Explore the blog
Sabtu, 07 Mei 2022

Cerita Idulfitri

Hari ke-7 bulan Mei dan hari ke-6 lebaran Idulfitri. Apa cerita lebaran versi Kalian?

Selamat hari raya Idulfitri! Mohon maaf lahir batin ya! Meski terlambat, jika masih Syawal tetap bisa disebut lebaran, hehehe. Cerita Idulfitri tahun ini sebenarnya masih normal seperti tahun sebelumnya. Dan ngomong-ngomong, hari ini dan besok orang-orang bersiap membuat Kupat Lepet untuk Pesta Lomban.

Namun mohon maaf karena kali ini saya bukan bercerita tentang Pesta Lomban. Saya mau menulis Cerita Idulfitri, dari persiapan sampai di hari pertama Lebaran tanggal 2 Mei 2022 lalu.


Jelang akhir Ramadan, saya dan Mbak biasanya pergi ke Pasar Lebak untuk beli bumbu. Hari Jumat adalah saat yang tepat, tapi Mbak bilang bahwa stok bumbunya masih. Saya periksa punya Ibu, ternyata lumayan buat persiapan lebaran. Jadilah Sabtu, 30 April saya ke Jepara sendiri. Muter Swalayan, ATM, dan Pasar untuk beli jajan.

Uang tunai aman. Jajan sudah cukup. Beras untuk zakat fitrah sudah. Frozen food dan lauk lain juga beres. Alhamdulillah cukup untuk persiapan lebaran. Tahun ini Ibu saya tidak bikin lontong. Malas katanya. Ya sudah sih, toh saya sendiri lebih suka makan nasi.

Malam Senin tanggal 1 Mei, nunggu sidang isbat hingga akhirnya diumumkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1443 H. Setelah itu, langsung zakat fitrah. Ba'da Isya', kami pergi tahlilan ke rumah saudara yang meninggal. Ceritanya ada di Ramadan Tahun Ini.

Pagi hari, bangun dan bersiap. Kami sarapan Ingkung atau Dekem Ayam Kampung. Tiap lebaran, Ibu saya memang selalu bikin ini. Beberapa tahun terakhir pilih menu tumis cumi hitam daripada santan-santanan. Jadi misalnya Kalian mampir ke rumah saat Hari Raya, mohon maaf karena menunya ala rumahan saja.

Setelah pulang dari solat Idulfitri, kami saling bermaaf-maafan dengan anggota keluarga inti. Setelah itu baru muter ke Saudara dan Tetangga terdekat. Ada sedikit kehebohan karena Mbah yang sekarang dituakan ternyata tidak di rumahnya, tapi di kediaman istrinya. Sebenarnya saya agak gatal ingin cerita kasus ini, tapi sepertinya waktu belum tepat.

Selesai di kampung sendiri, akhirnya jalan ke rumah Mbah yang ada di kampung sebelah. Biasanya di sana ramai karena keluarga dari 5 anak berkumpul. Namun entah mengapa, Makdhe tertua buru-buru banget pergi bersama anak-anaknya. Jadi agak kurang kompak seperti sebelumnya.

Pulang dari sana, kami mampir ke rumah Kakak. Btw, Kakak laki-laki saya tinggal bersama mertuanya. Masih satu desa dengan Mbah, tapi beda dukuh. Kakak tidak ikut ke rumah Mbah karena istrinya yang hamil tua cape setelah muter di kampung saya.

Pukul 11 siang, kami sudah berada di rumah. Baru duduk manis, ada berita duka karena salah satu saudara di daerah Keling meninggal dunia. Sebenarnya kami sudah bersiap sebab di hari sebelumnya diberi tahu jika keadannya sudah parah. Itu semua karena kanker payudara. Setelah istirahat, Ibu dan Bapak saya pun pergi ta'ziyah.

Para single yang tidak dapat THR

Itu saja sih Cerita Idulfitri di hari pertama saya. Rencananya hari kedua sekalian nunggu Mbak yang dari Pati, kami akan pergi ke rumah Mbah yang ada di desa Batukali, kecamatan Kalinyamatan, Jepara. Sayangnya gagal lagi karena ada saudara Mbak yang meninggal juga.

Ya begitulah. Di sini bersukacita dengan lebaran, di tempat lain bisa berdukacita. Hidup memang tidak ada yang tahu cerita akhirnya. Bagaimana dengan lebaran Kalian? Coba cerita juga ya!

Sampai jumpa. Happy blogging!

Whould you like to comment?

  1. Mpo juga persiapan frozen food dan cumi asin, sayur asem pasca lebaran. Bosen makan bersantan.

    BalasHapus
  2. selamat hari raya idul fitri meski telat gapapa ya mak, minal aidin wal faizin, wah persiapan lebarannya maksimal sekali

    BalasHapus
  3. Kalo molly lebaran gak ada cerita. Di rumah melulu. Buat konten. Nah besoknya baru ke tempat sodara, deh.

    BalasHapus
  4. Alhamdulilllah ya Jiaah, lebaran kali ini lebih menyenangkan dan berasa lebaraan hahaaa. Bisa bersilaturahmi dan berkunjung ke saudara2.

