Explore the blog
Selasa, 12 Desember 2017

Galih dan Ratna


Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Dua sejoli menjalin cinta
Cinta bersemi dari SMA
Galih dan Ratna mengikat janji
Janji setia
Setia abadi
Oh Galih, oh Ratna
Cintamu abadi
Wahai Galih, duhai Ratna
Tiada petaka merenggut kasihmu

Tahu lirik lagu di atas kan? Galih dan Ratna cintanya memang abadi seperti film roman Romeo Juliet ya! Cinta yang Abadi adalah yang tak kembali (Elipsis - Devania Annesya)

Bagi yang muda di tahun 1979 pasti tahu yang namanya Gita Cinta dari SMA yang menampilkan Rano Karno dan Yessi Gusman. Nah, Galih dan Ratna ini adalah remake film tersebut dengan gaya yang kekinian tentunya.

Galih, seorang introvert yang harus memilih pendidikan daripada passionnya untuk menghidupkan toko Nada Musik peninggalan Ayahnya. Untuk mengenang, dia mendengarkan mixtape dengan walkman Ya Allah, jadulnya. Sementara Ratna adalah Siswi pindahan dari Jakarta, suka menulis lagu yang sayangnya kurang direstui oleh Ayahnya.

Akhirnya Galih dan Ratna satu sekolah. Awalnya cuma lirik-lirikan, lalu akhirnya suka. Mereka berbagi tentang kehidupan dan juga mimpi. Yang jelas mereka ini berbeda dan itu yang membuat pertengkaran diantara mereka. Apakah mereka akan tetap bersatu dan mengejar mimpinya?

Kalau ngaca dari Gita Cinta dari SMA, ending enggak jauh beda kaya sudah nonton saja. Tertarik film ini karena mau lihat aktingnya Refal Hady si brewok yang gemesin, hahaha. Nilai plusnya juga karena lagu-lagu di filmnya cukup oke seperti Galih & Ratna yang dinyanyikan ulang oleh GAC.

Kisah cintanya ya biasa kaya anak muda lainnya yang terhalang restu orangtua. Bedanya di sini banyak disuguhkan kaset-kaset lama yang seperti bikin kita balik ke masa lalu. Suka juga saat keduanya saling mendukung mimpi masing-masing.

Ketika kita memutuskan untuk jadi idealis, kita harus kuat karena idealisme itu tak mudah. Kita harus yakin pada diri sendiri baru meyakinkan orang lain bahwa kita bisa hidup dan menggapai mimpi-mimpi kita. Dan fokuslah dengan apa yang membuat kita bahagia bukan yang harusnya bikin bahagia.

Entah mengapa di film ini saya tak suka karakter Ibu Galih. Saya tahu dia sedih dan tak ingin anaknya seperti suaminya, tapi duh ini jaman milenial. Ah Ayahnya Ratna juga sama sih.

Adegan kissingnya Ratna Galih juga harusnya enggak perlu sih. Habisnya bentar doang, coba kalau lama #Eh. Maksudnya kan tanggung toh pas nanti ditayangin di TV bakal kena sensor juga. Lagian pas mereka saling pandang itu cukup menggambarkan bahwa mereka lagi mabuk cinta. Oh iya, Rano  Karno sama Yessi ada dibagian awal film ini enggak masuk dipikiran saya. Coba mereka ikut akting apa gitu, masuk di toko kaset atau naik angkot bareng. Kalau cuma gandengan kayanya kurang aja.

Soal mau nonton atau enggak, terserah kalian sih. Tapi kalau suka Refal Hady, dia mainnya cukup bagus kok. Joko Anwar pas jadi guru juga lumayan sih, hahaha.

Kalian sudah nonton film Galih dan Ratna? Atau malah nonton Gita Cinta dari SMA? Share yuk!



Sutradara: Lucky Kuswandi
Produser: Sendi Sugiharto, Ninin Musa
Penulis: Fathan Todjon, Lucky Kuswandi
Pemeran: Refal Hady
Sheryl Sheinafia
Joko Anwar
Marissa Anita
Ayu Dyah Pasha
Hengky Tornando
Sari Koeswoyo
Perusahaan produksi: 360 Degrees Synergy, Nant Entertainment, Josh Pictures
Tanggal rilis: 9 Maret 2017

Sampai jumpa. Happy blogging!

Would you like to comment?

khairiah mengatakan...

Wah lagu jadul dan film jadul dibuat versi milenia pasti pada banding-bandingin keren versi yg jadul or sekarang

Bang Angga mengatakan...

saya pernah menonton Gita cinta SMA walaupun bukan muda di 70 an. hehe anak dewasa 90an saya.
wah tambah satu judul lagi yang ingin saya tonton, terima kasih ya
walaupun nanti bakalan sebel dengan para orang tua Galih dan Ratna.

