Pernahkah kamu menyukai seseorang, sampai begitu sukanya mau melakukan apa pun keinginannya? Tahukah kamu bahwa itu mungkin bukan cinta, tapi kontrol semata?
Halo, apa kabar? Semoga kita semua tetap baik dan dalam keadaan sehat. Baru-baru ini ramai pembahasan Child Grooming di sosial media setelah buku Broken Strings, memoir karya Aurélie Alida Marie Moeremans terbit. Sebenarnya, apa itu Pemikatan seksual? Apa bahayanya? Bagaimana Aurelie bisa mengalaminya?
Apakah ini disebut cinta orang dewasa? Jika iya, mengapa rasanya begitu salah?
E-book Broken Strings pertama kali terbit pada 10 Oktober 2025 lalu dengan bahasa Inggris, awalnya. Setelah itu, menurut Aurelie, banyak pesan langsung yang masuk, entah itu terima kasih, atau cerita tentang Child Grooming bahkan korban-korbannya. Permintaan untuk buku berbahasa Indonesia pun muncul. Dan akhirnya, perempuan cantik ini pun menerjemahkannya sehingga, saya dan mungkin kamu yang punya keterbatasan bahasa bisa membaca, memahami kisah di dalamnya.
Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah sebuah memoir (Bisa juga disebut Memoar: tulisan naratif nonfiksi apa pun yang berdasarkan kenangan pribadi penulis) bercerita tentang Aurélie Alida Marie Moeremans, masa kecil sebelum jadi artis, sampai dia bertemu sosok Bobby, laki-laki dewasa yang dia pikir menawarinya cinta, tapi ternyata kesengsaraan yang diterima. Ini adalah sebuah catatan pelepasan trauma yang pernah dialaminya belasan tahun lalu.
Jika kamu juga memanggul rasa sakitmu sendiri, semoga kata-kata ini mengingatkan bahwa kamu terlihat, dan bahwa kamu tidak sendirian (Halaman 2)
Sejak lahir, Aurélie bermukim di Brussel, ibu kota Belgia sekaligus jantung politik Eropa. Bisa dibilang hidupnya miskin, tinggal di apartemen mungil peninggalan neneknya, Alida. Ibunya seorang asisten rumah tangga, sementara ayahnya pekerja serabutan. Orangtua Aurelie protektif. Dengan semua keterbatasan menjadikannya anak yang pemalu, canggung, kikuk secara sosial. Karena dia anak yang lahir dari pasangan campuran, Indonesia Eropa, kulitnya lebih sawo matang, bukan putih. Jadilah di awal-awal tahun sekolah, Aurelie mendapatkan perundungan bukan hanya fisik, tapi juga mental.
Saat Aurelie berusia 7 tahun, kehidupan keluarganya sedikit membaik dengan ayahnya yang punya pekerjaan stabil. Tak lama, adiknya Jeremie lahir. Usia 9 tahun, mereka pindah ke De Panne, masih di Belgia juga, tapi daerah pesisir di mana penduduknya berbahasa Belanda. Tinggal di rumah betulan, dan dengan belajar keras, Aurélie cukup berprestasi di sekolah.
Saat usia 13 jelang 14 tahun, Aurelie dan Jeremie mengikuti Ibunya mengunjungi Indonesia, Bandung tepatnya. Ibunya tidak pernah mengajarinya Bahasa Indonesia. Jadi dia tidak tahu banyak kosakata. Suatu ketika, neneknya nonton sinetron dan bilang jika Aurelie bisa saja jadi aktris seperti pesinetron yang tayang di TV. Singkat cerita, Aurelie mengikuti ajang pencarian bakat di mal Bandung dan membawanya sebagai finalis dan akhirnya menang juara pertama. Setelah itu, Aurélie mengikuti berbagai audisi di Jakarta yang sayangnya karena keterbatasan bahasa, banyak yang kacau dan kembali ke Belgia mengingat liburannya telah usai.
Tak lama setelah itu, neneknya mengabari bahwa ada tawaran untuk pemeran utama. Mengambil keputusan besar, bersama Ibu dan adiknya, Aurelie kembali ke Indonesia. Meski dengan keterbasan bahasa, dia berusaha mengikuti arahan sutradara. Menyelesaikan beberapa proyek, iklan pun dia dapatkan. Bisa dibilang Aurelie cukup sukses, dapat membayar tagihan rumah. Namun, dia tetaplah remaja yang tidak terlalu memahami dunia luar termasuk cinta.
