Explore the blog
Selasa, 20 Oktober 2020

Review Film Pendek Ketiban Pulut

Bismillaahirrahmaanirrahiim.... 

Kamu pengguna Sosial Media? Pernah belanja gara-gara iklan sosmed? 

Halo! Sebagai Pengguna Internet sejak zaman bahula, tentu saya tidak asing dengan namanya Sosial Media seperti Facebook, Twitter, atau Instagram. Main sosmed memang enak dan mengasyikkan, tapi kita juga harus bijak dan teliti menggunakannya. Jangan sampai tertipu seperti Ibu Sheila di film Ketiban Pulut.

ketiban pulut kena apes

Merayakan keberhasilan suaminya yang terpilih menjadi anggota DPR, Ibu Sheila memesan satu set isi kamar tidur kayu jati berukir, lengkap dengan meja rias, almari, dipan King Size serta nakasnya. Demi menghemat waktu, Ibu Sheila mencari lewat Facebook dan menemukan akun yang menjual mebel dengan harga murah dan kualitas bagus, katanya. 

Lima bulan kemudian barang tak kunjung datang padahal pembayaran sudah dilunasi. Berbekal alamat yang ada di Facebook, Ibu Sheila datang ke Jepara. Akankah Ibu Sheila mendapatkan barang pesanannya? 

Judul: Ketiban Pulut
Sutradara: Hendriyana Lubis
Skenario: Eko B Saputro
Produksi: @Studio/Teater Lentera Jepara
Pemain:
Khoirur Riski - Ahmad Khoirur Mubin/Kecit
Sugiarto - Bapak Supaidi
Nurul Laila - Ibu Sheila
Hendriyana Lubis - Bapak RT
Dea Triyanti - Asisten
Arif Gunawan - Sopir 

Film Pendek Ketiban Pulut


ketiban pulut gupak pulute ora mangan nangkane

Tahu film pendek ini ketika melihat poster yang dibagikan oleh Kakak Kelas saya. Dan setelah menunggu, akhirnya 16 Oktober 2020 kemarin rilis di YouTube. Film ini sendiri diikutkan dalam festival #filmfiksijepara2020 #filmsenibudaya2020 #festivalfilmjepara2020. 

Cerita di film Ketiban Pulut pulut ini sebenarnya simpel tentang bagaimana seorang yang tertipu di Facebook. Lalu orang yang namanya dicatut akhirnya kena getahnya padahal mereka tidak tahu menahu masalah tersebut. Itulah kenapa kita harus bijak dan teliti dalam bersosial media. Btw, Ketiban artinya kejatuhan. Sedangkan Pulut artinya getah. Bisa diibaratkan kena apes. Seperti peribahasa “Gupak pulute ora mangan nangkane” yang bisa diartikan orang yang ikut susah payah tapi tidak menikmati hasilnya. Makan nangka memang butuh effort tinggi sih.

Saya pilih mengulas film ini pertama karena kenal salah satu pemainnya yaitu Sugiarto. Zaman sekolah dipanggil Kak Sugi. Saya dulu ikut ekskul teater. Meski sekarang sudah tidak aktif lagi tapi kadang suka lihat. Makanya enggak kaget kan kalau saya suka ngedrama, hahaha. Kedua karena yang dibahas adalah mebel dan bersetting di Jepara. Sebagai anak mantan Tukang Kayu dan pernah kerja di Showroom Furniture, tentu tidak asing dengan hal ini. 

Jepara kan memang terkenal dengan mebelnya yang oke sejak zaman dulu. Bahkan Kartini juga pernah membawanya ke pameran luar negeri. Karena itu Orang Asing banyak yang akhirnya tinggal di Jepara dan bikin gudang furniture untuk dikirimkan ke luar Indonesia. Sayangnya ada saja oknum yang jahil, membuat harga seenak udelnya hingga banyak yang kurang percaya karena kualitasnya tidak sesuai. 

Meski saya sudah lupa berapa harga-harga furniture, tapi dari contoh yang Bu Sheila sebut, sangat tidak masuk akal jika satu set mebel kamar dihargai 5 juta apalagi kayu jati lengkap dengan ukiran. Tiga tahun lalu Kakak saya beli almari pintu dua dan mentahan saja harganya lebih dari 2 juta. Itu belum finishing lho. Jadi kalau ketemu akun yang jual mebel murah bahkan dibawah harga standar, perlu dicek ulang. Jangan-jangan nanti berkasus kaya Bu Sheila. 

Film Ketiban Pulut ini sudah oke, tapi sebenarnya saya berharap ada adegan nukang kayu atau ngukir. Soalnya si Kecit kan bahas motif ukir Jepara juga. Jadi biar lebih terasa penggalian tentang Jeparanya. Kaya di film The Beauty Inside di mana tokoh utama jadi tukang kayu khusus dan penjual furniture. Oh iya, kalau nanya-nanya soal mebel atau motif ukiran jangan nanya sama saya ya. Saya sarankan buat nyolek Mbak Susindra saja. Ilmunya lebih banyak. Kalau saya cuma bisa ngukir cinta di hatimu, hahaha. 

Terima kasih buat para Seniman di Jepara yang sudah membuat film ini. Kalian keren dan tetap semangat berkreasi ya! Saya hanya bisa bantu dukung perfilman lokal lewat review ini. Mungkin lain waktu saya akan mengulas film lain dari Seniman di Jepara. Tunggu saja, hehehe. 

Sekian dulu review Film Pendek Ketiban Pulut dari saya. Saya bagikan videonya ya siapa tahu mau nonton. Enggak sampai 12 menit kok. Sampai jumpa. Happy blogging! 

Whould you like to comment?

  1. Saat baca awal tentang Bu Sheila bei mebel, aku agak zengkil sih kenapa ga beli di Susindra Furniture gitu lho. Paragraf selanjutnya jadi ingat dulu jadi tempat tanya suatu alamat tak jelas...
    Baru deh ngeh, ternyata buatan anak Jepara.....
    Bagus sih. Mengedukasi masyarakat agar jeli saat beli mebel, jangan kepincut murahnya saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beli di Susindra Furniture ngono ya. Ben terpercaya, hahaha

      Hapus
  2. Ini sungguh ciamik kemasannya. Memberikan informasi yang tepat tentang membeli mebel yang tepat karena walaupun dari Jepara tetep harus diperhatikan kalau berbelanja

    BalasHapus
  3. Cerita filmnya unik. Tentang belanja online yang buntung. Menarik untuk ditonton dan diulas karena relate dengan kehidupan kita sehari2.

    BalasHapus
  4. Pulut itu bahasa mana mbak? Baru tahu artinya getah?
    ooo anak teater yaa, pantes suka jd pengamat pilem dan drama hehe.
    Aku sih liat iklan aja kalau dr medsos sedangkan belinya tetep offline atau di marketplace haha

    BalasHapus
  5. wah ini btul nih filmya. sedang marak terjadi, penipuan di sosmed dan mencatut foto dan identitas orang. tiati gaisss!

    BalasHapus
  6. Aku inget, biasanya kalau Bahasa arek Suroboyo ki...Ketiban Sampur.

    Kreatif yaa...
    Adegan sehari-hari bisa dijadikan pelajaran untuk diambil hikmahnya.

    BalasHapus

Tinggalkan jejakmu di sini, Teman