Explore the blog
Kamis, 03 September 2020

Ganti Image

Bismillaahirrahmaanirrahiim.... 

Saya selalu bertanya-tanya. Apa yang kalian pikirkan jika saya mereview film sejenis Fifty Shades? Apa kalian akan menganggap saya aneh karena tidak sesuai image yang ada, atau berpikir hal lain? 

Halo! Sudah lama sekali saya tidak menulis, hahaha. Biasanya rajin, eh bulan lalu rasanya mood saya hilang. Jadilah saya istirahat dari tulis menulis. Untungnya sih masih ada beberapa yang bisa saya post meski bukan sesuatu yang waw. Kabar sekarang, saya sudah merasa jauh lebih baik. Dan ada satu hal lagi. Saya mulai ganti image.

Freepik

Apakah saya akan mulai mereview film hot seperti Fifty Shades? 

Oh belum kok. Tapi saya tetap penasaran bagaimana pendapat kalian tentang saya yang mungkin akan mengulas film panas, ckckck. Yuk mari kembali ke soal ganti image

Dari dulu saya terkenal sebagai gadis dengan rambut panjang. Saya memanjang rambut sejak kecil dan hanya sesekali memotongnya. Sampai pernah suatu ketika, saya bertemu Teman di MTsN dan dia bertanya apakah rambut saya masih panjang atau tidak. Saya tertawa dan mengangguk sekenanya. Lain waktu, ketika ada lomba antar kelas, Teman lain minta saya jadi Suster Ngesot dan menggerai rambut untuk peran drama. Gila kan?! 

Di keluarga saya, anak perempuan itu 'wajib' berambut panjang. Bapak saya suka itu. Jadilah saya memang tidak berani memotong rambut sampai pendek sekali. Saya juga teringat perasaan menyesal setelah memotong rambut saat masih kecil. Asli itu cukup menghantui dan terbawa sampai dewasa. Tapi kalau boleh jujur, di hati saya yang terdalam ingin sekali punya rambut pendek. 

Saya suka punya rambut panjang. Tapi kadang itu seperti ikatan yang sulit saya lepaskan. Saat nonton drama Korea It's Okay to Not Be Okay dan melihat Ko Moon Young memotong rambut, saya pun sangat terinspirasi. Saatnya saya melepaskan diri. Mari kuatkan hati. 

Karena sudah lama terikat, kita lupa cara melepaskan ~ It's Okay to Not Be Okay

Akhirnya pada 28 Agustus kemarin, saya ajak Keponakan ke salon buat potong rambut. Sebenarnya pembicaraan tentang potong memotong ini sudah saya obrolkan sama dia jauh-jauh hari. Karena dia sudah oke, saya pun memantapkan hati. Jadi sebenarnya sayalah yang sangat butuh teman. 

Sepanjang perjalanan menuju salon yang letaknya masih satu desa, jantung saya berpacu. Ini pertama kalinya bagi saya. Nanti akan kah ada penyesalan? Apakah nanti akan nangis waktu dipotong? Banyak sekali pertanyaan yang muncul. 

Untungnya sampai waktu sampai salon, ada 2 Pelanggan yang mewarnai rambut. Yang ngerjain itu Pemiliknya sendiri. Lalu akhirnya Keponakan saya Sinta yang Bercita-cita jadi Desainer maju duluan. Well dia terlihat bahagia apalagi pakai acara dicatok juga. Dia berambut lurus dan lembut. Beda dengan saya yang berambut keriting. 

Akhirnya tiba giliran saya untuk potong rambut. Panjang rambut itu kira-kira separuh lebih tubuh saya. Tinggi saya kurang dari 150 cm. Jadi panjangnya sekitar 70-75 cm. Cocok banget kalau casting jadi Sadako. Sepanjang punya rambut panjang, saya jarang pakai jepit atau menggerainya. Tipe rambut saya itu kering dan mudah kusut. Jadi hampir sehari-hari saya gelung. Jika teman lain saat berkerudung memakai Cepol palsu, maka saya tak perlu melakukannya. 

Saat Ibu Salon tahu rambut saya panjang banget, akhirnya beliau potong separuh buat saya bawa pulang. Saya juga memilih model potong segi. Enggak mau terlalu banyak gaya juga sih. Yang simpel saja. Dan setelah beberapa waktu, rasanya suka sekali dengan potongan rambut baru ini.

Sisa rambut di meja

Ternyata saya tidak menangis. Rasanya juga lebih ringan dan pastinya hati saya jauh lebih lega. Mungkin saya akan sedikit merindukan saat gelung rambut. Tapi saya lebih suka saat bisa memakai jepit atau karet rambut yang sudah saya beli beberapa waktu sebelumnya. 

