan. Jadi mengingatkan saya sama sinetron Saras 008. Duh, jebakan umur banget ini!
- Si Juki (2017)
Merupakan komik karya Faza Meonk yang rilis pada tahun 2011. Jadi Si Juki ini bercerita tentang anak laki-laki yang usil, cuek, menyebalkan, tapi cukup beruntung. Kisahnya berputar pada keseharian sebagai orang biasa, anak SMA, mahasiswa dan isu-isu terkait lainnya. Akhir tahun 2017, Si Juki the Movie: Panitia Hari Akhir hadir dalam bentuk animasi di layar lebar. Lalu series 13 episode Si Juki Anak Kosan. Dan di 2024 kembali dengan Si Juki the Movie: Harta Pulau Monyet.
Seingat saya, Si Juki ini cukup sukses, banyak juga penggemarnya. Mana bentuknya animasi kan. Jadi lumayan bisa dinikmati semua usia. Dan yang paling seru, ceritanya cukup berkembang, bukan hanya tentang dia yang mahasiswa.
- Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 (2018)
Wiro Sableng atau Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 merupakan tokoh fiksi karya Bastian Tito. Bercerita tentang Wiro Saksana yang saat kecil diselamatkan oleh Sinto Gendeng. Orang tuanya dibunuh Mahesa Birawa. Kemudian selama 17 tahun di Gunung Gede, Wiro digembleng untuk menjadi Pendekar Sejati. Dengan ilmu bela diri tingkat tinggi serta kapak sakti Naga Geni 212, Wiro turun gunung membalaskan dendamnya sekaligus menumpas kejahatan yang ada.
Seperti Si Buta dari Gua Hantu, Wiro Sableng ini juga ada sinetronnya lho. Ost-nya legend banget karena saya juga waktu itu bisa ikut nyanyiin, hehehe. Vibesnya kaya soundtrack serial Kera Sakti (Journey to the West) versi rap bahasa Indonesia. Maaf, lagi-lagi jebakan umur, ckckck!
- Gundala (2019)
Gundala Putra Petir dirilis perdana pada tahun 1969 dan karakter ini diciptakan oleh Harya Suraminata (Hasmi). Versi komik, Sancaka adalah seorang ilmuwan yang menciptakan serum anti petir, yang galau setelah putus dari pacarnya kemudian disambar petir. Lalu dia diangkat anak oleh raja Kerajaan Petir, jadi pahlwan super gitu deh.
Untuk Gundala film, Sancaka putra seorang pekerja pabrik miskin, tapi takut petir dan badai. Padahal dia pintar mengutak-atik produk listrik. Saat Ayah dan rekan-rekannya protes untuk kenaikan gaji, semua jadi anarkis. Ayahnya kemudian meninggal dan Sancaka tersambar listrik.
Setelah dewasa, Sancaka menolong tetangganya melawan preman. Mereka kemudian balas dendam pada Sancaka dan melemparnya ke atap yang pada akhirnya tersambar petir lagi. Dia pun bisa hidup kembali plus punya kekuatan manusia super. Akhirnya menumpas kejahatan deh seperti pahlawan pada umumnya.
Eggnoid merupakan webtoon karya Archie The RedCat yang pertama kali dipublikasikan tahun 2015. Di tahun 2019 kemudian dijadikan film dengan Morgan Oey dan Sheila Dara Aisha sebagai pemeran utamanya. Bercerita tentang Ran, seorang gadis SMA yang ditinggal kedua orang tuanya. Suatu hari, Ran menemukan telur besar. Dia pun jadi ibu asuh Eggnoid yang diberi nama Eggy, yang polos dan kekanak-kanakan. Namanya juga telur baru netas ya, hahaha. Eggy berusaha membahagiakan Ran sampai orang-orang juga tertarik dengan asal usul Eggnoid.