Kemurnianmu itu langka. Kamu itu langka. Kamu tidak seperti gadis-gadis di luar sana (Halaman 18)
Di usia 15 tahun, Aurelie berjumpa Bobby, pria 29 tahun yang ditemuinya saat menjadi pasangan dalam sebuah iklan. Bobby magnetis, terlalu percaya diri dan selalu ingin jadi pusat perhatian. Dia kemudian mengirimi Aurelie pesan, menunggunya saat syuting, menawarinya antar jemput dengan mobilnya. Singkatnya, Aurelie tertarik dengan segala hal yang Bobby tawarkan, perhatian, ketulusan yang tidak pernah dia dapatkan sebelumnya. Bahkan dia juga perhatian pada keluarga Aurelie.
Setelah semuanya, Bobby meminta Aurelie menjadi pacarnya. Meski awalnya ragu, Aurelie menyetujuinya. Aurelie menyampaikan batasan, tapi Bobby menanggapinya berbeda. Dia terlalu berani sampai membuat Aurelie berpikir bahwa seharusnya ia tidak bilang ya untuk jadi kekasihnya. Bahkan, Bobby juga berani menciumnya di depan Ibunya.
Tak lama, pertengkaran demi pertengkaran terjadi bahkan hal kecil bisa jadi penyebabnya. Setelah sekian waktu, Ibu Aurelie menyadari bahwa dia tidak terlihat lebih bahagia selama berpacaran, tapi Aurelie meyakinkan bahwa semua itu salahnya. Tepatnya, Bobby berbuat sedemikian rupa agar Aurelie percaya bahwa hal dilakukan itu salah dan laki-laki itu yang benar.
Aurelie harus selalu melapor apa yang dia lakukan. Harus selalu membalas saat pesan diterima. Hanya Bobby yang harus ada di dunia Aurelie. Ibunya tahu ada hal yang tidak beres dan kemudian menyita ponsel Aurelie. Bobby mengetahui itu dan marah. Aurelie harus belajar dan Bobby datang untuk memastikan bahwa dia memang berada di rumah. Sampai kemudian, pelecehan itu terjadi. Awalnya Bobby hanya memperlihatkan kelaminnya. Lalu di hari berikutnya, Bobby memaksanya, memerkosanya.
Tenang aja, aku nggak akan ninggalin kamu. Cowok lain kalau udah dapetin apa yang mereka mau, pasti pergi. Tapi kamu beruntung, kamu nemuin aku duluan. Kamu nggak perlu ngerasain itu, dipakai lalu dibuang. Aku cinta kamu, apa pun yang terjadi (Halaman 42-43)
Pergulatan batin terjadi. Bobby selalu menginginkan Aurelie, lebih. Saat keinginannya tidak terpenuhi, dia akan marah, merasa paling tersakiti. Aurelie lelah dan terpikir untuk pergi meski semuanya telah terjadi, kehilangan apa yang ingin ia lindungi. Sampai saat ayah Aurelie datang dan melihat Bobby yang terus mengaturnya. Kedua orangtua Aurelie melarang hubungan mereka berlanjut, kehilangan kepercayaan pada putrinya.
Namun Bobby dengan caranya memanipulasi Aurelie, mengatakan bahwa dia ingin bunuh diri. Meminta jaminan bahwa menunggunya sampai usia legal tidak akan sia-sia. Dan kemudian dia meminta Aurelie mengirimkan foto telanjang. Dan dengan itu, Bobby menggunakannya sebagai senjata di kemudian hari. Memaksa Aurelie untuk melawan orangtuanya dengan dalih eksploitasi.
Sayangnya ketika pelaporan itu muncul, pihak berwenang lebih memercayai Bobby daripada orangtuanya. Orangtua Aurelie melakukan apa yang mereka bisa, bercerita lewat blog dan media bahwa Aurelie telah dimanipulasi. Meski beritanya meledak, tapi yang terjadi malah berbalik seolah menyalahkan Aurelie yang dianggap durhaka. Aurelie pikir yang dilakukan orangtuanya itu untuk mempermalukannya. Sementara Bobby menikmati hal yang terjadi, bahwa banyak yang lebih berpihak padanya.