Ibu menyayangkan saya potong rambut. Bapak tak ada komentar. Tapi Kakak-kakak menyambut gembira karena saya terlihat lebih bahagia. Sedikit perubahan dan cukup membawa dampak baik pada psikologis saya. 

Setelah beberapa waktu, saya mulai terbiasa ketika bangun tidur dan semua mekar seperti rambut Singa. Begitu juga saat kering setelah keramas. Lucu sih. Sambil bercermin, saya memuji diri dengan kata cantik dan hebat karena sudah melalui banyak hal. 

Sebenarnya saya masih ada keinginan buat mewarnai rambut. Mungkin ungu tua atau merah ke hitam. Tapi tak tahu, apa nanti terealisasi atau tidak. Ganti imagenya ini dulu, jangan terlalu ekstrim. Nanti pada kaget. Lagian kalau pergi juga pakai kerudung. Belum ada yang dipamerin, hahaha. Untuk waktu yang akan datang, saya belum memutuskan apakah akan memanjangkan rambut atau tetap membuatnya pendek. Lihat nanti deh! 

Sekian dulu cerita saya tentang ganti image dengan potong rambut. Sesekali biarlah saya ngomongin diri sendiri, bukan cerita dalam drama atau film saja. Sampai jumpa. Happy blogging!

Whould you like to comment?

  1. Waaa, aku kok jadi ingat adegan It's okay to not be okay pas koo mon young potong rambut?
    Semangaaattt, malah lebih asik dgn rambut baru kaann

    BalasHapus
  2. Jadinya semacam me time ya ... potong rambut yang kemudian membuat diri merasa bahagia, hehe. Kirain mau review film lagi, Jiah.

    BalasHapus
  3. Tentunya ada perasaan berbeda ya Mbak setelah sekian lama berambut panjang akhirnya sekarang mencoba rambut pendek. Tapi rambut kita adalah mahkota kita. Panjang atau pendek seharusnya membawa kebahagiaan untuk kita ya

    BalasHapus
  4. Aku juga sama sih, pas kecil selalu disarankan berambut panjang. Tapi seiring waktu, tiap tahun aku potong rambut biar bisa dipanjangin lagi hihihi

    BalasHapus
  5. Dulu sebelum mengenakan hijab rambutku panjang tapi sekarang malah pendek dan aku kalau potong rambut dan mewarnai rambut sama adikku karena males ke salon.

    BalasHapus
  6. Saya juga dulu rambutnya selalu panjang... Pas hamil mulai gerah pengen dipotong pendek aja...
    Selamat menikmati image baru :)

    BalasHapus
  7. Asiikk wajah baluu, kerasa bahagianya dan kbayanng freshnyaa karena muncul keinginan dari dalam diri sendiri. Turuti kata hati, follow the lightness itu pasti bikin happy maksimal.
    Meski hanya sebuah pilihan rambut panjang or pendek, tapi rasanya bedda ya..

    BalasHapus
  8. Wah rasanya pasti ringan dan plong yaa soalnya itu yang kurasakan tiap potong rambut hehe aku pengen mewarnai rambut pengen coba hal baru saja tapi mungkin mewarnai sendiri di rumah hihi..

    BalasHapus
  9. Memang potong rambut jadi bikin fresh ya mbak. aku juga kalau udah merasa wajah kok tua amat ya, aku potong pendek model demi moor. jadi kayak abege lagi deh

    BalasHapus
  10. Aku pas sebelum nikah punya rambut panjaaaaang sekali. Sampe-sampe perias ngantennya maido, mereka kesusahan karena susah digelungnya. Tapi sekarang ini aku malah merindukan rambut panjang. Mau memanjangkan juga gimana, wong rontoknya naudzubillah.

    BalasHapus
  11. Ganti image menurut saya selama kita bisa menjadi diri sendiri. :D Saya juga suka potong rambut, mewarnai rambut as long as kita hepi gitu. SO, go girl!

    BalasHapus
  12. Mengubah penampilan itu memang berasa bikin kita jd diri yg baru ya mba. Akupun begitu. Dulu aku suka rambut panjang. Krn rambutku hitam lurus persis iklan shampo jd banyak yg memuji. Aku suka dipuji. Lama2 mrs ingin menantang diri.. Apakah teman2 msh suka dg aku kalo rambut pendek layaknya polwan. I do it. Ketika SMP sampe sekarang aku menyadari bahwa aku lebih cocok dg rambut pendek tanpa butuh pujian org..