Merupakan webtoon karya Mas Okis dan S.M.S yang terbit tahun 2017. Bercerita tentang Witing Tresno Jalaran Soko Kulino alias KULIN yang lahir dengan kondisi Terlalu Tampan. Saking gantengnya, tiap ada lihat langsung mimisan dan pingsan. Karena dahsyatnya efek ketampanannya, dia enggan masuk di sekolah reguler, tapi pada akhirnya keluarganya berhasil membuatnya untuk setuju masuk SMA khusus pria. Dan lika-liku kehidupannya, persahabatan dan cinta bersama manusia lain pun dimulai.
- Sri Asih (2022)
Merupakan karakter adisatria (pahlawan super) ciptaan R.A. Kosasih yang pertama kali muncul di tahun 1954. Di tahun yang sama, Sri Asih kemudian dibuat film. Pada tahun 2020, Sri Asih: Dewi Keadilan digarap ulang oleh Archie The RedCat dan Devita Krisanti dalam format komik digital. Di tahun 2022, filmnya pun dirilis dengan Pevita Pearce sebagai pemeran utama.
Bercerita tentang Alana yang penuh kemarahan dan berusaha melawannya. Ternyata dia lahir saat gunung api meletus sehingga menyebabkannya terpisah dari orang tua kandungnya. Dia kemudian diadopsi wanita kaya agar hidup normal. Ternyata, dia punya kekuatan yang bersumber dari Dewi Asih, sang Dewi Keadilan. Kekuatannya bisa menjadi kebaikan, tapi jika tak terkendali akan jadi kehancuran. Dengan kemampuan bela diri dan gulat, Alana pun jadi pahlwan super.
- Virgo and The Sparklings (2023)
Merupakan webtoon 2017 karya komikus Annisa Nisfihani dan Ellie Goh berdasarkan karakter Virgo yang dibuat oleh Jan Mintaraga pada tahun 1973. Tahun 2023 kemudian film dirilis dengan Adhisty Zara sebagai pemeran utamanya. Bercerita tentang Riani yang lahir dengan kekuatan super di mana ia bisa mengeluarkan api dari tangannya berdasarkan emosi yang ia rasakan saat itu. Karena hal tersebut, orang-orang merasa takut dan menjauhinya.
Riani kemudian bertemu Ussy, Monica, dan Sasmi di mana mereka menerima dirinya, apa adanya. Setelah itu, mereka membuat grup Virgo & The Sparklings dan tampil dengan topeng. Suatu ketika, kota mendadak kacau karena sihir jahat. Riani pun memulai misi menyelamatkan dunia dengan kemampuannya.
- Siksa Neraka (2023)
Merupakan komik legendaris karya MB Rahimsyah di tahun 1980-an. Kemudian tahun 2023 dibuat film di mana Ratu Sofya, Slamet Rahardjo, Kiesha Alvaro, Ariyo Wahab, dan lainnya berperan di dalamnya. Siksa Neraka bercerita tentang orang-orang tepatnya kakak beradik, anak seorang ustad yang mengalami siksaan karena dosa-dosa mereka.
Jadi awalnya mereka ini terseret arus sungai dan hilang. Bangun-bangun, eh sudah di neraka saja. Pertanyaannya, kenapa bisa? Apakah orang tua mereka kurang dalam pembekalan agama? Penasaran? Tonton sendiri filmnya ya!
- Pasutri Gaje (2024)
Berdasarkan webtoon karya karya Annisa Nisfihani. Bercerita tentang pasangan PNS muda Adimas dan Adelia. Awalnya pasti soal pedekate mereka di My Pre-Wedding sampai akhirnya menikah, berumah tangga di Pasutri Gaje dengan komedi romantis yang cukup ringan. Tahun 2024 film dirilis di mana Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari didapuk jadi pemeran utama.
Waktu itu sempat ramai, banyak yang underestimate di mana look pemerannya kurang muda. Soal akting dan kemistri mungkin tidak diragukan karena mereka beberapa kali jadi pasangan main juga. Yang paling bikin sebal sih kayanya soal poster awal yang berbau AI karena dianggap kurang sesuai dengan ceritanya. Lha iya, wong kisah PNS mendadak kaya fiksi ilmiah. Enggak nyambung kan?