    Lebaran akuu mudik ke rumah mama masih di bandung, seperti biasa jadi tuan rumah karena mama kakak tertua, tempat ngumpul sodara2 dari berbagai kota. Cape, nginem, jadi chef, tapi seneeeeng.
    Btw, maaf lahir dan batin yaa..

    BalasHapus
  5. Lebaran keluarga aku di tempat baru mba. Karena suami dimutasi kerjanya dan di tempat baru ini jauhhhhhh banget dari kampung halaman kami. Jauh dari orang tua dan keluarga besar. Jadi kami lebarannya cuma tidur n diem aja seharian di rumah hahaha 😂 #sedih

    BalasHapus
  6. Salfok sama fotonya. Single gak dapat THR. Sini sini aku kasih aja. Biar adil. Btw turut berduka ya mbak buat saudaranya yang meninggal. Semoga khusnul khotimah. Aamiin

    BalasHapus
  7. Dennise Sihombing11 Mei 2022 10.36

    Walaupun aku tidak merayakan Lebaran namun aku dikelilingi oleh teman-teman yang merayakan. Jadi aku ikutan saat BukBer dan Halal Bihalal yang seru dan menyenangkan

    BalasHapus
  8. Duh itu siapa yang jadi modelnya para jomblo yang nggak dapat THR.

    Sama mbak, di saya juga nggak ada lontong/ketupat di hari lebaran. Adanya di hari ke 7. Tapi saya sudah lupa cara bikin ketupat dari janur. Jadi nggak bikin hehehe... alhamdulillah walau nggak bikin, tetap bisa makan ketupat karena beberapa tetangga kirim ketupat ke rumah

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah ya masih bisa merayakan lebaran bersama keluarga besar :D
    Dekem Ayam Kampung-nya kyk apa tuh? Ada fotonya?
    Turut berbelasungkawa atas kematian saudaranya semoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya aamiin.

    BalasHapus
  10. Lebaran saya malah tidak kemanapun. Kami baru saja jatuh dari sepeda motor dan luka di kaki belum sembuh benar jadi ya ga bisa kemana mana hehehe

    BalasHapus
  11. Kalau aku lebaran malah nggak kemana-mana cuma ke rumah ibuku aja. Masak juga cuma sop daging buat disantap keluarga aja. Heu

    BalasHapus
  12. Lebaran tahun ini berasa bebas merdeka kembali yaa setelah lama dikurung pandemi. Alhamdulillah bisa kumpul bareng dan bertemu keluarga besar lagi. Lebaranku sepi karena pertama kalinya ga kumpul di rumah kakeknya anak2... mampirnya jadi ke makam aja.

    BalasHapus
  13. aja baru dibuka setelah tanggal 9 Me, hehehe. tapi seru yah lebaran tahun ini.

    BalasHapus
  14. Turut berduka cita atas meninggalnya beberapa kerabat saat lebaran ya, Mbak. Semoga keluarga diberi kesabaran dan keikhlasan.
    Acara lebaran yang paling seru itu saat keliling berkunjung ke keluarga dan kerabat. Bisa ngobrol bareng sambil ngemil ya... hihihi

    BalasHapus
  15. Di Jepara to maak? Baruuu tadi jam 2 lewat kami cek out dari Jepara sekarang baru cek in di Semarang.

    Lebaran kali ini selain kumpul silaturahmi keluarga solo boyolali yogya kami lanjut famtrip ke Karimunjawa.

    S3lamat hari raya Idhul Fitri juga ya makk

    BalasHapus
  16. Para single gak dapet THR justru bagi-bagi deh, kan udah punya penghasilan, hehee

    Di rumahku selalu ada opor, meski pengen nya aku ubah. Padahal aku juga yang masak tapi suami dan anak-anak mau nya makan opor sambel goreng sih. Meski gak lebaran juga suka aku buatkan

    BalasHapus
  17. Taqaballahu minna wa minkum, Jiah..
    Dan turut berduka cita atas saudara yang meninggal.
    Semoga Allah lapangkan kuburnya dan diberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.

    Tetap ceria doonk, Jia.. meski gak dapat THR.
    hehehe...kan disambangi Abang Lee Joong Gi setiap hari weekend.

    BalasHapus
  18. Puasa dan lebaran kali ini tentunya banyak ceritanya deh. Soalnya ini puasa dan lebaran yang bikin kita semua bisa ngumpul lagi ya. Alhamdulillah, di rumah ada para pemudik lagi. Lebaran rameee. Gak kayak puasa dan lebaran tahun kemaren dan sebelumnya.

    BalasHapus
  19. Begitulah yaa di saat ada suka cita menyambut lebaran, di tempat lain ada duka. Ya itulah hidup. Ga perlu berlebihan saat senang pun saat sedih karena roda hidup terus berputar.

    BalasHapus
  20. Kalau cerita saya lebaran ini, ini adalah tahun pertama kami tidak punya orang tua. Baik dari sisi saya maupun mertua. Kedua orang tua saya sudah lama tiada, sedangkan dari suami tinggal bapak mertua yg akhir tahun 2021 lalu meninggal dunia.

    BalasHapus

Tinggalkan jejakmu di sini, Teman