6c2y5xLulMkOYYgEXrgPjC5Lx3Je6RzEo1m3mFkw

Review What’s Up with Secretary Kim

Apa yang kamu lakukan saat orang yang bertahun-tahun kerja bersamamu tiba-tiba resign? Membiarkannya atau justru menghalanginya?

    Halo, apa kabar? Semoga dalam keadaan baik dan sehat ya. Bicara resign itu, kadang merasa sayang apalagi kalau gajinya sudah tinggi. Namun adakalanya, kita ingin melakukan hal lain di luar pekerjaan. Ini juga yang sedang dialami Kimberly Laksono dalam What’s Up with Secretary Kim.

Review What’s Up with Secretary Kim

    Rendra Prakasa, seorang wakil presiden ritel terkenal mendadak galau ketika Kim, sekretaris yang telah menemaninya selama 9 tahun mengatakan ingin resign. Demi menahan perempuan itu, Renda melakukan berbagai hal, tawaran kenaikan gaji, bahkan memberi ide untuk jadi pacar dengan tanpa mengganggu pekerjaan Kim. Meski terdengar menggiurkan, Kim menolaknya.

    Yang Rendra tidak tahu, Kim bukan hanya ingin menata ulang hidupnya, tapi juga mencari sosok anak laki-laki korban penculikan yang sama dengannya. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?

Sutradara: Rako Prijanto
Ditulis: Rinipta Swasti Simson, Fikra Fadilla
Berdasarkan: What's Wrong with Secretary Kim oleh Jung Kyung-yoon
Sinematografer: Hani Pradigya
Perusahaan produksi: Falcon Pictures
Distributo: Vidio
Tanggal rilis: 8 November 2025
Durasi: ±97 menit
Negara: Indonesia
Bahasa: Bahasa Indonesia
Pemeran:
Adipati Dolken sebagai Rendra Prakasa
Mawar Eva de Jongh sebagai Kimberly Laksono (Kim)
Dimas Beck sebagai Willy Prakarsa
Agnes Naomi sebagai Mandy
Tubagus Ali sebagai Vega Lesmana
Gallaby Tharira Phalevi sebagai Jenifer
Willem Bevers sebagai Dito Prakasa
Elmayana Sabrenia sdbagai Agatha Prakasa
Sapto Soetardjo sebagai Imam
Graciella Abigail sebagai Kimberly kecil
Rayhan Cornelis Vandernnoort sebagai Rendra kecil
Alessandro Gianini sebagai Willy kecil
Ruth Marini sebagai ibu penculik
Naura Hakim sebagai Catherine
Girindra Kara sebagai Layla Efendi
John Packer sebagai Russel Newton
Ajun Perwira sebagai Dokter Henry
Kiki Narendra sebagai Surya Hamdani

Review Film What’s Up with Secretary Kim


Review Film What’s Up with Secretary Kim

    Ketika tahu akan ada Remake What's Wrong with Secretary Kim Versi Indonesia, saya itu biasa saja. Saya bukan penggemar Mawar Eva atau Adipati, tapi itu bukan alasannya. Dari dulu memang jarang nonton produksi ulang, atau adaptasi bila sudah membaca atau melihat edisi originalnya, tak peduli itu dari negara mana. Kalaupun akhirnya menyaksikan, tentu saja ada pertimbangan tertentu. Seperti What’s Up with Secretary Kim ini. Niatnya hanya untuk mengisi waktu sebelum tidur, enggak punya ekspektasi. Eh setelah menengok, saya malah agak kegatelan untuk membuat ulasannya. 

    Sinopsis What’s Up with Secretary Kim merupakan film dengan durasi 97 menitan adaptasi webtoon dan drama Kimbiseoga Wae Geureolgga karya Jung Kyung-Yoon. Bercerita tentang Kim yang resign setelah 9 tahun jadi sekretaris sehingga membuat Rendra, Bosnya kalang kabut sampai menawarkan banyak hal, termasuk cinta agar perempuan itu tetap bertahan di sisinya.

    Mau tebak kelanjutannya tidak? Oh baiklah, kali ini saya akan memberikan gambaran plotnya versi film What’s Up with Secretary Kim karena memang cukup banyak perubahan yang dibuat. Agak mengerti wong Drakornya saja 16 episode. Eh ini jadi 1,5 jaman. Pasti banyak banget yang dipadatkan.