- Panji Tengkorak (2025)
Merupakan adaptasi dari komik karya komikus Indonesia Hans Jaladara yang pertama kali terbit di tahun 1968. Bercerita tentang pendekar bertopeng tengkorak yang penuh teka-teki dan masa lalu kelam. Jadi si Panji ini berniat mengakhiri hidup setelah kematian istrinya. Dia ingin balas dendam, menjual jiwanya pada ilmu hitam. Dia berkelana, lontang lantung sampai bertemu seorang pendekar tua yang minta bantuan buat ngejar bandit yang telah merebut pusaka sakti yang konon bisa menghapuskan kuasa ilmu hitam.
Tahun 2025, cerita ini dijadikan film animasi di mana Denny Sumargo dijadikan pengisi suara Panji. Apakah ada hubungannya dengan Panji Manusia Millenium? Enggak ada sih. Latar belakang dan setting waktu mereka beda meski sama-sama pahlawan juga.
Nah itu dia Daftar Film Indonesia Adaptasi Komik Populer. Kalau diperhatikan, ternyata temanya banyak yang mempunyai kekuatan super dan jadi pahlawan pemberantas kejahatan. Menurut saya pribadi, penggarapan film aksinya sudah termasuk lumayan bagus. Cuma untuk tema lain sepertinya agak kurang. Namun memang semua kembali ke selera masing-masing untuk menontonnya.
Kalian sendiri sudah nonton film yang mana nih? Atau tim yang kurang suka jika berdasarkan adaptasi? Coba share di kolom komentar ya!
Sampai jumpa. Happy blogging!
Sumber informasi:
https://bumilangit.fandom.com/wiki/Si_Buta_Dari_Gua_Hantu_(Serial)
https://bumilangit.fandom.com/wiki/Si_Buta_Dari_Gua_Hantu:_Mata_Malaikat_(Film)
https://id.wikipedia.org/wiki/Valentine_(komik)
https://id.wikipedia.org/wiki/Si_Juki
https://id.wikipedia.org/wiki/Wiro_Sableng:_Pendekar_Kapak_Maut_Naga_Geni_212
https://id.wikipedia.org/wiki/Gundala_(film)
https://id.wikipedia.org/wiki/Eggnoid_(komik)
https://id.wikipedia.org/wiki/Terlalu_Tampan
https://id.wikipedia.org/wiki/Sri_Asih_(film_2022)
https://id.wikipedia.org/wiki/Virgo_and_the_Sparklings_(film)
https://id.wikipedia.org/wiki/Siksa_Neraka
https://id.wikipedia.org/wiki/Pasutri_Gaje
https://id.wikipedia.org/wiki/Panji_Tengkorak_(film_2025)

















Idem nih juga suka baca komik termasuk yang di Webtoon. Yang Terlalu Tampan itu lumayan bagus adaptasinya, dunia keabsurdannya mirip dengan versi komik. Yang Pasutri Gaje dan Virgo ini mengecewakan, padahal komiknya bagus.
BalasHapusBikin penasaran yang Valentine nih. Satu-satunya yang belum baca komik dan nonton filmnya. Terima kasih infonya. Kayaknya bagus yang Valentine.
Salam hangat Jiah.
Seru banget baca daftar ini! Aku suka karena bukan cuma informatif, tapi juga bikin nostalgia. Komik yang dulu dibaca santai, sekarang hidup di layar lebar—rasanya ada rasa bangga tersendiri. Tulisan ini bikin aku jadi pengin nonton ulang beberapa judulnya.
BalasHapusKeren ya komik komik jadul itu selalu jadi semacam top of mind, apalagi udah diangkat ke film layar lebar. Saur sepuh legend banget sampe2 sama temen suka bercanda nanti kalo punya anak mau dikasih nama Mantili kalo perempuan dan Brama kalo laki-laki. Dan banyak banget ya komik2 Indonesia yang diangkat ke film termasuk yang baru-baru Si Juli dan Sari Asih atau Gundala.