    BalasHapus
  13. Kalau rambut sudah memutih dan khawatir mendatangkan hal-hal negatif seperti orang menggunjing kita dan lain-lain, bagusnya baru deh mulai diwarnain. Itu niat saya dulu :D

    BalasHapus
  14. Jaman kecil aku juga suka berambut panjang. Memasuki SMP ikut ekstrakuriler olahraga dan drumband, bikin saya gerah. Akhirnya ya potong pendek terus sampai sekarang. Dan kenyataannya memang lebih ringan ini kepala.

    Saya juga ada niat buat mewarnai rambut, warna dark brown. Gara-garanya saya sering belanja pewarna rambut untuk kebutuhan perusahaan, pas lihat warna dark brown kok bagus. 😅

    BalasHapus
  15. Di Jawa selalu dengan image "Perempuan cantik itu...yang rambutnya panjang".
    Dan aku sedari kecil, kebalikan dari kamu, Jia..
    Hahhaa...karena mas-masku cowo semua kaan...asa gak ringkes kalau rambutnya panjang.

    BalasHapus
  16. hihii... mba jiah your not alone... waktu pertama mendekin rambut itu udah di kepala 3 dan emangn dari kecil selalu rambut panjang. Dan rasanya lebih lega, bukan karena model rambutnya aja yang bikin lega tapi sama keberanian untuk mengambil langkah beda. dan bisa ditebak reaksi bapak saat itu tidak terlalu nyaman. but we are the queen for our self right? :-)

    BalasHapus
  17. Ganti image memang butuh keyakinan yg kuat dr diri ya mba. Biar kalau ada hantaman kanan kiri gak perlu digubris kecuali yg emang baik buat kita.

    Aku ganti image ke rambut panjng skrg, soalnya Bapaknya mba dan aku beda. Papaku sukanya sama rambut pendek, kebetulan akupun jg suka sih. Skrg lagi terpaksa rambut panjang karena pengem explore warna. Kalo pendek belum nemu yg cucok

    BalasHapus
  18. Kadang kita punya rasa khawatir melepaskan sesuatu tp begitu dijalani rasanya B aja bahkan plong. Kalau mbak Jiah nih soal rambut, kalau saya melepaskan bbrp barang haha.
    Memang kdng kita kudu berbuat sesuatu supaya bisa merefresh hidup kita ya mbak :D

    BalasHapus
  19. duh baca ini ku langsung pengen ikut potong rambut jugaaaa. Memang terkadang, kita perlu perubahan perubahan supaya ngerasa lebih fresh yaaaa..

    BalasHapus
  20. Hampir sama nih pengalaman kita. Aku sempat lama bertahan dengan rambut panjang, sampai akhir potong pendek beberap tahun lalu. sekarang malah potong lebih pendek lagi. Sekarang malah nyoba warnain rambut juga. Baru nyoba warna merah gt sih. Tp besok 2 pengen nyoba ungu atau tosca gt,kayaknya lucu

    BalasHapus
  21. Aku mau mendekin rambut tapi ga boleh sama suami
    Katanya ga senang kalau ga ada yang dibelai wkwkwkw

    BalasHapus
  22. Beberapa kali sempat punya rambut panjang, tapi aku nggak betah ahahaha. Akhirnya ganti image deh, potong rambut pendek.. Selagi ganti image menjadi pribadi yang lebih bsik, tidak masalah :)

    BalasHapus
  23. Saya sudah beberapa kali ganti gaya rambut malah. Karena berhijab, saya jd lbh berani bereksplorasi. Kan ga keliatan...hihi...diwarna juga pernah. Tapi itu dulu. Sekarang mah biasa saja, model rambut standar ibu2..hihi.

    BalasHapus
  24. Dulu sebelum hamil rambut saya panjang mba, karena ngga kuat gerahnya akhirnya saya pangkas pendek. Sampai yang motong bilang,
    "Apa ngga eman rambutnya dipotong?"
    "Ngga, malah enak enteng". hihi
    Malah masalah rontok jadi berkurang setelahnya

    BalasHapus
  25. Biasanya rambut cepet panjang, ji. Aku pun pernah motong rambut sampai sebahu. Skrg malah lebih suka segitu aja. Biar nggak kepanjangan.

    Klo digelung tuh seharian bikin kusut ga? Klo aku tiap abis tidur rasanya rambut banyak yg rontok, jadi mesti kudu dirapiin melulu 😁

    BalasHapus