Senin, 04 Desember 2017

# 2017 # Film

Stip & Pensil

cinemaxx.cinemaxxtheater.com

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Dalam sebuah film biasanya anak-anak kaya itu suka ditempeli murid lain demi, entahlah. Tapi di Stip & Pensil ini beda. Tony, Aghi, Bubu, dan Saras bukan 008 adalah anak kaya yang dimusuhi teman-teman SMUnya karena songong dan sok jago. Bahkan mereka berempat ini dirundung juga.

Suatu ketika kelas mereka mendapat tugas essay yang nantinya akan dipilih dan dilombakan ditingkat nasional. Tony dkk ini akhirnya membuat essay tentang anak jalanan setelah dapat wangsit dari Ucok, seorang anak yang tanpa sengaja mereka temui. Essay mereka akhirnya terpilih untuk mengikuti lomba dan boom, tindakan konkrit mereka tentang anak jalanan makin dipertanyakan.

Untuk memuaskan Warganet, akhirnya mereka bangun sekolah darurat. Awalnya tak mudah, banyak cobaan dan semua tak seperti bayangan mereka. Sampai ada murid pun ternyata mereka dapat bayaran. Apakah mereka akan bertahan jika terus mengeluarkan uang sementara mereka tak dapat apa-apa?

Enggak nyesel setelah nungguin unduhan dari HOOQ buat Stip & Pensil. Waktu film ini tayang, saya enggak terlalu ngikutin. Lalu terdengar kabar bahwa film ini dapat Piala Citra. Baiklah, ini harus ditonton.

Mereka anak SMU. Lihat Ernest, karena belum liat cuplikan, saya pikir dia mungkin jadi gurunya. Lalu nonton filmnya, nah lho! Kok ikut gaya-gaya bareng Indah Permatasari. Tapi pembukanya sungguh bikin bergairah, serius! Kita diajak joget!

Asli film ini dari awal sampai akhir itu bagus. Semua aktingnya keren! Saya yang awalnya meragukan Ernest yang aslinya Bapak-bapak ternyata bisa juga bergaya ala anak SMU. Saras (Indah) yang beringas, Ardit si Aghi yang bijak, Bubu (Tatjana) yang lemot bikin ketawa sekaligus gemes, dan Iqbal Sinchan pemeran Ucok juga bikin saya pengen jitak. Masih banyak pemeran yang amat sangat menghibur seperti Panji sebagai Guru, Tora sebagai wartawan yang alergi ayam, dan Arie Kriting si Kepala suku.

Film ini sedikit menggambarkan realitas kota dengan adanya anak-anak gelandangan, kampung kumuh, dan rendahnya pendidikan mereka. Apakah semua anak-anak di kampung itu tidak ada yang berhasil? Ternyata....

Harus saya akui bahwa Stip & Pensil ini bikin saya gagal sedih. Ada beberapa adegan yang harusnya bikin terenyuh tapi disajikan dalam bentuk komedi seperti saat penggusuran Pemkot atau dikejar satpol PP dan baca sepanjang jalan sambil lari. Ah sepertinya dalam kesusahan kadang perlu ditertawakan juga biar tidak setres dan menemukan jalan keluar.

Siapa pun kamu, pendidikan itu penting untuk memperbaiki masa depan. Relokasi itu baik demi menata kota dan mengajari kita untuk hidup teratur, bukan di tempat tak jelas seperti jembatan. Ketika kita memulai sesuatu, kita juga harus bertanggungjawab untuk menyelesaikan.

Saya sudah nonton Stip & Pensil, bagaimana dengan kalian? Share yuk!


Tanggal rilis: 19 April 2017 (Indonesia)
Sutradara: Ardy Octaviand
Bahasa: Indonesia
Pemeran: Ernest Prakasa
Ardit Erwandha
Tatjana Saphira
Indah Permatasari
Pandji Pragiwaksono
Arie Kriting
Iqbal Sinchan
Nominasi: Piala Citra untuk Pemeran Anak Terbaik, Piala Citra untuk Penulis Skenario Asli Terbaik
Skenario: Ernest Prakasa, Joko Anwar, Bene Dionysius

Sampai jumpa. Happy blogging!

15 komentar:

  1. Dulu pernah lihat trailernya, lucu banget ini film. Tapi belum sempat nonton, besok coba nonton ah jadi penasaran

    BalasHapus
  2. duh laaaaaah ernest masih cocok aja ya jadi anak SMA :D

    aku belum nonton, padahal pengen banget sih nonton film ini
    soalnya ketika kuliah dulu, weekendku kubuat ngajar di pelosok, tapi bukan ngajar anak jalanan kayak di stip pensil

    kayaknya aku harus nonton deh
    untuk mengobati kerinduan
    syalalaaaaaaaaa

    BalasHapus
  3. aku belum nonton ini, sekarang jarang nonton sih, tv banyak matinya, sibuk ga jelas :D

    nanti kalau ada film aku baca ulasannya di blog ini aja ehehe

    BalasHapus
  4. Castingnya masih cocok ya kak? Penasaran juga pengen nonton sih tapi selalu terkendala waktu selalu ngga dapat moment tepat. Pengennya nonton yang lebih lebar dari layar hape hehehe

    BalasHapus
  5. wah ada di Hooq ya? mau nonton juga mumpung masih banyak paketnya

    BalasHapus
  6. Kapan ya terakhir nonton film indonesia? 😅 Filmnya lucu ya ini, jadi mau nonton juga. Film Posesip aja belum nonton.

    BalasHapus
  7. Aku nonton film ini kurang dapet feelnya hahahah padahal udah optimis karena yg main Ernest.

    BalasHapus
  8. Looh loh.. ada Tatjana kok saya gak tau ada filmnya, dari trailernya layan seru ini.

    Rambut Tatjana bagus. Aduh maaf gak fokus.

    BalasHapus
  9. Saya belum nonton, Mbak Jiah. Dari cerita di blog ini, kayaknya film yang seru untuk di tonton.
    Harus luangin waktu untuk nontonnya. Soalnya banyak rebutan dengan anak-anak. :(

    BalasHapus
  10. Penyampaian pesan moral melalui film yang menyentuh tapi kocak ya ini. Seru deh kayaknya. Aku belum nonton, tapi baca tulisan Jiah kayaknya bagus nih film.

    BalasHapus
  11. Happpaaaaahhhh? Ernest jadi siswanya? 😱

    Aku belum pernah nonton ini. Selain di Hooq ada dimana? Enggak pake telkomsel jeee.

    BalasHapus
  12. Film ini kayaknya memang punya potensi menuju bagus kayaknya kurang dieksekusi dengan baik oleh sutradaranya sih, padahal ernest idenya selalu bagus dan segar

    BalasHapus
  13. Wow piala citra. Beneran harus nonton nih. Penglaman film ernest terdahulu cek toko sebelah itu dalem banget kesannya dihatiku,kayanya ini juga sama bagusnya deh

    BalasHapus
  14. Terakhir nonton film Indonesia kapan yaa?
    karena film Indonesia sekarang jauh dari kata "ideal" menurut saya.
    Tapi Stip dan Pinsil ini sepertinya aman yaa...untuk dinikmati bersama keluarga.

    BalasHapus
  15. Setuju, kadang kesulitan memang harus ditertawakan. Bawa bahagia aja emang hidup ini. Gak usah terlalu dipersulit. :)

    BalasHapus