Meski orangtua Aurelie telah mengambil ponselnya, Bobby masih terus melakukan aksinya, menawan Aurelie. Dia memberi ponsel lain di mana itu hanya untuk berhubungan dengan laki-laki tersebut. Hingga akhirnya Aurelie paham polanya. Bobby mengancam bunuh diri, tapi tak pernah dilakukan. Itu hanya untuk membuat Aurelie merasa bersalah. Aurelie tak lagi peduli jika fotonya tersebar. Jadi dia memutuskan untuk meninggalkan Bobby.
Meski begitu, jejak Bobby masih terasa, tak mudah untuk lupa. Namun, hidupnya sedikit membaik, pun hubungan dengan keluarganya. Setelah waktu berlalu, Aurelie kembali berhubungan dengan lawan jenis. Hubungan mereka baik, tapi laki-laki itu punya berita buruk di mana dia dikabarkan pernah membawa kabur kekasihnya yang masih muda. Sahabat Aurelie tahu kedekatannya dan merasa khawatir. Salahnya, dia malah memberikan nomor barunya ke Bobby. Dan mimpi buruk pun berlanjut. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana kisah Aurelie akhirnya?
Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah
Saya tahu buku Broken Strings itu bisa dibilang baru, saat viral. Beberapa kicauan muncul di X, tapi jujur saja saya tidak langsung memutuskan untuk membacanya. Ada beberapa alasan di mana sejak awal banyak yang memberi triger warning karena berbau pelecehan seksual. Meskipun saya juga pernah baca buku Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil Torey Hayden, tapi tetap kaget mengingat tahu ini kisah ini nyata sebelum membacanya. Kok bisa? Ya karena usia saya 11-12 dengan Aurelie. Saat itu beritanya cukup ramai, dan saya ingat laki-laki yang menyebut dirinya mantan suami, tapi sayanya memang kurang terlalu memahami keadaannya.
Ketika akhirnya membaca, pasti ada bagian yang kurang nyaman, sehingga saya butuh waktu, tidak langsung menghabiskannya dalam sekali duduk. Saya cukup bisa memahami, apalagi Desember lalu sempat nonton drama China Light beyond the Reed di mana kasusnya juga tentang perempuan yang mengalami pelecehan seksual dan perjuangannya untuk mencari keadilan. Jadi meski terpicu, saya masih bisa mengatasinya. Namun lucunya, untuk menyelesaikan tulisan ini, saya malah kehilangan kata-kata.
Ulang tahunku yang ke delapan belas tidak terasa seperti perayaan. Rasanya seperti berkabung (Halaman 82)
Jadi setelah Bobby mendapatkan nomor baru Aurelie, pesan-pesan ancaman dikirimkan. Puncaknya ketika Bobby bilang akan menghabisi orangtuanya. Aurelie ketakutan, tertekan dan pada pada akhirnya masuk ke dalam jeratan Bobby lagi. Bahkan lebih parah karena memaksanya untuk menikah di usia 18 tahun.
Bobby mengakali prosedur pernikahan Katolik (Yang terkenal banyak sekali tahapannya), pernikahan pun tidak dihadiri orang tua Aurelie. Dan karena paksaan tersebut, Ibu Aurelie marah dan mengusirnya. Praktis tempatnya pulang hanya Bobby. Sayangnya di rumah laki-laki itu bukan kasih sayang yang didapatkan, tapi siksaan baik fisik juga mental. Lalu bagaimana Aurelie akhirnya bisa lepas dari pria itu?
Mungkin aku tak terbiasa. Mungkin aku tidak tahu bagaimana menerima perhatian seperti itu. Ini sesuatu yang belum pernah kurasakan, dan kebaruannya membuatku sekaligus bahagia dan cemas, seperti hadiah yang tidak tahu bagaimana kugenggam tanpa menjatuhkannya (Halaman 19)
Membaca Broken Strings rasanya seperti nonton drama. Saya pikir karakter Bobby itu hanya ada di sinetron. Lha kok ternyata ada di dunia nyata. Dan saya lebih bisa menyebutnya psikopat daripada NPD (Narcissistic Personality Disorder - Gangguan Kepribadian Narsistik) karena dia benar-benar menargetkan Aurelie. Dia melakukan Child Grooming, bahkan mungkin Family Grooming di awal perjalanan karir Aurelie sebagai artis. Mendapatkan Aurelie seolah jadi pencapaian tertinggi dalam hidup Bobby.
