Explore the blog
Selasa, 01 Juni 2021

Seseorang Yang Bernama Alfin

Alvin, nama yang sedang ramai. Siapa dan kenapa?

Halo, apa kabar? Alhamdulillah masuk bulan Juni. Enggak terasa banget sudah di pertengahan tahun. Kelihatannya belum banyak harapan yang tercapai. It's okay. Mari kita bernapas lebih dulu.

alfin

Nah beberapa waktu ini nama Alvin kembali naik daun setelah dulu kala sempat viral karena menikah di usia 17 tahun. Banyak yang mengagungkan nikah muda sampai berpikir relationship goals di pernikahannya. Kata saya, "Relationship goals, Gundulmu!", Hahaha.

Well, di sini saya tidak akan membahas Alvin yang itu apalagi kasus close friends yang muncul kemarin hingga membuat heboh. Itu urusan mereka. Dari mereka kita belajar..., silakan isi sendiri.

Ini ngomongin Seseorang Yang Bernama Alfin dengan F bukan V. Siapa dia?

Cerita Tentang Alfin


Alfin, teman dekat saya saat sekolah dulu. Ada yang mau ciye-ciyein enggak nih? Ckckck.

alfin

Jadi saat sekolah MAN, saya sudah pegang ponsel. Ponsel jadul karena memang baru itu adanya. Nama dari nomor-nomor di kartu SIM saya sendiri semuanya perempuan karena setiap menyimpan nama teman terutama laki-laki, saya selalu menggantinya dengan nama perempuan. Misalnya teman saya yang bernama Ayub, maka saya akan menulis Ayu B. Mereka hanya teman. Saya hanya malas diinterogasi dan dicengin Bapak.

Ketika masuk kelas XI, saya mulai meninggalkan rumah lagi dan tinggal di ponpes. Otomatis ponsel saya tinggal di rumah. Jika ada hal mendesak, maka saya akan meminjam ponsel teman untuk SMS ke rumah dan itu adalah nomornya Alfin.

Alfin ini teman sebangku saya. Kenalnya sendiri sudah dari zaman MTsN. Cuma saat itu kami beda kelas. Kebetulan dia kadang-kadang ikut ngaji di ponpes tempat saya tinggal dulu. Karena memang cukup dekat, ya saya tidak sungkan, tepatnya tidak tahu malu untuk minta bantuannya. Pernah minta makan dan nginep di rumah dia juga sih, wahahaha.

Kasus di rumah muncul saat SMS yang sering Bapak terima berasal dari Alfin. Sudah bisa diduga bahwa saya langsung diinterogasi dan diciye-ciyein. Siapa Alfin? Ya dia teman dan dia seorang perempuan sementara Bapak saya mengiranya laki-laki. Serius, dia memang perempuan. Saya tidak akan menyebutkan nama panjangnya. Biar Alvin itu saja yang viral, hahaha.

Pernah suatu ketika, ada teman yang memanggil Alfin dengan sebutan Bu Inggi. Saya bingung kenapa disebut Inggi. Apa karena badannya memang tinggi?

Ternyata, Bapaknya Alfin saat itu menjabat sebagai Petinggi atau lurah. Jujur saya sama sekali tidak tahu meski bertahun-tahun tinggal di desa yang sama. Saya cuma numpang sekolah dan ngaji di desa tersebut. Masalah siapa yang menjabat, bukan urusan saya. Saya berteman dengan Alfin bukan karena status Bapaknya. Ya itu tadi, kami kebetulan bertemu di tempat ngaji yang sama.

Bersama Alfin, pertama kalinya saya ke Semarang untuk tes masuk perguruan tinggi meski akhirnya gagal. Selama sekolah, dia cukup memberikan warna kebaikan di hidup saya. Keluarganya juga sangat baik dan ramah, bukan hanya karena status terpandangnya.

Saya tidak tahu pasti bagaimana dia melihat saya. Terakhir benar-benar ngobrol itu waktu saya nungguin saat akad nikahnya. Setelah perempuan menikah, dunia memang banyak berubah. Pertemanan Alfin juga bukan hanya dengan saya, jauh lebih banyak.

Walaupun kami satu grup alumni sekolah, saya memilih jadi silent reader. Dia sendiri tidak terlalu banyak berinteraksi. Jadi saya pun agak segan untuk say hai. Tandanya dia memang sibuk apalagi pekerjaannya sebagai pengajar.

Saya tidak akan membagikan postingan ini kepadanya. Namun jika suatu saat dia akhirnya membaca, saya cuma mau bilang terima kasih atas semua bantuan dan pertemanan kita dulu kala. Saya belum bisa balas apa-apa. Semoga hidupmu dipenuhi keberkahan ya, amin....

Sekian dulu cerita saya tentang Alfin. Jika kalian mau ghibahin Alvin yang viral, tolong jangan di sini. Lewat Wapri saja #Eh, hahaha. Bercanda kok!

Sampai jumpa. Happy Blogging!

Would you like to comment?

Tinggalkan jejakmu di sini, Teman