Sinta Bertemu Kakek Tua, Siapa Dia?

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Sinta Bertemu Kakek Tua, Siapa Dia? Entah. Dia datang tiba-tiba. Kakek tua renta dengan sebuah tongkat. Pakainya sederhana, bersih. Dia mendekat ketika melihat saya dan Sinta ada di teras menjemur gabah. Saya bertanya, dia lirih berucap meminta sedekah. Betul dia meminta atau jangan-jangan penculik yang marak diberitakan?
Pixabay

Di kampung saya sudah jarang sekali orang yang minta-minta. Saya yakin beliau bukan salah satu penyamar, melihat dari jalan dan fisiknya. Tapi saya juga enggak tahu apa mungkin ada 'komplotan' disekitarnya dan saat lengah, anak bisa dalam bahaya. Jadi saya lansung ngajak Sinta masuk ke rumah.

Saya mengambil uang dan makanan kecil untuk beliau yang kemudian saya ulurkan pada Sinta. Saya minta tolong agar dia yang memberikan. Tujuan saya hanya agar dia tidak takut dengan orang asing. Sinta mengulurkan bungkusan makanan dengan malu dan si Kakek menerima dengan senyuman. Setelahnya dia melanjutkan perjalanan dan mampir ke rumah yang dilewati. Begitu saja dan tak ada penculikan semacamnya.

Kenapa saya harus mengajarkan Sinta agar tidak takut orang asing?

Kalian pasti tahu sekarang ini banyak isu tentang penculikan. Sayangnya berita itu sampai dalam keadaan mentah. Banyak orang yang teraniaya karena penampilannya yang mencurigakan. Dan saya berusaha untuk meminimalisir, tidak mudah curiga dengan orang lain tapi tetap waspada.

Semua orang khawatir, tapi kita harus tetap berpikir jernih. Saya tidak mau meracuni pikiran keponakan dengan isu-isu seperti itu. Saya tidak ingin Sinta mendadak histeris saat melihat orang asing yang 'mencurigakan' seperti tetangga yang seumuran dengannya. Ini bukan pendidikan yang sehat.

Jadi ketika Ibunya melarang Sinta main di luar rumah, saya justru mengijinkan tapi dengan pengawasan. Itu artinya saya harus siap sedia menemani Sinta main di luar, entah sawah atau kebun. Saya juga mengajari Sinta tentang anggota badan yang tidak boleh disentuh orang lain dan jika ada yang mencurigakan harus berlari dan minta tolong. Sejauh ini dia paham meski kadang dia bilang justru saya lah orang yang amat mencurigakan, hwa!

Yang lebih bikin wow itu ketika Sinta bercerita tentang berbagi setelah si Kakek pergi. Padahal saya sama sekali tidak berbicara tentang itu. Ya niat saya cuma agar dia berani menghadapi orang asing.

Saya tanya dong dari mana dia tahu konsep berbagi. Katanya Bu gurunya yang bilang. Dia juga lihat itu di kartun. Baik lah! Anak kecil itu harusnya bukan hanya dapat materi tapi praktek langsung tentang sebuah kebaikan. Teruskan lah, Nak!


"Mbak, nanti kalau ada Kakek Tua harus berbagi, dikasih uang, jajan,"

"Ngasih orang yang membutuhkan, Nduk!"

"Nanti kalau enggak punya motor dikasih motor. Enggak punya rumah dikasih rumah,"

"Wah! Kok kamu kaya bener?! Pakai uang siapa?"

"Uange Mbak lah!"

Semaput....

Sampai jumpa. Happy blogging!

You Might Also Like

18 komentar

  1. Wahahaha mbake ditodong beliin motor sama rumah buat orang lain~

    Sinta pintar sekali, ya. Iya benar nih, media kebanyakan menebar ketakutan yang dibesar-besarkan. Padahal bisa lebih diantisipasi dengan cara seperti ini. Yang penting jangan benar-benar dilepas kan ya, harus tetap dalam pengawasan.

    Itu Dek Sinta kok gayanya nggemesin byangweet to? Wakakak.