Mengutip dari Halodoc, Child grooming itu tindakan manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa (predator) terhadap anak-anak atau remaja dengan tujuan untuk mendapatkan kepercayaan, membangun hubungan emosional, dan akhirnya melakukan pelecehan seksual. Pemikatan seksual ini tentu sangat berbahaya apalagi anak-anak belum matang usia dan pemikirannya. Yang terjadi pada Aurelie adalah contohnya.
Dari akun X @Ibupedia, Pelaku menyasar targetnya yang punya celah emosional. Misalnya anak dari keluarga broken home, strict parent, anak kesepian, korban bullying, kurang pengawasan, miskin, dan hal rentan lainnya. Di buku Broken Strings, walaupun Aurelie ini artis, tapi dia itu termasuk baru dan si Bobby ini lebih senior. Dia jadi sosok pahlawan, pengertian, merelakan waktunya apalagi ayah Aurelie tinggal terpisah, masih di Belgia. Karena itulah, Aurelie jadi merasa hutang budi, terjadi adu domba antara orangtua dan anak, serta menciptakan hanya dunia mereka berdua. Pada akhirnya, terjadilah pelecehan dan korban kesulitan lepas dari jeratannya.
Saya masih ingat banyak juga yang menyalahkan orangtua Aurelie terutama Ibunya. Kok bisa saat di awal mereka pacaran, ciuman pula, tapi tidak langsung dilarang?
Di Indonesia yang katanya mengikut budaya ketimuran, ciuman tentu jadi hal yang tabu. Namun saya berusaha memahami Ibu Aurelie yang menikah dan tinggal di Eropa. Budaya pasti beda. Lalu sebelum bersama Bobby, Aurelie juga pernah berhubungan dengan laki-laki lain. Ibunya pikir itu tidak akan lama. Eh, ternyata Bobby ini gila.
Sebenarnya ketika permasalahan pertama, di mana saat itu mereka masih pacaran, kasus ini meledak. Orangtua Aurelie sudah mengusahakan banyak hal. Jika melihat dari sosial media sekarang, jejak digitalnya ada, di mana KPAI kurang memedulikan laporan tersebut karena menganggap itu CINTA. Hubungan lawan jenis itu hal yang lumrah. Dan jika pada akhirnya orangtua terlambat menyelamatkan, itu karena memang pelaku memanipulasi, merusak kepercayaan, dan hubungan orangtua dan anak.
Dan saat ini, untuk saya yang tinggal di desa, meskipun internet sudah ada, tapi istilah Child Grooming itu masih awam, mungkin tidak banyak yang mengetahuinya. Bahkan pendidikan seks pada anak sejak dini masih dianggap tabu. Enggak tahu saja mereka bahwa anak sekarang jauh lebih pintar apalagi ada teknologi. Malah jadi hal yang berbahaya ketika mereka tahu dari video dan sejenisnya tanpa bimbingan orang dewasa.
Aurelie-nya juga bodoh banget! Kok mau-maunya sama pria yang lebih tua?
Sekali lagi, Aurelie waktu itu masih anak di bawah umur, pun belum lama tinggal di Indonesia. Pengetahuannya terbatas dan Bobby hadir perlahan, tidak terasa berbahaya. Dia melakukannya perlahan, bertahap, membangun kepercayaan. Usia 15-16 tahun itu masih polos sekali pemikirannya.
Saya bisa bilang begitu karena di usia itu, saya pernah juga menjalin hubungan dengan pria yang lebih dewasa, berusia 20 tahun. Saya masih ingat betapa saya sering kali menuruti perkataannya, menganggap dia lebih bijak, lebih tahu banyak hal. Yang kalau dibilang, saya masih beruntung karena keinginannya kebanyakan soal agama, bagaimana saya perempuan harus jadi sholehah. Apakah orangtua saya tahu?