Bapak pikir pacaran dan menikah itu kaya kontrak kerja yang isinya cuma tentang hal dan kewajiban? Lalu cintanya di mana? Pacaran kemudian menikah itu butuh pasangan yang saling mencintai

Sinopsis What’s Up with Secretary Kim

    Jadi Rendra Prakasa ini wakil presiden ritel raksasa Jambudwipa. Punya sekretaris bernama Kimberly Laksono yang sudah menemaninya selama 9 tahun. Saat itu Kim bertahan demi melunasi hutang ayahnya. Setelah ayahnya meninggal, dia ingin memberikan waktu untuk dirinya sendiri, menata ulang hidup, mungkin untuk berkencan bahkan menikah.

    Rendra yang sudah terbiasa apa-apa selalu ada Kim, jelas tidak menyukai keinginan sekretarisnya. Jadi dia menawarkan kenaikan gaji, mobil, juga apartemen. Sayangnya Kim sudah membulatkan tekat bahkan ketika Renda mengajukan diri untuk jadi pacar tanpa harus mengorbankan pekerjaan, perempuan itu menolak. Namun Rendra tidak putus asa. Dia melakukan berbagai cara untuk berkencan dengan Kim, bahkan menyabotase blind date-nya.

    Yang Rendra tidak tahu, sebenarnya Kim sangat penasaran dengan anak laki-laki yang dulu pernah jadi korban penculikan bersamanya dan ingin menemukannya. Lalu, apa yang akan terjadi selanjutnya?

What’s Up with Secretary Kim


What’s Up with Secretary Kim

    Sejak memutuskan nonton What’s Up with Secretary Kim, saya memang tidak punya ekspektasi apa-apa. Bukan bermaksud meremehkan, tapi mengingat remake seperti Scandal Makers dan Sweet 20 yang pernah saya tonton ternyata sama saja dengan versi original, jadi saya hanya mengantisipasi. Toh niatnya bukan untuk membuat ulasan juga.

    Namun ternyata, saya salah. What’s Up with Secretary Kim Film ini bisa dibilang dibuat dengan banyak perubahan yang kalau dilihat oleh orang yang tidak menonton Drakor What's Wrong with Secretary Kim atau membaca webtoonnya, tentu ceritanya sudah lumayan bagus. Ya meskipun dari Office Romance jadi Romance saja karena durasi juga. Masalahnya, saya adalah pembaca juga penonton dramanya, hahaha.

    Ada beberapa hal yang saya ingat dari plot drama juga webtoonnya vs eksekusi di film What’s Up with Secretary Kim:

What’s Up with Secretary Kim Film 2025

    Bosnya Kim di drama itu narsis sekali, tapi Rendra ini tidak kelihatan seperti itu. Pun soal wanita,  karena trauma, Lee Young Joon tidak bisa dekat perempuan lain, hanya Kim Mi-so saja. Namun di film, menurut Kimberly, Bosnya suka membawa cewek untuk kencan di kapal. Itulah mengapa, ketika Rendra mengajaknya pacaran, Kim tidak menanggapi dengan serius. Yang terpenting, saya kurang melihat aura CEO di Rendra ini. Sepertinya karena gaya rambutnya yang kurang cocok.
 
    Pengunduran diri Kim, tidak ingin stuck jadi sekretaris saja plus ingin menata ulang hidup, berkencan, mencari cinta. Ini masih sama dengan di drama. Yang berbeda, di film What’s Up with Secretary Kim, Kimberly dan keluarganya tahu bahwa dia pernah diculik, lalu penculiknya gantung diri. Dia ingat anak laki-laki yang bersamanya, tapi lupa namanya. Dari sini, harusnya soal phobia laba-laba tak perlu dimasukkan. Soalnya laba-laba itu sebagai ganti dari orang yang tergantung. Oh iya, saya tidak terlalu bermasalah dengan akting Mawar Eva. Poinnya, outfitnya juga bagus.

    Trauma masa lalu. Walaupun belum membaca atau menonton dramanya, penonton pasti bisa menebak bahwa anak laki-laki yang bersama Kim adalah Rendra. Dan si Willy hanya ngaku-ngaku saja karena trauma atas rasa bersalah. Nah, saya tuh paling kurang suka dengan eksekusi dari trauma ini. 

What’s Up with Secretary Kim Indonesia

    Saya paham sinetron atau film Indonesia itu jarang membahas kesehatan mental, trauma. Kalaupun ada, ya sekadarnya saja, bukan yang detail. Mungkin karena saya memang jarang update film Indonesia kali ya. Tolong koreksi jika saya salah.