Rhoshandhayani KT mengatakan...

Aku baca lirik lagu di paragraf pembuka, kok ada nadanya ya ������

Huuu aku gak pernah tertarik nonton kisahnya galih dan ratna. Nggak tau kenapa ����
Mungkin karena udah keliatan banget kalo ceritanya bakalaj romansa banget

Pun baru kali ini tau ceritanya dan tau trailernya
Dan itu kenapa ada teman perempuan yang rambutnya dicat abu2
Padahal anak SMA
ah, contoh yang nggak baik ��

lendyagasshi mengatakan...

Aku ingat lagunya...dan memang dulu ((pada jamannya)) booming banget.
Rasanya sudah gak heran yaa...kalau anak SMA sekarang pacaran sampai begitu...huhuu...aga takut sama masa depan.

Semoga Allah melindungi selalu.

unggulcenter mengatakan...

Waaah ini lagu aku suka banget! Dan slalu mikir ini jd film sinetron akan bagus banget. Dulu klo ga salah ada sinetron singkatnya ya. Skrg film. Mau nontonn aah

Dwi Ananta mengatakan...

Gita Cinta dari SMA kayaknya pernah nonton deh pas kecil dulu hahaha... Galih dan Ratna ini yang belum nonton. Tapi aku memang lagi jarang banget nonton film Indonesia si, selain TV di rumah gak ada juga budget nonton di bioskop terbatas. Dan jugaaaaaa aku gak tau streaming film Indonesia dimana sih?

Btw ia ya pemeran Galihnya cekep ngegemesin hahahah

Gladio Gifty mengatakan...

belum bisa bilang apa-apa
saya belum nonton film Galih Ratna yang baru, ga tahu ga dikasih interest buat nontonnya, tapi nanti saya coba deh nonton

Rindang Yuliani mengatakan...

Aku pernah baca novelnya aja yang Gita Cinta ini. Belum pernah nonton filmnya. Wah, jadi tertarik nonton film versi remakenya, pasti asyik ada perpaduan antara zaman klasik dan generasi milenial. Terutama sih antara tokohnya dan selera musik mereka. Ditunggu deh waktu tayang film ini.

Nov mengatakan...

Iya..Yessy Gusman ya..sama Rano Karno..dulu s wrong banget diputar tv nasional.. jadi tau hahahaha..inikaya re born nya ga k sih..?

Jadi pengen nonton..

Rani Yulianty mengatakan...

Hihihi..saya nggak nonton versi lama dan versi barunya juga, entah mengapa nggak begitu tertarik, tapi baca review-nya di sini kayaknya seru juga ya

Farhandika Mursyid mengatakan...

Hmm. Aku belum pernah nonton Gita Cinta dari SMA or even Galih dan Ratna. Tapi, pastinya kaum milenial akan mencoba bandingkan dua film tersebut. Namun, aku mungkin akan tertarik melihat aktingnya Dek Sheryl. Beuh, multitalented banget nih dia. Nyanyiny bagus, akting mantep. Jomblo lagi. Aduuh. Sayang aja yah.

Kurnia amelia mengatakan...

Aku suka lagu Galih dan Ratna dari dulu.Ga pernah bosen dengernya hehe.

Nurul Fitri Fatkhani mengatakan...

Baca paragraf pertama, sambil dinyanyiin doong..! Hihihi.. lagunya membekas banget dalam ingatan. Ketahuan anak angkatan berapa ya? :))
Jadi penasaran, bagaimana kisah Galih dan Ratna versi sekarang...? Mudah-mudahan sebagus pendahulunya.

Just Write! mengatakan...

Aku suka banget sih sama lagunya, apalagi dicover GAC. Keren lah. Tapi gak nonton filmnya huhuhu... Seru gak mbak?

Tukang Jalan Jajan mengatakan...

Udah 3 mingguan ngga ke bioskop hehehe udah 2 bulanan ngga sempet nonton apa apa di dvd. Hidupku sungguh rubet hehehehe tapi setelah mwmbaca tulisan ini aku malah kepengen karaoke hehehehe

Lina Astuti mengatakan...

wah moga sempat nonton bareng suami nanti

Yati Rachmat mengatakan...

Hihi...jaman dulu mah Galih dan Ratna itu (ketika Bunda masih remaja, wkwkwk...ato katakankan ibu-ibu ranum) keknya seingat bunda dibintangi oleh Rano Karno dan siapa ya aktrisnya, dah lupa. Itu film versi lama x ya yang dibintangin sama Rano Karno itu. Ah, jadi KZL nih gak inget siapa bintang ceweknya. #googlingah.

Komentar saya moderasi. Tinggalkan jejakmu di sini, Teman!