Mereka tahu, tapi hanya sebatas tahu saya menjalin hubungan. Satu dua kali pernah datang ke rumah karena memang begitu izinnya, tidak boleh bertemu di luar. Orangtua masih menganggap bahwa menjalin hubungan dengan lawan jenis yang lebih dewasa usianya itu normal, bukan hal yang aneh. Berkaca dari keluarga sendiri yang menikah muda, makanya saya waktu itu berani meskipun pada kenyataannya, saya hanya pacaran karena teman-teman saya juga melakukannya.
Dan mungkin lucu, lebih ke miris sebenarnya karena sampai sekarang, di desa itu masih menganggap bahwa ketika anak masuk usia SMA, mereka itu dewasa. Padahal secara hukum, mereka tetap anak-anak yang harus dilindungi. Dan itu tadi, menjalin hubungan, seberapa pun perbedaan usia mereka, asal berlawanan jenis, itu dikategorikan lumrah.
Makanya, jujur saja, saat ini saya masih belum berani terang-terangan mengangkat isu Child Grooming meskipun tahu ada sepupu yang menjalin hubungan seperti itu. Mana sama tetangga sendiri lagi. Ada juga kasus lain soal Pemikatan seksual Tetangga beda RT. Saya tahu anaknya, pun orang tuanya. Lagi-lagi, hubungan itu tidak dilarang, bahkan cenderung dibiarkan dengan dalih, toh anaknya mau. Sedihnya, si anak memilih putus sekolah. Parahnya, si anak ini sampai menganiaya temannya hanya karena bertanya soal pacarnya yang sudah dewasa, duda pula.
Apakah kasus mereka pada akhirnya mengarah ke kekerasan seksual?
Saya berdoa semoga tidak. Pun bila akhirnya menikah, semoga pernikahan mereka memang tujuannya baik. Meskipun saya tahu, saat ini, para laki-laki itu cukup berhasil memegang kendali dan membuat si anak-anak perempuan ini menuruti kemauan mereka. Sungguh ampun deh tinggal di desa ini apalagi saat kamu menjadi minoritas. Pengetahuanmu tentang isu kesehatan mental, Child Grooming, kekerasan seksual, KDRT dan hal sejenisnya akan sulit diterima karena sdm-nya memang kurang memadai.
Aku teringat caranya berbicara kepada teman-temannya ketika mereka bertanya kenapa ia bersama gadis semuda itu. Ia selalu bilang ia mencintaiku karena aku dewasa untuk usiaku, karena aku bijak melebihi umurku. Tapi kenyataannya justru sebaliknya. Ia menginginkanku saat aku tampak seperti anak kecil, anak yang bisa ia kendalikan. Seragam itu menceritakan kisah yang tak pernah berani ia ucapkan, kisah yang memperlihatkan keinginan sebenarnya (Halaman 131-132)
Kembali ke Broken Strings-nya Aurélie Moeremans. Seperti saat menonton drama, pasti ada bagian yang paling ditunggu dan saya sangat menunggu bagaimana Aurelie lepas setelah pernikahan palsunya. Dari awal saya tahu dia begitu cerdas dan mencari ide-ide untuk melepaskan jeratan Bobby. Meski bisa dibilang butuh waktu lama ditambah kematangan usia, saya sangat mengapresiasi keberanian Aurelie. Terima kasih karena bertahan dengan harapan kecil, sudah melawan dan tidak putus asa bahkan sampai menulis buku ini. Kejadiannya memang sudah belasan tahun, tapi saya tahu, berat pastinya perjuanganmu untuk pulih.
Oh iya, hal lain yang saya syukuri setelah membaca kisah Broken Strings-nya Aurélie, bahwa dia tidak pernah hamil anak Bobby. Maksudnya, di beberapa kasus, ada yang memang sengaja membuat perempuan hamil agar mau tak mau direstui untuk menikah. Padahal keluarga si Bobby sepertinya sangat mengagungkan penerus keluarga. Saya kurang ingat apakah di buku dijelaskan, tapi mungkin itu cara Tuhan melindungi Aurelie di awal pernikahan dengan menstruasi lalu berlanjut pendarahan sampai 2 bulan. Asumsi lainnya itu, mungkin karena si Bobby ini memang memanfaatkan Aurelie untuk menghasilkan uang plus pembantu gratis untuk keluarganya. Amit-amit jabang bayi deh!
