Selasa, 17 Oktober 2017

# Muda # Parenting

Gejolak Remaja Milenial

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Gejolak Remaja Milenial. Remaja milenium, era sekarang, kids zaman now itu banyak banget problematikanya. Mulai dari sekolah, teman, diri sendiri bahkan orangtua. Pernah bayangin saat kamu kaum remaja menyuarakan pendapat, eh kamunya malah dihukum, dikatain pembangkang. Benarkah remaja sekarang itu tak beraturan?

Ayo, kamu lihatnya dari sisi mana nih? Kamu sebagai orangtua yang sudah terlalu lama makan asam garam kehidupan? Kamu yang menggap bahwa anak itu masih bau kencur dan tak perlu didengar pendapatnya? Bagaimana jika kamu diposisi mereka para remaja yang ingin tahu banyak hal tapi banyak larangan tanpa penjelasan? Pernahkah kamu membayangkannya?

Alah, saya juga pernah muda. Masalah remaja itu biasa!

Jangan begitu. Zamanmu dan zaman sekarang itu beda banget. Bisa jadi 180 derajat perbedaannya. Remaja milenial terlahir dengan banyak keingintahuan, kritis, kreatif dan pemikiran yang terbuka bahkan detail.

Saya ingat betul bagaimana setiap hari keponakan saya selalu bertanya ini itu baik saat nonton TV, bermain, bahkan waktu bepergian. Jujur, kadang saya sampai kerepotan untuk menjelaskan apa ini dan itu. Dalam soal teknologi pun begitu. Saya main HP saja saat MTs. Lha keponakan saya batita, pinjam HP, eh dia sudah bisa buka macam-macam. Kalau diibaratkan produk elektronik, anak zaman sekarang adalah produk terbaru, kekinian, dan lebih canggih. Kalau kitanya enggak ikut upgredin diri dan menyeimbangkan kids zaman now, kitanya bakal ketinggalan deh!

Dari Gejolak Remaja Milenial, problematika sekarang inilah Mbak Upi Avianto yang pernah menyutradarai film hits seperti My Stupid Boss, mengangkatnya dalam sebuah film berjudul My Generation. Film ini diproduksi oleh IFI Cinema dengan menampilkan bintang muda baru, belum pernah main film yaitu Bryan Langelo, Alexandra Kosasie, Lutesha, dan Arya Vasco. Selain dengan pemain baru yang kinyis-kinyis, di film ini bakal ada pemain senior seperti Surya Saputra, Ira Wibowo, Tyo Pakusadewo, Karina Suwandhi, bahkan sutradara sekelas Joko Anwar ikut casting untuk bisa main di film My Generation.


Film remaja paling ceritanya gitu-gitu aja

Puk-puk film Indonesia dengan tema remaja. Saya pun sebenarnya males kalau lihat film yang isinya cinta-cintaan monyet. Bukan berarti saya enggak pernah, tapi untuk sebuah film, mbok ceritanya lebih kreatif gitu lho. Nah, pas tahu bakal ada My Generation Film yang insya Allah bakal tayang pada 9 November nanti saya jadi penasaran karena tema yang diangkat adalah mempertanyakan sikap orangtua kepada anak. Film ini enggak main-main karena pakai riset sosial media listening selama 2 tahun dan penggarapannya sendiri memakan waktu 1 tahun.


Cerita bermula dari viralnya sebuah video yang dibuat oleh empat sahabat yaitu Suki, Konji, Zeke, dan Orly yang memprotes guru, sekolah dan orangtua yang berakhir dengan sebuah hukuman. Liburan sekolah yang membosankan berubah jadi petualangan dan memberikan banyak pelajaran hidup bagi mereka. Penasaran kan apa saja yang bakalan mereka alami? Apa kalian bayangin Petualangan Sherina? Jelas beda ya!

Saya walaupun sudah tidak remaja juga sering mempertanyakan kenapa orangtua selalu membanggakan zamannya? Padahal Nabi pun mengingatkan bahwa kita harus mendidik anak sesuai zamannya, bukan zaman kita dulu. Rasanya kalau membandingkan, tak akan pernah sama. Orangtua mengasuh dengan mengandalkan kekerasan, duh itu zaman apa?! Anak harus diam dan ikut apa kata orangtua tanpa kejelasan? Duh! Bagaimana dengan pilihan lain seperti passion? Tolong lah lihat apa yang anak suka, apa yang membuat mereka nyaman. Tak perlu marah jika nilai Matematika anak rendah. Bisa jadi nilai dalam bidang olahraga atau seni malah lebih membanggakan.

Tak jarang karena tuntutan jadi sempurna di mata orangtua membuat anak mengalami krisis percaya diri apalagi dengan label-label negatif yang kadang diberikan. Padahal remaja adalah masa pencarian jati diri, masa krusial. Jangan sampai orangtua tak acuh, tak mendukung hingga mereka mencari sahabat lain di luar rumah. Bahayanya bagaimana jika temannya justru perperilaku jahat? Jangan sampai nyesel deh!



Saya sih enggak sabar untuk menyaksikan My Generation Film. Bukannya membela remaja ‘yang susah diatur’ tapi saya ingin membuka mata bahwa ada sebab kenapa anak zaman sekarang bersikap seperti itu. Mungkin nanti sebagai orangtua kita bisa mengaca, sudah benarkah kita dalam mendidik dan memperlakukan mereka?

Bagi kalian yang mau ikutan buka mata, ayolah ke bioskop tanggal 9 November nanti. Jangan lupa nontonnya beramai-ramai. Orangtua sama anak, sahabat bahkan guru.

Saya sih bilang yes soal film ini. Kalau kamu bagaimana? Share yuk!


Sampai jumpa. Happy Blogging!

6 komentar:

  1. saya juga yes, film ini tampak asyik mewakili banget galaunya remaja masa kini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun. Penasaran lihat akting mereka

      Hapus
  2. Kalau lihat flyer film ingat main boneka sama geng tapi hak pernah dapat wkkkk

    BalasHapus
  3. Kids jaman now lebih kritis kayaknya, kalau kita dulu mantuk mantuk aja kalo orang tua nuturi haha... Buat filmnyaa... sayang bangeybGak bisa nonton, dipelosok gak ada bioskop #mewek dipojokan.

    BalasHapus
  4. Sebenarnya saya paling penasaran sama acting pemain2 barunya. pemeran Suki, Konji, Orly & Zeke.

    BalasHapus
  5. Masalah remaja memang hal yang biasa, tapi masa mau dibiarkan tanpa ada solusi dan membuat para remaja terjebak pada jalan yang salah?
    Aku penasaran banget ingin nonton film My Generation ini. Penasaran endingnya.

    BalasHapus