Explore the blog
Selasa, 04 April 2017

Adik Saya Ditangkap Polisi Karena Narkoba

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Penyalahgunaan narkoba harus kita waspadai. Tidak hanya orangtua, semua usia bisa terjerat. Bagaimana jadinya kalau ada anggota keluarga yang jadi pecandu atau pengedar? Seperti Adik Saya Ditangkap Polisi Karena Narkoba.
Serius?!
Pixabay

Serius? Dia sampai nangis-nangis. Ngakunya dijebak temannya. Adik Saya Ditangkap Polisi Karena Narkoba begitu kata seseorang dari seberang telepon.

Waktu itu pagi buta, baru saja selesai Iqomat Subuh. Bapak yang dapat telepon. Setengah sadar beliau jelas kaget. Bapak bicara sedikit berteriak. Untungnya saya sudah bangun dan buru-buru ngecek keluar. Motor masih pada di rumah. Saya ke rumah depan, ngintip. Ternyata Adik dan Kakak laki-laki saya masih pada tidur. Langsung saja saya bisikin ke Bapak kalau mungkin itu adalah penipu. Duh gila aja mereka! Untung jantung Bapak enggak kumat. Mereka mana peduli ya kalau yang ditelepon itu punya penyakit yang mungkin saja bisa menyebabkan orang langsung meninggal?!

Jadi, mereka betulan penipu atau orang salah alamat?

Entah. Sebelum Bapak mengakhiri telepon, beliau bilang Adik saya di rumah. Mungkin itu orang lain. Andai saja saat itu saya yang dapat, pasti jadinya akan ngedrama, biar dia pusing sendiri, hahaha.

Sering dapat telepon macam itu?

Beberapa kali pernah dapat. Dari undian bank padahal saya enggak punya bank yang dimaksud. Ada juga telepon katanya Kakak kecelakaan tapi enggak berlanjut karena tiba-tiba telpon putus. Dari situ saya sebel sendiri dan ini yang saya lakukan saat dapat telepon aneh:

  • Telepon entah undian atau menang sesuatu padahal enggak pernah ikutan, biasanya saya kerjain balik. Saya bilang ambil aja hadiahnya. Saya ikhlas, hahaha.
  • Telepon kecelakaan atau ditangkap karena narkoba dan bawa-bawa polisi, pastikan dulu anggota keluarga kita lengkap atau tidak. Usahakan hubungi mereka dengan HP lain.
  • Tidak bisa hubungi keluarga dan pihak sana minta transfer pulsa atau uang, duh jangan dikasih dulu deh! Tahan-tahan walau didesak.
  • Jauh-jauh dari kata panik. Ini penting sekali. Kita harus berusaha tenang walaupun aslinya deg-degan. Lebih baik cari orang untuk menemani saat menerima telepon 'aneh' itu.
  • Hindari mengangkat telepon dari nomor tak dikenal di saat tertentu, misal tengah malam atau pagi sekiranya orang baru bangun.
  • Yang terakhir, ingat-ingatlah jenis suara anggota keluarga. Ini mungkin agak susah karena suara bisa saja ditiru. Tapi kadang, ada ciri khas dalam berbicara yang sebaiknya kita kenali.

Kejahatan terjadi karena ada kesempatan. Lengah sedikit kita bisa saja terjebak. Semoga kita selalu dihindarkan dari orang-orang yang jahat. Tetap waspada ya!

Sampai jumpa. Happy blogging!

Would you like to comment?

Rindang Yuliani mengatakan...

Aih, saya kira beneran tadi. Iya, benar ini jenis penipuan yg lg marak. Kita harus waspada supaya tidak melakukan apa pun yg diminta oleh pelaku.

Arif Munandar mengatakan...

Kok semakin mengerikan ya modus penipuan saat ini. Tapi biasanya bisa dicurigai juga sih. Kalau yang nelpon nomor asing, bisa jadi.

lendyagasshi mengatakan...

Ibuku juga pernah mba Jiah.
Pas banget timingnya.

Pas Ibu marahan sama mas aku.
Pas mas aku pergi kerja dalam keadaan marah.
Pas HP mas mati.


Ibu tinggal di rumah cuma berdua sama mas. Jadi makin panik.
Sampe telpon ke aku (padahal aku di Bandung, ibu di Surabaya) buat klarifikasi.


Apa bener mas kecelakaan?


Alhamdulillah,
Aku telp kantor mas, mas baik-baik aja.


Nangiiss Ibu sesenggukan karena kejadian ini.

Mashaallah.
Kelewatan bener ngerjain orang!

Tarry KittyHolic mengatakan...

Yang modus seperti ini pernah Aku tulis di blog. Mertua yang dapat telpon, untung suami segera datang. Jadi ga sampai naik, darah tingginya.

Herannya darimana mereka dapat informasi kalau kami punya keluarga di luar jawa? Kebetulan atau emang survey dulu? Entahlah yang penting hati2 gitu aja

Pertiwi Yuliana mengatakan...

Kalo telepon aku belum pernah dapet kayaknya. Seringnya SMS hehehe etapi aku sering nyuekin telepon juga, sih. Kalau nomornya gak dikenal suka gak aku angkat. Kecuali kalau nomornya itu nomor kantor. Kalau penting pasti nelpon lagi, pikirku gitu sih.

Omith mengatakan...

kzl kdg2 pingin ngerjain org macam ini. kasihan sdh banyak yg ditipu.

wandasyafii mengatakan...

etyak, baca judulnya kirain beneran. eh untungnya sih enggak ya mba

akupun sering dapet undian-undian yang enggak jelas, dan emang nggak aku gubris sih. celakanya taun lalu pernah ketipu beli tiket pesawat, dapet nomor si travel dari sodara. eh taunya tuh travel bodong. *malah curhat*

Unknown mengatakan...

Ah, aku lama gak dapet telpon macam itu, hahahaha...

Dulu pernah siiih, hampir tertipu, dari sms, dapet puluhan juta, terus langsung lapor ayah. Masih gak percaya kalo itu penipuan 😂😂

Amanda Desty Yunistyani mengatakan...

Aku kirain beneran mbak ya ampun haha
Aku sering juga dapet sms-sms penipuan. Entang menang undian entah mama minta pulsa #eh
kalau telpon rasa-rasanya belum pernah atau mungkin saat sang penipu lagi beraksi nelpon aku eh akunya males angkat hehe

unggulcenter mengatakan...

Sering, dapat telepon kayak gitu. Kuncinya komunikasi. Kalau telepon2 penjahat itu menembak orang yang panikan. kalau kita sering komunikasi dengan keluarga, dan tenang, ngga bakalan kena. Kalau ngeladenin malah kadang kena sugesti (hipnotis)

atanasia rian mengatakan...

aihhh saya kira beneran udah ikut deg2an. Saya pernah juga ditelp jam4 bagi bilang sayang sayang gitu, trus tak suruh bapam yg jawab sama dia ditutup cepet2 haha

Liza-fathia.com mengatakan...

Meskipun tahu sedang ditipu tapi kadang ada juga yang meladeni si penipu sampai akhirnyaa ia benar2 kena tipu ya mbak

Oeky mengatakan...

papaku pernah dapet telpon begitu. disuruh transfer untuk bayar denda ke polisi. diarahkan ke atm... tapi gak jadi... soalnya keburu ketauan. yang nelpon ngomongnya ngaco, gak singkron..kan jadi bikin curiga. kalo omku yang angkat pasti dikerjain abis-abisan hahahahh

April Hamsa mengatakan...

Karena suka ditelponin kyk gtu akhirnya sbg antisipasi:
suamiku nyuruh aku kalau nyimpen nama di hp jgn pakai "ayah", "bunda" dll gtu, tapi pakai nama lengkapnya aja. Jd (jangan sampai) andai hpnya ilang nanti maling gk akan tau siapa yg bisa dihubungi buat melakukan tindakan penipuan kyk gtu.
TRus kalau ada telp geje, angsung tutup aja

FaniaSurya mengatakan...

Saya sering spt telwpon kayak gitu. Serem deh. Takut kena hipnotis. Kl udah aneh lngsung tak tutup aja.

MahadewiShaleh mengatakan...

Aku pernah lho dapet telepon kaya gitu, mama sih yang dapet. Dua kali malahan. Yang ke satu bilangnya aku ditangkap, ke dua bilangnya ade yang ditangkap. Dapet dari mana ya data kita, bingung. Bisa-bisanya kaya gitu.

andhikamppp mengatakan...

Aku pernah dapat telfon begitu, ehm beda case tapi. Untung sebelumnya aku sempat baca berita tentang modus kaya begini. Jadi, aku sengaja ngulur-ngulur agak lama, setelahnya aku bilang. "Nipu ya?" eh langsung dikata-katai dengan kasar.

Iskandar mengatakan...

penipuan macam gini pernah terjadi di tetanggaku
katanya anaknya kecelakaan, padahal di sekolah lagi ngikuti pelajaran
untung aja ortunya langsung telepon ke pihak sekolah

btw, domain baru yah, waktu itu kan jiah.my.id yah?

Tukang Jalan Jajan mengatakan...

Cara penipu menipu sekarang semakin canggih dan pintar. Kalau saya sering ditelpon dapat hadiah ini itu. Pernah saya sengaja layani dan akhirnya penjahatnya maki maki saya. Sebel juga sih hehehe

Jiah Al Jafara mengatakan...

Iya baru. Yg my id masih ada

Widi Utami mengatakan...

Aku kejebak judulnya. Hahahaha.

Aku kalo telepon belom pernah, sms sering. Btw itu penelepon dapet data yang pas dg keadaan kita dari mana ya. Canggih bener 😣

Diah mengatakan...

Klo SMS undian bank dan sejenisnya sering pake banget, bisa dibilang seminggu itu pasti dapat sms yg gituan, eeaaaa langsung delete aja gak pake baca lagi sampe tuntas.
Klo telpon yg bilang anggota keluarga ditangkap polisi krna narkoba, Tanteku pernah. Si Tante mulai panik, saya yg ambil alih tu telp, yg ada saya memaki orang itu, hihihih

Milda Ini mengatakan...

waspada , waspadalah...aku mah cuek ama henpon gak jelas

Irawati Hamid mengatakan...

saya pernah dapat telpon seperti itu, tengah malam pula!

dia ngaku sebagai anak saya yang ditangkap polisi, yang nelpon itu nagis-nangis minta dibebasin, hahaha :D

Wahyu Widyaningrum mengatakan...

Ngeriii!!!Beberapa kali juga pernah dapat telepon abal2 gitu Mbak. Tapi bukan tentang narkoba. Yg kecelakaan dan minta pulsa juga uang. Waspada ya

Komentar saya moderasi. Tinggalkan jejakmu di sini, Teman!