Aku berhenti mencoba menjadi apa yang orang lain butuhkan. Aku berhenti mengecilkan cahayaku demi membuat orang lain nyaman. Aku berhenti meminta maaf atas cara aku bertahan. Dan di situlah aku mulai merasa bebas. Kebebasan itu tidak seperti di film. Tidak ada musik pengiring, tidak ada adegan megah, tidak ada akhir yang sempurna. Rasanya lebih tenang dari itu. Rasanya seperti bangun di pagi hari dan menyadari tidak ada yang mengawasi. Rasanya seperti keheningan yang tidak lagi menakutkan. Seperti akhirnya merasa aman. Seperti memilih diri sendiri tanpa rasa bersalah. Itulah kebebasan yang sebenarnya (Halaman 207)
Terima kasih Aurélie lewat 220 halaman ini. Terima kasih karena sudah menuliskannya, kamu hebat. Terima kasih juga untuk orang-orang yang selalu berada di pihak Aurelie. Saya percaya, keadilan akan menemukan jalannya. Seperti sekarang, Bobby yang memverifikasi dirinya sendiri seolah keluar dari buku, persis seperti apa yang kamu ceritakan. Buat Warganet, tolong fokusnya ke pelaku Child Grooming, bukan tokoh lainnya!
Saya menulis ulasan Broken Strings ini bukan karena Aurélie artis, tapi karena kisahnya yang membuat saya semakin belajar banyak hal. Mungkin saat ini saya belum berani. Namun jika suatu hari nanti ada yang mau bertanya, berdiskusi tentang Bahaya Child Grooming, tentu saya akan dengan senang hati berbagi pengetahuan agar lebih banyak anak-anak di luar sana yang terlindungi.
Dan perlu diingat, bahwa Child Grooming ini bisa terjadi pada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Mungkin ada yang belum tahu bahwa Christian Grey dalam Fifty Shades juga merupakan korban pelecehan seksual dari Teman Ibu Angkatnya sampai jadi pelaku BDSM. Jujur saya ingin mengulas film ini dari segi lain, bukan erotikanya saja. Aurelie sendiri mengakui setelah Bobby, dia jadi tertarik dengan laki-laki sejenis, bahkan menjalani hubungan toxic lainnya. Yang intinya, ketika korban tidak disembuhkan, maka akan berpotensi untuk menjadi pelaku di kemudian hari. Seram kan?
Bukan hanya di desa. Selama di Sosial Media, Televisi, yang mana jadi sarana paling sering dilihat masyarakat luas apalagi menengah ke bawah, terus-terusan menormalisasi, menampilkan tayangan hubungan remaja dan orang dewasa, membuat gimmick, shipperin orang yang usianya sudah legal dan minor, hubungan yang katanya cinta, maka Child Grooming ini akan susah dimengerti, susah diberantas. Belum lagi hukum negara yang kadang tak berpihak pada perempuan dan anak. Betulan deh, PR kita sebagai manusia ini banyak sekali.
Jadi, untuk saat ini, saya hanya melakukan hal yang saya bisa, yang mungkin dapat saya kendalikan untuk mencegah Child Grooming. Dengan melindungi keluarga terdekat, keponakan-keponakan saya. Mengedukasi, meningkatkan komunikasi, pantau aktivitas, dan kenali lingkungan mereka. Tanamkan rasa percaya diri dan jangan lupa untuk mengisi, penuhi tangki cinta mereka. Saya percaya, ketika mereka, anak-anak sudah mendapatkan cinta, kasih sayang, kepercayaan keluarga, maka akan kecil kemungkinan untuk terperdaya. Semoga saja.
Untuk kalian yang mau membaca buku Broken Strings, ebooknya dibagikan secara gratis di Instagram @aurelie. Untuk kalian yang sedang atau pernah mengalami Child Grooming, jangan simpan sakitmu sendiri. Lukamu itu nyata, dan pelaku harus mendapatkan balasannya. Jangan pernah menyerah ya. Kamu berhak untuk bahagia!
Sekian. Sampai jumpa. Happy blogging!
Terbaru
Lebih lama