BalasHapusWah baru tahu ternyata si buta dari gua hantu adaptasi ya. Film Gundala aku suka lho. Bagus. Kebayang kalau pecinta film Indonesia kudu tahu ya info ini. Sangat bermanfaat lho ini bacanya. Jadi oh ini toh oh gininya ha ha ha
BalasHapusSaya suka nonton film superhero Indonesia jg yang diadaptasi dari komik. Yang paling saya suka itu Gundala, Sri Asih, Wiro Sableng. Untuk Si Buta dari Gua Hantu ditunggu nih filmnya. Pas kecil dulu wajib nungguin sore-sore sinetronnya di tv. Kalau Wiro Sableng di Minggu Siang, hehehe
BalasHapusAku ingatnya Wiro Sableng tuh novel karena pernah baca koleksi paman dulu, tapi iya juga ya ternyata pernah ada versi komiknya juga. Komik superhero Indonesia yang lain kebanyakan diadaptasi oleh Bumilangit ya, dan jadi satu universe juga. Menunggu lanjutannya sih karena seru juga bisa saling menyambung gitu.
BalasHapusMemang tantangan tersendiri ya mengadaptasi visual komik ke layar lebar. Saya selalu penasaran bagaimana sutradara menjaga esensi ceritanya agar tidak mengecewakan pembaca setianya. Dari semuanya, saya baru nonton Gundala. Sedangkan yang lain belum. Padahal saya belum pernah baca komiknya. Tapi, filmnya bagus juag sih.
BalasHapusIndonesia tu sebenarnya punya superhero yang keren2 yaa. Beberapa komik adalah bacaan masa kecil dulu hehe. Judul2 yang sudah difilmkan artinya emang layak nih menjadi tontonan. Harapannya nanti bisa tayang juga di LN, siapa tahu ada produser film sekelas Hollywood mau kolabs sama karakter2 pahlawan2 Indonesia *ngimpi dulu kitaaa :D
BalasHapusKebayang pasti nggak mudah yang bisa memvisualisasikan yang dari bentuk komik jadi live action atau animasi film ya. Aku sama keluarga sempat nonton Juki. Menghibur banget :D Penasaran sama Wiro Sableng versi komiknya dan filmnya juga. Aku belum baca komiknya dan belum nonton jg filmnya. Padahal dulu pas kecil suka nonton versi serialnya. Kalau nggak salah komiknya itu yang bikin ayahnya Vino Bastian yang meranin Wiro Sableng movie ya. Bangga banget pasti Vino bisa jadi Wiro Sableng... :)
BalasHapusYang fenomenal tentunya Wiro Sableng, dari buku karya Bastian Tito hingga sang anak Vino G Bastian yang memerankan pendekar kapak naga geni 212 ini
BalasHapusSi Buta Dari Gua Hantu itu adalah sinetron favorit saya,,,dulu zaman sinetronnya ada di TPI waah udah lama banget itu tahun berapa yaa,,,seru ceritanya...Pinter banget sutradaranya bisa membuat alih wahana dari buku ke film
BalasHapusBanyak juga yaa ternyata. Epicnya dari semua yang disebutkan di atas, yang saya tahu komiknya cuma Si Juki. Kemudian yang lainnya hanya tahu tayangan televisi/filmnya, macam Si Buta Dari Goa Hantu dan Wiro Sableng, tanpa tahu diadaptasi dari komik. Di luar itu blas ga tahu komik maupun tayangan tv/filmnya
BalasHapusaku jadi inget sama Si Buta dari Goa Hantu dan Wiro Sableng, ini tontonan wsktu aku masih SD kayaknya, zaman dulu waktu tayang di TV, rasanya masyarakat nggak mau ketinggalan satu episodenya, jadinya aku sebagai bocah kadang ikutan nonton.
BalasHapusTernyata adaptasi dari komik kalau divisualisasikan lumayan bagus juga, apalagi kalau acting aktornya pas buat meraninnya
Ya ampun, sebanyak itu film Indonesia dari adaptasi komik atau cerita lainnya.
BalasHapusCuma, mungkin karena menonton film bukan kegiatan favorit, paling melihat cuplikan sebagian film di atas ya dari sekelebatan video pendek di sosmed saja.
Etapi, mau cari Juki ah. Mana tau selucu komiknya