Selasa, 24 April 2018

# 2018 # Film Indonesia

Nonton Dilan 1990, Kata Saya Ini Film Atau Obat Tidur?

Bismillaahirrahmaanirrahiim.....

Januari lalu, jagad perfilman Indonesia sedang booming dengan film remaja berjudul Dilan 1990 yang diadaptasi dari novel bestseller karya Pidi Baiq. Banyak orang bertanya-tanya siapa yang cocok untuk memerankan sosok Dilan yang tengil tapi puitis?



Nama artis papan atas dari Reza Rahadian sampai Adipati Dolken ada. Ketika nama Iqbaal Ramadhan muncul, banyak yang underestimate. Bisakah Iqbaal yang berwajah manis memerankan Panglima Tempur di Geng Motornya?

Tanggal rilis: 25 Januari 2018
Sutradara: Pidi Baiq, Fajar Bustomi
Produser: Ody Mulya Hidayat
Bahasa: Indonesia
Skenario: Pidi Baiq
Perusahaan produksi: Falcon Pictures, Maxima Pictures
Pemain: Iqbaal Ramadhan
Vanesha Prescilla

Bandung 1990, Milea Adnan Hussain adalah siswi pindahan dari Jakarta karena mengikuti ayahnya yang dipindahtugaskan. Dia bersekolah di SMAN Bandung. Ketika dia sedang berjalan ke sekolah, tiba-tiba ada anak laki-laki bermotor menghampiri. Dia meramal bahwa mereka akan bertemu di kantin.

Apakah mereka bertemu?

Tentu saja tidak. Sampai akhirnya diketahui bahwa cowok itu bernama Dilan. Dia melakukan pendekatan dengan Milea-Lia menggunakan cara-cara yang antimainstrem seperti mengirim coklat, TTS yang sudah terisi, sampai mengirimkan tukang pijat. Bagaimana kisah mereka selanjutnya?

Yang sudah baca novel Dilan, Dia adalah Dilanku Tahun 1990 pasti tahu bagaimana akhirnya. Saya pun sudah bahkan yang buku seri lanjutan juga. Harus saya akui bahwa kisah seperti ini bukan favorit saya. Kalau film Stip & Pensil itu cukup mengena di hati.

Tapi ini Dilan 1990, cerita simpel tentang cinta anak SMA. Jalan mereka cukup mulus apalagi dukungan dari orangtua. Masalah terletak karena jiwa mereka yang masih muda, labil dan penuh emosi. Milea yang menuntut perhatian dan Dilan yang tak bisa lepas dari geng motornya.

Untuk setting, karena saya bukan orang Bandung, jadi tidak bisa membandingkan bagaimana keadan di sana dulu dan sekarang. Ditambah lagi, tahun itu saya belum lahir.

Saya pribadi karena pernah suka sama Coboy Junior/CJR, melihat Iqbaal akting puitis dan sedikit tengil itu cukup mengesankan. Dia berhasil memainkan karkater Dilan. Untuk Vanessa, ini pertama kali saya lihat aktingnya. Jadi tak bisa komen banyak. Ya, manjanya Milea bolehlah. Pemain lain, ya gitu-gitu aja sih.


Jadi waktu nonton Dilan di kamar, asli saya ngantuk. Lalu beberapa waktu kemudian baru ditonton lagi, hahaha. Jepara bioskopnya sudah tidak beroperasi. Waktu ngajakin tetangga nonton ke kota Kudus, jadwalnya tabrakan terus. Untungnya sudah bisa ditonton di situs online seperti VIU.

Nonton Dilan 1990 ini semacam syarat. Lucu kan kalau ikutan komentar tapi belum lihat filmnya? Paling tidak kita harus melihat versi novel dan film untuk memberi pendapat. Kata saya, filmnya lebih lumayan daripada novel 330-an halamannya walaupun disambi ngantuk juga.

Dilan bukan film romantis pertama yang bikin saya ngantuk. Dulu pernah lihat Warm Bodies dan akhirnya pules. Iya, selera romantis saya memang beda. Jadi bukan salah filmnya ya!

Gombalan Dilan memang beda, tapi enggak sampai bikin hati saya meleleh. Jadi saya tidak akan nulis quote Dilan. Kamu harus nonton sendiri ya.


Kalian sendiri sudah nonton Dilan 1990? Bagaimana menurut kalian? Share yuk!

Sampai jumpa. Happy blogging!

5 komentar:

  1. Hahaha, kalau aku malah belum nonton film ini Mbak. Cuma baca review teman-teman aja hehe. Malahan parodi Dilan yang kocak menurut saya XD.

    BalasHapus
  2. Betul. Aku jg liat parodinya dulu dan menghibur sekali

    BalasHapus
  3. Aku sudah nonton dan emang bikin ngantuk. wkwkwk

    BalasHapus
  4. Belum baca novelnya dan belum juga nonton filmnya hehehe

    BalasHapus
  5. Jahat banget mbak obat tidur wkwk

    BalasHapus