    BalasHapus
  2. Iya jaman skrng banyak ortu, termasuk saya, parno saat anak didekati org asing. Namun, kalau terlalu mendekap anak bgmn anak bisa belajar berinteraksi ya. Yg penting anak selalu diawasi namun ya gak harus terpenjara 24 jam. Tengkyu mbak Jiah artikelnya :)

    BalasHapus
  3. Mungkin karena banyak orang2 yg ngeberitain penculikan jadi pada parno gitu ya T____T

    BalasHapus
  4. EndingnyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Aku kalau ada yang minta2, aku takut. Punya trauma pas masih kecil.
    Kalau masalah berbagi, tentu kita harus berbagi kepada sesama yang membutuhkanπŸ™†
    Masalah penculikan, emang kudu hati2 dan menjaga adik sih, tapi aku ga ngelarang dia main keluar,paling nyariin tiap beberapa menit haha

    BalasHapus
  5. "Anak kecil itu harusnya bukan hanya dapat materi tapi praktek langsung tentang sebuah kebaikan". Berkesan kalimat ini, beda dengan kita yang sudah dewasa.

    Sinta anaknya periang, lucu, dan menggemaskan. Agak wajar sih ada rasa cemas, mengingat berita-berita yang beredar kurang baik.

    BalasHapus
  6. ceritanya baguuus mba, awalnya kupikir ini cerpen, eh ternyata beneran toh. pinter banget sinta bisa langsung praktekin apa yang gurunya ajarin

    BalasHapus
  7. Semangat dek Sinta!

    Eh tapi ya kak aku baru aja ini dapet info tetangga rumahku yg dulu anaknya hilang waktu pulang sekolah, entah diculik atau bagaimana. sedih juga dengernya. Duh pokoknya lebih berhati2 aja deh yaa

    BalasHapus
  8. Sekarang myulik anak mah kg pandang status keluarga, mau miskin apa kaya... Sedih bgt dah tinggal di negara yg keamanannya msh kurang untuk anak kecil, baru bakal di bantu pas kalo udh di masukin media besar, klo gk mah mana mau di bantu

    BalasHapus
  9. hahaha... pake uang mbak laaaah... :p

    iya, suatu hari dia akan selalu ramah dengan orang-orang yang membutuhkan karena ilmu kebaikan sudah ditanamkan sejak kecil

    BalasHapus
  10. Wahh... Sinta keren mau berbagi dg orang2 yang gak punya. kadang kartun banyak memberi pelajaran hidup buat anak2, sayangnya film anak2 sangat jarang di televisi kita πŸ˜…πŸ˜…

    BalasHapus
  11. Bruakakaka pinter ya mbak nya palakin. Khan mbaknya punya banyak hihi. Tapi baik kok dia, cuma perlu info tambahan

    BalasHapus
  12. pelajaran berharga dan polos dari seorang anak kecil. pasti menyenangkan bisa berbagi dan belajar bersama dari kepolosan adik kecil. klo kakaknya ngga punya duit minta ke siapa??

    BalasHapus
  13. Aaah, How nice you are, little girl. Walau gimanapun, Sinta kemana2 jangan sendiri ya dek. Minta temenin sama tante Jiah hihi

    BalasHapus
  14. Bagus mba mengajarkan anak kecil untuk berbagi dan berani di depan orang yg mgkn asing bagi dirinya. Tapi perlu diajari juga untuk berteriak kalau ada apa² ya.. maklum baru musim penculikan hehe

    BalasHapus
  15. Pinternya Sinta... Emang ngeri sih ya, berita-berita penculikan yang marak akhir-akhir ini. Padahal banyak juga yang hoax infonya. Yang lebih ngeri lagi, ada pemulung digebukin massa, gara-gara dikira penculik.

    BalasHapus
  16. benar sekali seorang ibu sebaiknya tidak melarang anaknya untuk bermain. Akan tetapi, harus biarkan ia bermain akan tetapi, dengan penuh pengawasan orang tua tentunya

    BalasHapus
  17. saya setuju mbak, krn bnyak yang parno jaman sekarang orang punya niat baik pun jd ngak dianggap ya.

    BalasHapus
  18. Sinta cerdas dan pemberani ya Ji.
    Ayoo Tante banyakin berbagi #eehh

    BalasHapus