    Sebenarnya saya tidak masalah jika Kim maupun Rendra dibuat mengingat trauma mereka. Hanya sepengetahuan saya, kejadian, luka batin itu jadi penghubung keduanya. Versi original, yang cowok ingin melupakan, melanjutkan hidup karena sebenarnya trigger yang membangkitkan traumanya itu banyak bukan hanya ikat kabel. Sementara yang cewek ingin menggali dan mengatasi ketakutannya. Namun di What’s Up with Secretary Kim ini rasanya kurang eksekusinya. Rendra ingin melindungi Willy sementara Kim, ingin cari tahu nama si anak laki-laki yang bersamanya.

    Waktu Willy akhirnya hadir, entah mengapa agak creepy. Dia kirim novel Luka - Rimba Tropika, lalu tiba-tiba telepon untuk ajak ketemu. Saya kalau jadi Kim, bukannya senang bertemu anak laki-laki dari masa lalunya, tapi malah takut sih. Saya paham bukunya seperti Broken Strings Aurélie untuk melepas trauma, tapi kan Rendra juga sudah cerita yang sebenarnya sama kakaknya itu.

    Lalu kilas balik penculikan mereka, kurang lebih sama dengan di drama maupun webtoon. Alasan perempuan itu menculik karena mengalami gangguan jiwa setelah anaknya meninggal dalam kecelakaan. Hanya saja, bagian yang menampilkan orang gantung diri, dibagian depan pula, itu bikin orang ketrigger. Saya sangat tidak nyaman dengan adegan tersebut.

    Hal yang paling tidak saya suka adalah respon keluarga Prakasa. Kayanya mereka ini khas ortu Indonesia, terasa banget berat sebelah. Bayangkan saja! Rendra ini mengalami penculikan, melihat orang gantung diri, tapi dia yang diminta mengalah, memaklumi Willy yang stres karena rasa bersalah. Saya masih paham jika itu dilakukan saat mereka masih kecil. Namun jadi berbeda ketika mereka sudah dewasa. Untuk saya, Ending What’s Up with Secretary Kim yang tetap 'melindungi' Willy itu kurang tepat. 

Aku kehilangan sesuatu di hidupku. Kita tidak bisa menjaga orang yang kita sayang dengan jabatan, posisi, atau uang. Kita bisa menjaga mereka dengan hati kita sendiri. Dan kamu mengingatkan satu hal. Kalau aku bisa percaya pada hatiku lagi

What’s Up with Secretary Kim Pemeran

    Meski begitu, untuk hitungan remake, What’s Up with Secretary Kim ini bagian romance-nya masih bolehlah. Ketika Rendra berusaha kencan dengan Kim, sama kaya di drama. Poin lainnya, lebih melokal dengan duduk lesehan makan nasi kucing misalnya. Walaupun saya enggak yang klepek-klepek banget, tapi masih bisa tertawa waktu Mandy dan Vega jadi tumbal untuk diperiksa Dokter Henry. Kayanya saya ngakak di bagian itu saja, ckckc!

    Untuk What’s Up with Secretary Kim Pemeran, saya sudah bilang di atas kalau tak ada masalah dengan karakter yang Mawar Eva mainkan. Adipati, kurang narsis dan aura. Secara kemistri, lumayan. Mungkin karena mereka pernah jadi pasangan juga di film Teman tapi Menikah 2. Kalau pemain lain, enggak terlalu banyak komentar deh karena memang baru melihat mereka, atau lihat akting mereka lagi setelah sekian lama.

Nonton What’s Up with Secretary Kim Indonesia

    Jika kalian mau Nonton What’s Up with Secretary Kim Indonesia, legalnya ada di Vidio ya. Hanya ±97 menit saja sih. Sekali duduk juga kelar. Namun kalau kalian merasa film ini kurang sesuai dan mungkin membosankan karena tidak seperti di drama maupun webtoon, next time saya akan mengulas remake What's Wrong with Secretary Kim lain yang paling cocok hati saya. Tolong ditunggu karena saya butuh banyak waktu untuk menonton ulang dramanya.

    Sekian dulu ulasan What’s Up with Secretary Kim dari saya. Ada yang sudah nonton? Lebih suka versi yang mana nih? Coba share di kolom komentar ya.

    Sampai jumpa. Happy blogging!

Sumber Informasi dan Gambar:
https://id.wikipedia.org/wiki/What's_Up_with_Secretary_Kim
Vidio.com
Related Posts
Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar