Pergantian Tahun Baru 2017

17.37

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Pergantian Tahun Baru 2017 tadi malam di Jepara, em saya tak tahu apa itu ramai atau tidak. Seumur hidup, saya baru sekali ini lihat kembang api di pergantian tahun. Ndeso banget enggak sih?! Hahaha.

Foto kiriman Jiah Al Jafara (@jiahjava) pada

Tahun-tahun lalu, saya tidak di rumah karena sekolah. Awal tahun 2016 saya malah kerja sampai jam sembilan malam. Kalaupun di rumah, saya biasanya nonton film, tidur, intinya melakukan hal yang tidak harus keluar rumah. Tahun baru identik dengan hujan dan terus terang saja saya agak sedikit ngeri dengan hujan apalagi yang campur kilat dan guntur.

Tahun 2016 yang lalu adalah tahun perubahan terbanyak dalam hidup saya. Saya banyak bepergian, melihat dunia lain salah satunya naik gunung. Tadinya saya dan teman-teman yang biasa ngajak muncak akan menghabiskan tahun baru di puncak gunung. Tapi karena satu dan lain hal, rencana itu batal.

Iya saya memang enggak biasa merayakan tahun baru. Rencana yang gagal itu agak memukul hati saya. Dan untuk mengobati itu, saya ikut jualan Kakak Ipar di Alun-alun Jepara. Lumayan lupain patah hati karena enggak muncak.


Sore hari kami siap-siap. Sampai Isya' pembeli yang datang satu dua. Kata Kakak emang gitu. Nanti sekitar jam 9 baru deh ramai dan ternyata benar. Sinta ponakan saya juga ikut dari sore dan pulang duluan sebelum macet.

Langit mendung tapi hujan belum turun. Pukul 22.30-an akhirnya hujan juga. Semua orang berteduh bahkan tempat jualan saya yang bertenda mulai sesak. Jualan tetep jalan dan herannya masih banyak juga yang beli es padahal udara dingin.



Untuk hiburan di alun-alun ada band-band lokal. Ada juga tongtek dari berbagai desa. Jika bosan dengan itu, ada pertunjukkan wayang di dalam ruangan di sebelah TIC. Mau jajan, tinggal pilih yang penting bawa duit aja sih, hahaha.

Hujan masih terus berlanjut. Pukul 00.00 kembang api besar mulai dinyalakan. Suara tembakan kembang api yang begitu keras bikin jantung saya tambah deg-degan. Cahayanya juga agak bikin sakit mata. Saya lihatnya lewat smartphone sambil merekamnya. Sekitar 10 menit orang-orang bersorak di tengah hujan. Setelah itu semua bubar jalan meninggalkan banyak sampah tentunya.

Saya selalu bertanya-tanya kenapa orang-orang pada suka melihat kembang api padahal hampir dipastikan akan ada hujan. Saya kasihan dengan anak-anak yang kehujanan karena orangtuanya enggak bawa jas hujan. Tapi ya namanya orang nyari hiburan setahun sekali ini. Kalau saya tidak ikut jualan, lihat kembang api itu nunggu diajak kamu, hahaha.


Tahun baru, hujan yang syahdu tanpa kamu yang kurindu #GombalGembel. Saya menikmati rintik hujan yang membasahi tubuh ini. Sekarang kamu harus tahu, saya tak lagi takut hujan saat malam.

Selamat tahun baru!!!

You Might Also Like

6 komentar

  1. wah bisa lihat kemabng api dan keramaian ya, aku mah malah bobo manis

    BalasHapus
  2. Asiik tahun baruan ujan2 lihat kembang api ya diajak kamu, so sweet..!!
    Pastinya seruuu eeaa!!

    Met taon baru Jiaah, kayanya masih senyum2 niy mengingatvmalam tahun baruan yaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Met taun baru juga Teh. Senyum sendiri sih, hahaha

      Hapus
  3. Selamat tahun baru, di Jogja terang GA pake hujaaan, tapi aku cuma tiduran di rumah, kembang api keliatan dari rumah sih dari hotel sebelah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa enaknya yg terang benderang. Met tahun baru!!!

      Hapus